Petekaramerame’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Kepergok Ngedit, Situs Wikipedia Diblokir

Kepergok Ngedit, Situs Wikipedia Diblokir

Screenshoot Wikipedia

Amsterdam – Departemen Kehakiman Belanda mengungkapkan bahwa untuk sementara, mereka memblok ensiklopedi online, Wikipedia. Tak pelak, 30.000 pekerja di kementerian itu pun tak bisa lagi mengaksesnya.

Tindakan ini terpaksa dilakukan setelah sebuah majalah bernama Intermediar memergoki lebih dari 800 entry Wikipedia diedit melalui komputer Departemen Kehakiman. Beberapa perubahan cukup kontroversial terkait dengan partai politik atau perbuatan kriminal tertentu.

“Kami sedang menginvestigasi sejauh mana orang kami mengedit Wikipedia,” ungkap juru bicara Kementerian Kehakiman, Ivo Hommes seperti dikutip detikINET dari TheCanadian Press, Senin (19/11/2007).

Majalah Intermediar melaporkan sebuah contoh pengubahan dari pekerja Kementerian Kehakiman terhadap artikel Wikipedia terkait dengan anggota Kerajaan Belanda yang tertangkap sedang mengebut.

Semula, teks aslinya berbunyi: ‘lisensi mengemudinya tidak dapat dicabut’. Sementara, versi revisinya diperhalus dengan bunyi: ‘(diselesaikan-red) sebagaimana halnya tipe kasus seperti ini’. detiknet

November 19, 2007 Posted by | news | Tinggalkan komentar

SAP Tunjuk HP Sebagai Global Technology Partner

Jakarta – Hewlett-Packard ditunjuk SAP sebagai Global Technology Partner. Dengan demikian, HP bakal menghadirkan layanan dan solusi untuk membantu memodernisasi dan mengelola lingkungan aplikasi SAP.

Seperti melakukan upgrade ke dalam versi terbaru dari SAP ERP (enterprise resource planning) serta membangun roadmap yang dapat mendorong enterprise SOA (service-oriented architecture) melakukan inovasi terhadap proses-proses bisnis di masa depan.

Selain itu, HP juga mengumumkan hadirnya Integrity Reference Configurations yang baru untuk aplikasi-aplikasi SAP, yang membantu menyederhanakan dan mempercepat transisi dari lingkungan pelanggan yang sudah terbangun ke lingkungan yang baru.

“Kedudukan HP sebagai Global Technology Partner strategis untuk upgrade SAP ERP 6.0 menjadikan kerjasama antara SAP dan HP Services semakin kuat guna mengakselerasi peningkatan pelanggan kami yang memiliki basis instalasi bersama,” kata Martin Riedel, Head of Global Upgrade Office Senior Vice President SAP AG, dari keterangan tertulis, Rabu (7/11/2007).

Berdasarkan komitmen, lanjut Riedel, SAP akan menyediakan HP akses terhadap perangkat-perangkat yang berhubungan dengan upgrade SAP, akses terhadap para pakar kunci SAP yang berada di SAP Upgrade Competency Centers serta berinvestasi dalam program kerjasama marketing dengan HP. (detiknet)

November 7, 2007 Posted by | news | Tinggalkan komentar

Kelompok D -Selesai-

BAB I
PENDAHULUAN

Mempelajari dan memahami teknologi tidak akan ada habisnya. Ketika telah mampu menguasai salah satu hasil teknologi, kita akan dihadapkan lagi dengan hasil teknologi lain.
Dari tinjauan historis, manusia mulai mampu berkomunikasi dengan manusia lainnnya dengan sebuah sistem bahasa yang baku menurut perkiraan berlangsung sekitar 50 juta tahun yang lalu. Kemudian kemampuan komunikasi lisan dengan sebuah sistem bahasa memasuki lompatan generasi kedua dimana manusia mulai memiliki kecakapan komunikasi melalui tulisan ( Hafied Cangara, 1998:4-5 )
Mediamorfosis atau perkembangan komunikasi manusia terus berjalan dan mengalami perubahan. Di era ini kita mengenal komunikasi interaktif. Dilihat dari pengertian “mediamorfosis” yaitu, transformasi media dimana ketika bentuk-bentuk media komunikasi yang lebih baru muncul, bentuk-bentuk media yang terdahulu tidak mati, tetapi terus berkembang dan berdaptasi. Maka kita sendiri bisa merasakan bagaimana mediamorfosis sudah erat dengan kehidupan kita.
Sesuai dengan tema yang diberikan kepada kelompok kami, “ Sejarah Komunikasi Interaktif ”, yaitu fase besar keempat dalam mediamorfosis. Perubahan teknologi komunikasi yang demikian cepat membuat manusia dihadapkan pada kesiapan mental dalam menghadapinya. Tuntutan zaman mengajak kita untuk terus mampu bertahan dan beradaptasi terhadap segala jenis perubahan.
Perkembangan komunikasi manusia dimulai lebih seratus tahun yang lalu. Yang dimulai dari komunikasi bahasa lisan kemudian komunikasi bahasa tulisan yang merupakan wujud dari upaya manusia untuk melestarikan pengetahuan dan mengatasi keterbatasan-keterbatasan komunikasi lisan. Kemudian, era telekomunikasi dan terakhir era komunikasi interaktif.
Sejak penggunaan telegraf listrik transformasi dan ekspansi besar komunikasi manusia menemukan sebuah perkembangan mutakhir. Saat ini , komunikasi manusia tergantikan dengan penggunaan medium yang lebih maju. Penggunaan komputer, internet, teknologi telepon, serta seluler satelit yang memungkinkan manusia berkomunikasi dengan lebih mudah. Percakapan antara manusia tidak lagi harus bertatap muka.
BAB II
PEMBAHASAN

1. Konteks kultural Mediamorfosis Ketiga
Kelahiran sebuah media komunikasi yang interaktif tidak dapat terlepas dari apa yang telah terjadi selama ini di dalam masyarakat. Berbagai macam alasan mengenai fenomena dalam masyarakat dapat memicu perkembangan teknologi – teknologi media baru di bidang komunikasi. Fenomena yang terjadi tidak terlepas dari masalah sosial, politik, dan ekonomi. Pendekatan sosial yang lebih menekankan untuk memahami dan menjelaskan tentang bentuk – bentuk komunikasi yang sudah terpolakan, pendekatan politik yang dimulai dari kebebasan pers, dan pendekatan ekonomi yang memunculkan persaingan – persaingan pasar dalam mengembangkan teknologi dan media komunikasi interaktif yang sudah ada. Marilah kini kita menelaah sebagian dari konteks kultural dari konvergensi ini, dalam upaya untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik dalam pengembangan komunikasi dan teknologi media baru, serta dalam mengubah media komunikasi yang sudah mapan.

· Kekuatan – kekuatan Sosial
Kebutuhan masyarakat akan hiburan menjadi pertimbangan penting dalam pemunculan media baru komunikasi yang mengarah pada teknologi. Misalnya saja negara Amerika Serikat, setelah perang dunia yang menyita waktu dan ketenangan warga, pemerintah AS berupaya menyediakan suatu teknologi yang akan menyembuhkan depresi warga, ditambah lagi AS tengah membangun kembali kultur warganya kala itu. Masyarakat dapat membeli rumah, perabot rumah tangga, dan memiliki anak – anak. Suatu media dimunculkan sebagai penghibur, guru, pengasuh ,dan teman di tengah masyarakat yang berusaha bangkit kembali dan memulai hidup baru. Generasi media sebagai faktor sosial itu terdiri dari sejumlah teknologi komunikasai seperti radio dan televisi.

Generasi Awal komunikasi Sosial

Illustration 1: cakram metal cikal bakal penemuan tv di temukan seorang mahasiswa di berlin tahun 1883
Televisi muncul sebagai media penting dalam menghibur masyarakat. Keberadaannya menjadi sesuatu yang sangat penting jika dibandingkan dengan teknologi komunikasi sebelumnya yakni radio. Hal ini dikarenakan kemampuan tv dalam visualisasi. Sepanjang tahun 1950-an, jaringan televisi nasional dan sponsor program bersama – sama menyaring dan memilih isi untuk menarik penonton yang sebesar mungkin serta untuk menyajikan apa yang mereka gambarkan. Dengan adanya televisi di generasi pertama, pemerintah berharap agar masyarakat merasa terhibur dan percaya bahwa segalanya berjalan baik, meskipun terdapat ancaman perang nuklir dan komunisme.
Keinginan awal untuk menstabilkan emosi dan pikiran masyarakat menjadi pondasi awal kemunculan media komunikasi tv. Kebutuhan akan teknologi dan media yang lebih kompleks dari radio, yang hanya mampu menyampaikan informasi secara audio, semakin berkembang. Program televisi semakin beragam, semua disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
Sejak awal 1960-an, media komunikasi lain bermunculan. Komunikasi lebih dimudahkan lagi dengan munculnya komputer dan jaringan – jaringan komunikasi global. Komputer dengan jaringan yang menghubungkan komunitas maya menjadi generasi baru yang mobil dan interaktif.
Kebutuhan masyarakat yang kian kompleks menjadi titik awal munculnya media penunjang lain. Masih dalam konteks kebutuhan dalam hiburan, masyarakat membutuhkan media yang memudahkan mereka dalam bekerja, sehingga waktu mereka dapat berguna bagi teknologi yang lain. Dan komputerlah yang menjadi penunjang semua itu.
Kemunculan berbagai macam media komunikasi interaktif juga dapat menyebabkan keterikatan masyarakat akan waktu. Mereka berupaya mengkonsumsi semua media yang ada. Bahkan masyarakat memulainya dengan mengkonsumsi berbagai media sekaligus, misalnya saja orang mengerjakan pekerjaan kantornya dengan komputer, sekaligus menghidupkan tv atau radio.
· Kekuatan- Kekuatan Politik
Dari segi politik sendiri, kemunculan komunikasi interaktif dimulai ketika adanya jaminan bagi kebebasan berbicara dan pers. Koran dan majalah menjadi sarana penyambung lidah antara pemerintah dan masyarakat. Untuk itu, pemerintah mengatur sarana media cetak sebagai pengetahuan politik. Pengendalian pemerintah ini dimulai ketika diberlakukannya undang – undang mengenai pers.
Pada masa kepemimpinan Soeharto, di Indonesia sendiri sudah diatur bagaimana media cetak dapat menyampaikan informasi politik pada warga. Meskipun pada masa itu kebebasan pers belum sepenuhnya, artinya kendali informasi yang disajikan masih di bawah kontrol pemerintah. Namun, sudah terlihat bahwa komunikasi media cetak menjadi sarana komunikasi interaktif yang cukup menjadi pilihan dalam masyarakat untuk menyerap informsi perkembangan politik.
Media Penyiaran Elektronik
Televisi dan radio merupakan bagian dari penyiaran elektronik. Perkembangan media ini juga disebabkan akan kebutuhan politik. Pada tahun 1912, pemerintah AS memberikan izin kepada pemancar – pemancar, hal ini dilakukan karena adanya gangguan dari radio swasta terhadap komunikasi militer dari kapal ke darat. Sejak itu, keterbatasan gelombang telah dipakai sebagai pembenaran untuk mengatur frekwensi pemancar radio.
Pada tahun 1934, UU komunikasi komperhensif telah menciptakan Federal Communication Commission dan meletakkan tanggung jawab berbagai badan pengaturan pemerintah ke dalam kekuasaannya. UU ini juga menetapkan radio dan televisi sebagai medium komunikasi nasional.
Selain Radio dan tv, media elektronik lain yang berkembang adalah telepon. Dimulai ketika Alexandre Graham Bell menemukan telepon pada akhir abad 19 dan awal abad 20. Telepon telah menghubungkan seluruh benua dan menjadi sebuah kekuatan komersial dan politis yang besar hingga perkembangnnya saat ini.

· Kekuatan – kekuatan Ekonomi
Kekuatan ekonomi menjadi alasan yang kuat atas kemunculan media – media baru komunikasi interaktif. Dimulai dari persaingan – persaingan pasar dalam membentuk sistem kompleks komunikasi yang ada, guna memperebutkan waktu, perhatian dan dukungan bila mereka ingin tetap eksis dan memperoleh keberhasilan finansial. Meskipun bentuk – bentuk media komunikasi yang sudah ada tetap dipertahankan, namun pasar akan tetap berupaya merevolusikan fungsi – fungsi media tersebut.
Dalam perkembangan media komunikasi, pasar adalah para penerima keuntungan ekonomi yang terbesar. Media – media komunikasi didukung dengan berbagai iklan finansial di dalamnya. Media elektronik didukung dengan program – program yang semakin baik. Program yang baik itu didukung lagi dengan Komersial yang menjadi kebutuhan masyarakat. Para pembuat iklan berlomba – lomba mencari keuntungan dengan menerbitkan iklan mereka di berbagai media komunikasi. Pasar media sendiri pun bersaing dalam memperebutkan sponsor, sementara masyarakat semakin membutuhkan media komunikasi beserta kepentingan akan program – program di dalamnya. Keterkaitan akan semua itu yang membuat media komunikasi baik cetak maupun elektronik semakin berkembang lagi.
Selain dari tinjauan di atas, persaingan dalam memperebutkan peminat dan pengiklan di antara media – media tersebut menjadi pasar yang empuk dalam perkembangan media komunikasi kita selanjutnya. Kemampuan medium dalam menarik iklan merupakan strategi yang paling penting dalam mendukung keberlangsungan hidup media tersebut. Karena bagi radio, tv dan media cetak, iklan adalah satu – satunya sumber finansial yang paling besar. Keadaan ini menjadi sebuah persaingan tersendiri bagi media – media tersebut, hingga perkembangannya terus terjadi dalam rona persaingan hingga sat ini. Namun hal itu menjadi sebuah dampak yang baik bagi kemajuan teknologi dan pengetahuan.
Media – Media Baru
Dalam pasar persaingan, muncul produk – produk baru di dunia teknologi. Hal ini jelas mengancam pendapatan pasar media yang sudah ada sebelumnya. Masyarakat dan perusahaan iklan biasanya lebih bersedia meningkatkan jumlah total waktu dan uang yang mereka habiskan untuk media massa setiap muncul media baru.
Faktor lain yang memungkinkan adalah ketika percepatan pertumbuhan perekonomian, sehingga masyarakat bersedia dalam periode itu untuk membelanjakan uang guna mendapatkan produk – produk dan barang – barang dengan layanan baru. Dan untuk memperoleh animo dari publik, media baru harus mampu merebut sebagian besar dukungan itu dari bentuk – bentuk media yang sudah ada.

2. Sejarah Komunikasi Interaktif

Komunikasi sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia yang tidak bisa dipungkiri. Karena, bagaimanapun juga komunikasi merupakan hal yang mendasari setiap aktivitas manusia, oleh sebab itu manusia tentu tidak dapat lepas dari proses komunikasi. Berdasarkan teori dasar biologi, manusia ingin mampu berkomunikasi karena adanya dua kebutuhan, yakni kebutuhan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dan kebutuhan akan penyesuaian diri terhadap lingkungan. Lalu timbul pertanyaan, kapan manusia mampu berkomunikasi dengan manusia lainnya? Dapat diperkirakan, walaupun belum ada data otentik yang dapat menerangkan tentang hal itu, bahwa kemampuan manusia untuk berkomunikasi dengan orang lain secara lisan adalah peristiwa yang berlangsung secara mendadak.
Menurut Everett M. Rogers (1980), peristiwa inilah yang dinilai sebagai generasi pertama kecakapan manusia dalam berkomunikasi sebelum mampu mengutarakan pikirannya secara tertulis. Kecakapan manusia berkomunikasi secara lisan menurut perkiraan berlangsung sekitar lima puluh juta tahun yang lalu, kemudian memasuki generasi kedua dimana manusia mulai memiliki kemampuan berkomunikasi melalui tulisan.
Tahapan perjalanan komunikasi manusia mengalami perkembangan dari waktu ke waktu, karena satu-satunya hal yang tidak pernah berubah dalam teknologi dan industri komunikasi adalah perubahan dan perkembangan dari teknologii komunikasi tersebut.
Roger kemudian meneliti pada teknologi-teknologi informasi yang baru muncul dan pengaruh potensialnya terhadap Koran, yang kemudian disadari Roger bahwa cakupan mediamorfosis lebih besar lagi. Mediamorfosis diartikan Roger Fidler sebagai transformasi media komunikasi, yang biasanya muncul sebagai akibat dari interplay (hubungan timbal balik) yang rumit antara berbagai kebutuhan yang dirasakan, tekanan persaingan politik, serta berbagai inovasi sosial dan teknologi.

Mediamorfosis, masih menurut Roger, dibagi ke dalam tiga tahapan proses, yaitu :
1) Komunikasi / bahasa lisan dan mediamorfosis besar pertama.
2) Komunikasi / bahasa tulisan dan mediamorfosis besar kedua.
3) Komunikasi / bahasa digital dan mediamorfosis besar ketiga.
Namun ada pula yang membaginya menjadi empat bagian, yakni dengan membagi lagi tahap ketiga menjadi dua bagian yaitu era telekomunikasi dan era komunikasi interaktif.
Pada masa awal kehadirannya, komunikasi interaktif disebut sebagai phonetic stage. Tahap ini ditandai dengan semakin sempurnanya alat bantu yang dipakai manusia dalam berkomunikasi. Karena, pada tahap inilah manusia dapat menyusun abjad huruf seperti apa yang kita kenal saat ini. Abjad yang tersusun secara teratur saat ini berasal dari tulisan yang tidak berabjad secara teratur, yang diketemukan di situs Pulau Kreta, pusat kebudayaan Minea Kuno. Seorang sarjana arkeologi Inggris, Sir Arthur Evons, menemukan peninggalan tulisan berbentuk baris dari tahun 1770 – 1550 SM. Tulisan tadi dibagi dalam bentuk A dan B. Dari bentuk Alpha dan Betha tadi maka seiring dengan kemajuan peradaban dan kebudayaan manusia muncullah apa yang kita kenal dengan istilah “Alphabet”, yaitu susunan simbol / tanda yang menggambarkan unsur – unsur suara pribadi seorang manusia. Penggunaan abjad ini disempurnakan lagi pada masa kejayaan Yunani.
Disamping penemuan alphabet, pada tahap ini manusia juga telah menemukan media sebagai cikal bakal media massa dalam proses komunikasi manusia. Media itu bernama Acta Diurna, yang diperkenalkan oleh Julius Caesar pada 100 – 44 SM. Acta Diurna bentuknya adalah berupa papan tempel yang di dalamnya ditempelkan informasi – informasi aktual yang perlu diketahui oleh masyarakat. Acta Diurna ditempatkan di Forum Romanum (alun – alun kota Roma) dengan maksud agar informasi tadi dapat dibaca oleh seluruh penduduk Roma. Media Acta Diurna, yang artinya catatan harian, dianggap sebagai cikal bakal surat kabar modern. Disebutkan bahwa unsur – unsur yang ada pada Acta Diurna sama seperti unsur – unsur yang terdapat pada surat kabar modern.
Perkembangan Teknologi Komunikasi Massa Transisi (1100 – 1750)
Masa ini adalah adalah masa antara runtuhnya kekaisaran Romawi hingga ditemukannya mesin uap pada tahun 1750 (revolusi industri). Pada masa tersebut Eropa dikuasai bangsa Barbar, sehingga tidak ada catatan tentang perkembangan teknologi komunikasi. Hanya saja, di Cina pada tahun 1190 telah ditemukan tulisan – tulisan dalam bentuk buku, misalnya kaligrafi tujuh puisi yang ditulis dalam buku (1190). Setelah mengalami kemandegan akibat dijajah maka pada abad ke 14 muncul beberapa pabrik kertas di Eropa yang mengacu pada teknologi yang dimiliki bangsa Cina. Kemunculan pabrik kertas disertai pula dengan kehadiran suat kabar yang ditulis dengan tulisan tangan, seperti Strange News di Inggris, Gazetta di Itali, dan Nova di Perancis.
Pada tahun 1440, seorang kebangsaan Jerman yang bernama Johannes Gutenberg menemukan mesin cetak yang menjadi tonggak berlakunya komunikasi menggunakan simbol – simbol tercetak. Pada tahun 1452 Gutenberg telah menggunakan plat metal untuk sistem mesin cetaknya yang terdiri dari 42 baris.
Perkembangan Teknologi Komunikasi Massa Pasca Revolusi Industri (1750 – 1900)
Pada masa ini tonggak sejarah perkembangan teknologi komunikasi didahului dengan ditemukannya mesin uap oleh James Watt. Penggunaannya pada tahun 1785 dalam industri menimbulkan massifikasi produksi yang memaksa pencarian raw material secara ekspansi ke luar Eropa. Melalui ekspansi ke luar Eropa tersebut menimbulkan kesadaran akan teknologi yang mampu mengatasi jarak, ruang, dan waktu.
Kecakapan manusia berkomunikasi dengan alat cetak mencetak berlangsung sekitar 500 tahun, kemudian manusia terampil berkomunikasi melalui getaran – getaran elektronik. Keterampilan ini secara berturut – turut dimilai dengan penemuan fotografi di atas besi plat (1872), telegraf oleh Samuel Morse (1844), telegraf cetak oleh David Hughes (1955), Cable Trans Tlantik (1866), telepon oleh Alexander Graham Bell (1876), radio telegraf oleh Guglielmo Marconi (1895), kamera film oleh Auguste dan Lois Lumiere (1895), serta keberhasilan Amerika mendemonstrasikan pesawat tv hitam putih pada tahun 1927.
Lima puluh tahun sesudah Amerika berhasil mendemonstrasikan pesawat tv, kecakapan manusia berkomunikasi memasuki generasi keempat melalui teknologi komunikasi yang lebih canggih. Rogers menyebutnya sebagai generasi media interaktif. Dalam kurun waktu yang relatif singkat berbagai macam teknologi komunikasi berhasil ditemukan. Secara beturut – turut dapat dicatat komputer pertama ditemukan di Amerika Serikat dalam tahun 1942, menyusul mesin foto kopi Xerox oleh Chester Carson (1946), transisitor oleh Laboratorium Elektronik Bell (1947), dan televisi berwarna pada tahun 1951. Enam tahun kemudian Rusia berhasil meluncurkan satelit Sputnik ke luar angkasa (1957), disusul Amerika Serikat dengan satelit Telstar (1962). Penemuan video perekam (1968), fiber optic signal (1975), tv computer game (1976), faksimile dan cetak jarak jauh (1980), teleconference, telephoto, telephone, video – magazine, Komputer modern (1985), dan terakhir telepon seluler dan jaringan internet (1990). Begitu cepatnya kemajuan teknologi komunikasi berlangsung dari waktu ke waktu, telah memberi pengaruh terhadap cara – cara manusia berkomunikasi.
Perkembangan Teknologi Komunikasi Zaman Modern (1940 – Sekarang)
Zaman modern merupakan jaman ketika berkomunikasi sudah mulai menyatukan manusia di berbagai belahan dunia tanpa terhalangi oleh jarak, ruang, dan waktu. Era ini mulai muncul ketika tahun 1942 ditemukan computer mainframe pertama di Philadelphia, Amerika Serikat yang disebut sebagi ENIAC (Electronic Numerical Integrator and Calculator).
Saat ini komunikasi manusia tergantikan dengan penggunaan medium yang lebih maju. Penggunaan internet, computer, telepon seluler, serta satelit memungkinkan manusia berkomunikasi dengan lebih mudah. Masa komunikasi interaktif juga ditandai dengan penetrasi teknologi digital ke dalam media komunikasi, sehingga menurut Roger Fidler inilah yang disebut komunikasi digital. Komunikasi digital diartikan sebagai sebuah bahasa yang menggunakan angka – angka untuk mengkodekan dan memproses informasi, yang dikembangkan untuk memudahkan komunikasi antara mesin dengan komponennya. Komunikasi telah memperpendek jarak, menghemat biaya, serta menembus ruang dan waktu. Komunikasi berusaha menjembatani antara pikiran, perasaan, dan kebutuhan seseorang dengan dunia luarnya.
Penggunaan listrik menjadi satu titik tolak perubahan / transformasi media, dan mendorong terjadinya evolusi dan perluasan komunikasi manusia hingga mengalami peningkatan yang amat cepat. Kemunculan listriklah yang sebenarnya memiliki pengaruh paling awal dan paling langsung terhadap domain media interpersonal.

3. Media-Media Komunikasi Interaktif

3.1 TELETEXT
Teletext boleh disebut sebagai cikal bakal kebutuhan orang pada informasi yang lebih luas di TV. Pada Teletext kita bisa mendapatkan informasi yang disediakan oleh stasiun TV, dari daftar acara TV hingga jadwal penerbangan. Teletext kini menjadi kuno dan kurang memenuhi kebutuhan informasi yang semakin luas saja setelah layanan internet melalui PC tergelar di seluruh dunia.
Apalagi juga kini sudah tersedia layanan Pay TV yang lebih interaktif seperti yang ditawarkan oleh TV satelit atau TV multikanal yang ditransmisikan lewat jaringan kabel atau pemancar gelombang mikro. WebTV memang tidak bisa disebut telah menjadikan pesawat TV lebih interaktif, tetapi hanya memfungsikan pesawat TV menjadi monitor bagi set-top box yang menjadi alat untuk mengakses internet. Akhir 1996 lalu WebTV telah menghapus anggapan itu. Akses ke jaringan informasi global telah menjadi semudah mengoperasikan VCR.
Teleteks adalah suatu sistem distribusi informasi tulisan (teks) dari stasiun pemancar TV ke pemirsa. Informasi itu dipancarkan bersama informasi TV (gambar dan suara) melalui channel atau saluran yang sama, baik dengan menggunakan modulasi analog maupun digital. Bentuk yang dihasilkan teleteks hampir sama dengan teleks atau telecopier facsimile. Kedua teknologi tersebut menyampaikan tulisan dalam waktu singkat dari satu tempat ke tempat lain. Bedanya, teletext tidak khusus mengirim ke alamat tertentu, tetapi ke semua pemirsa TV yang pesawatnya memiliki fasilitas teletext.

3.2 Satelit Komunikasi

Di era yang serba global ini, satelit telekomunikasi menjadi sarana paling efektif di bidang biaya dalam menghubungkan satu manusia dengan manusia lain di seantero dunia. Teknologi ini paling bisa diandalkan untuk daerah yang belum dijangkau oleh jaringan telekomunikasi seperti fixed telepon ataupun seluler. Teknologi ini pulalah yang semestinya bisa diharapkan oleh rakyat Indonesia, khususnya di daerah pedesaan.
Di Indonesia, satelit komunikasi yang kita kenal masih terbatas. Padahal di Eropa, satelit komunikasi sudah menjadi kebutuhan vital. Ini disebabkan jumlah perusahaan pengembang satelit komunikasi di Indonesia masih sedikit, bisa dihitung dengan jari. Sedangkan di Eropa, pengembang satelit sudah marak sejak lama.
Salah satu pengembang satelit komunikasi yang memimpin adalah Alcatel Space yang bermarkas di Cannes, Prancis. Bukan di Eropa saja, namun juga wilayah Amerika dan Asia Pasifik sudah mempercayakan pada satelit buatan Alcatel Space.
Pada awal tahun 1993, Satelindo adalah perusahaan swasta yang pertama terjun pada bisnis layanan satelit dengan meluncurkan Satelit Palapa C1. Satelit Palapa C1 dan lalu C2 bakal berumur hingga 14 tahun. Satelit-satelit ini telah digunakan secara luas oleh beberapa negara di ASEAN. Dengan satelit ini Indovision kelak akan menyelenggarakan layanan yang bisa disebut layanan interaktif, Karena akan tersedia antara lain layanan teleconference, Video on Demand (VoD), home shopping, home banking dan komunikasi data (internet), sehingga Indonesia boleh disebut sekarang telah memasuki era industri multimedia. Sementara di belahan lain dari bumi ini, Microsoft dengan beberapa perusahaan juga telah merambah pada industri satelit layanan komunikasi yang lain, seperti internet, video conference atau video on demand. Proyeknya yang terkenal sekarang ini adalah CyberStar atau “Internet di Angkasa”.
Satelit komunikasi adalah sebuah satelit yang ditempatkan diangkasa dengan tujuan telekomunikasi menggunakan radio pada frekuensi gelombang mikro. Satelit komunikasi modern menggunakan orbit geosynchron, orbit Molniya atau orbit Bumi rendah. Untuk pelayanan tetap, satelit komunikasi menyediakan sebuah teknologi tambahan, kabel komunikasi kapal optic fiber. Untuk aplikasi bergerak, seperti komunikasi ke kapal laut dan pesawat terbang, dimana aplikasi teknologi lain, seperti kabel, tidak praktis atau tidak mungkin.
Satelit komunikasi telah digunakan selama beberapa waktu secara cukup luas di Indonesia. Kelemahan umum komunikasi melalui satelit adalah biaya stasiun-buminya yang relatif mahal. Hal ini telah menghambat penggunaan komunikasi satelit dalam bentuk konvensionalnya sebagai jaringan akses dengan biaya terjangkau dan yang terbentang luas. Tersedianya terminal-terminal VSAT murah dalam dasawarsa yang lewat telah membantu dalam batas-batas tertentu dan telah memungkinkan pengguna dari segmen perusahaan dan pemerintah untuk memiliki jaringan melalui satelit guna hubungan data berkecepatan tinggi dan suara dengan biaya yang ekonomis.
Jaringan multimedia interaktif menggunakan satelit mempunyai beberapa kelebihan yaitu, jangkauan cakupannya yang luas baik nasional, regional maupun global. Kemudian, pembangunan infrastrukturnya relatif cepat untuk daerah yang luas dibanding teresterial juga sangat baik untuk daerah yang kepadatan penduduknya jarang dan belum mempunyai infrastuktur telekomunikasi. Selain itu komunikasi dapat dilakukan baik titik ke titik maupun dari satu titik ke banyak titik secara broadcasting, multicasting karena sinyal penerus dan sinyal untuk interaksi dapat dilakukan secara tidak simetri sehingga mampu mentransmisikan data dengan kecepatan yang tinggi
Ada beberapa kendala dari pada jaringan lewat satelit dengan alternatif pemecahannya yaitu biayanya dianggap sama untuk jarak yang jauh maupun dekat dan waktu transmisi yang relatif besar dibanding teresterial. Sistem satelit yang banyak dipakai pada saat ini adalah satelit yang non regenerative yaitu hanya melakukan fungsi merelay tanpa ada pemrosesan sinyal baik itu modulasi dan demodulasi. Penggunaan sistem satelit regenaratif akan menyebabkan harga dari satelit itu akan naik dikarenakan teknologi yang dipergunakan untuk aplikasi di ruang angkasa belum banyak dipakai untuk mencapai nilai ekonomisnya.
3.3 Perkembangan Telepon Seluler dari Tiga Generasi
Teknologi 3G
Pada saat ini ada dua cabang dari pengembangan 3G, yaitu dari sisi GSM (Global System for Mobile Communication)yang dipelopori oleh 3G Partnership Project dan CDMA (Code Division Multiple Access) yang dipelopori oleh 3G Partnership Project 2 (3GPP2). Kedua teknologi tidak kompatibel dan sesungguhnya saling berkompetisi.
Jaringan 3G tidak merupakan upgrade dari 2G; operator 2G yang berafiliasi dengan 3GPP perlu untuk mengganti banyak komponen untuk bisa memberikan layanan 3G. Sedangkan operator 2G yang berafiliasi dengan teknologi 3GPP2 lebih mudah dalam upgrade ke 3G karena berbagai network element nya sudah didesain untuk ke arah layanan nirkabel pita lebar (broadband wireless). Layanan 3G juga telah digembar-gemborkan namun pada kenyataannya, banyak ditemui kegagalan. Negara Jepang dan Korea Selatan adalah contoh dimana layanan 3G berhasil. Hal ini sangat mungkin disebabkan oleh faktor:
Dukungan pemerintah. Pemerintah Jepang tidak mengenakan biaya di muka (upfront fee) atas penggunaan lisensi spektrum 3G atas operator-operator di Jepang (ada tiga operator: NTT Docomo, KDDI dan Vodafone). Sedangkan pemerintah Korea Selatan, walaupun mengenakan biaya di muka, memberikan insentif dan bantuan dalam pengembangan nirkabel pita lebar (Korea Selatan adalah negara yang menggunakan Cisco Gigabit Switch Router terbanyak di dunia) sebagai bagian dalam strategi pengembangan infrastruktur.
Kultur masyarakatnya. Layanan video call, yang diramal menjadi killer application tidak terlalu banyak digunakan di kedua negara tersebut. Namun, layanan seperti download music dan akses Internet sangat digemari. Operator seperti NTT Docomo (Jepang) memberikan layanan Chaku Uta untuk download music. Sedangkan di Korea, layanan web presence seperti Cyworld yang diberikan oleh SK Tel, sangat digemari. Dengan layanan ini, pelanggan bisa mengambil foto dari handset dan langsung memuatnya ke web portal miliknya di Cyworld.
Keragaman layanan konten. Docomo dan SKTel tidak menggunakan WAP standar sebagai layanan konten nya. Docomo mengembangkan aplikasi browser yang disebut iMode, sedangkan SKTel mempunyai June dan Nate.
Ada beberapa pemahaman yang salah tentang 3G di dalam masyarakat umum antara lain adalah pemahaman bahwa layanan 3G tidak bisa tanpa ada cakupan layanan 3G dari operator, hanya membeli sebuah handset 3G tidak berarti bahwa layanan 3G dapat dinikmati, handset dapat secara otomatis pindah ke jaringan 3G bila pelanggan tidak menerima cakupan 3G, sehingga bila seseorang sedang bergerak dan menggunakan layanan video call, kemudian terpaksa berpindah ke jaringan 2G, maka layanan video call akan putus.
Layanan 3G berada pada frekuensi 1.900 Mhz. ITU-T memang mendefinisikan layanan 3G untuk GSM pada frekuensi 1.900 Mhz dengan lebar pita sebesar 60 Mhz. Namun, pada umumnya, teknologi berbasis CDMA2000 menggunakan spektrum di frekuensi 800 Mhz, atau yang biasa dikenal sebagai spektrum PCS (Personal Communication System).
Orang bisa bicara tatap muka realtime melalui “video call” dari ponsel berteknologi 3G. Dengan “video call” , kita tidak wajib untuk membekukan dan menyimpan dalam sistem dokumen ponsel karena komunikasi interaktif itu sendiri menjadi esensinya. Interaktifitas itu pulalah yang menjadi inti teknologi media digital lain seperti video konferensi dan internet.

3.4 Televisi Kabel Interaktif
Televisi kabel merupakan sebutan bagi program televisi yang mengadakan siaran melalui distribusi kabel dengan jaringan coexial dan fibre optik. Perusahaan tv kabel dan komunikasi menyediakan jaringan kabel fibre – optik untuk dapat menyediakan layanan interaktif yang lebih maju dalam bentuk program informasi, hiburan, komunikasi, data, atau multimedia. Pada sistem distribusi melalui kabel atau tv kabel, perusahaan harus menanam atau membentang bahkan memelihara kabel, dan suatu waktu nanti bahkan mengganti coaxial cable dengan fibre optik agar kapasitas saluran bertambah dan kualitas bertambah baik. Pada sistem distribusi dengan kabel, perusahaan harus menginvestasi untuk jaringannya paling tidak sebesar 60 juta US Dollar sebelum mulai mencari pelanggan.
Pada operator tv kabel di awal konvergerasi – konvergerasi telekomunikasi mencoba membuat jaringan tv kabel menjadi dua arah. Setelah 20 tahun menghubungkan komunitas – komunitas pedesaan yang hanya untuk menerima pancar ulang satu arah program – program siaran televisi, beberapa dari mereka menyadari bahwa sistem kabel memungkinkan sistem komunikasi dua arah. Satelit komunikasi dan siaran yang menyediakan pilihan dengan bayaran, yang dikembangkan khusus untuk menyalurkan melalui satelit dan kabel, misalnya home box office ( HBO ). Gagasan komunikasi dua arah ini dilakukan dengan memasang dua kabel pada rumah tangga pelanggan tv kabel, di mana satu kabel berfungsi sebagai pengirim dan yang lain menerima pancaran, serta sistem pemrosesan yang rumit difasilitasi pusat operator kabel.
Televisi kabel disiarkan dengan bantuan satelit yag didistribusikan melalui kabel. Di indonesia sendiri siaran tv kabel tidak cukup populer meskipun keberadaannya sangat interaktif. Percobaan tv kabel interaktif dimulai sekitar tahun 1970. Sistem pertama menggunakan Qube yang dikembangkan oleh perusahaan pertelevisian Warner Comunication dan amex cable. Meskipun layanan yang ditawarkan tidak cukup canggih, namun pemirsa dapat berinterasi langsung terhadap apa yang disajikan . Para pelanggan memilih film – film tontonan bayar, dan stasiun – stasiun itu melakukan penarikan jajak pendapat sederhana dan mengundang umpan balik.
Warner menghasilkan berbagai program yang dirancang untuk lebih memanfaatkan kemampuan dua arah Qube. Program – program olah raga seperti bola melibatkan penonton, penonton diajak untuk memberikan komentar – komentar serta mengikuti program kuis yang mereka adakan. Warner juga bereksperimen dengan bentuk demokrasi elektronik. Para penonton bisa memakai papan tombol mereka untuk mengomentari isu – isu pemerintahan dalam sidang balai kota yang disiarkan televisi, menetapkan orang – orang yang menurut pandangan mereka memenangkan perdebatan publik, dan memberikan suara mereka dalam pemilihan pura – pura. Hasilnya dengan cepat dihitung oleh sentral komputer sistem tersebut dan ditampilkan di layar televisi pelanggan.
Perusahaan tv kabel berikutnya ( Ceritos ) menciptakan televisi yang lebih interaktif. Pasar – pasar televisi kabel memanjakan pelanggan dengan belanja program. Artinya, setiap pelanggan tv kabel dapat memesan program yang mereka sukai, seperti film – film dan olahraga. Pemirsa dapat menikmati siaran televisi yang mereka minati di saat mereka inginkan. Tenggang waktu antara pemesanan dan kemunculan hanya tiga puluh menit. Selain itu tv kabel interaktif ini juga memingkinkan pelanggan memberi komentar terhadap apa yang disuguhkan.
Kepopuleran televisi kabel dilanjutkan oleh tv pay. Wilson Dizard seorang pakar komunikasi dari Amerika Serikat dalam bukunya Old Media New Media menyebut bahwa Pay Tv merupakan Cable Tv. Hal ini didasari oleh adanya penyebutan tv kabel terhadap penyiaran tv yang tidak biasa. Berbeda dengan tv kabel, pay tv lebih populer di Indonesia. Dua televisi berlangganan ( pay tv ) yang paling populer saat ini adalah Multivision dan indovision.
Jika tv kabel menggunakan distribusi kabel dari satelit, maka pay tv lebih menggunakan Wireless Cable ( WC ) dan Direct Broadcasting Satelit ( DBS ). Wireless muncul dengan digital compression yang mampu menyiarkan chanel yang lebih banyak. Sistem pay tv dengan wireless lebih murah dibanding dengan tv kabel , hal ini dikarenakan pembangunan wireless cable yang instant, sederhana dan tidak akan terganggu dari segi peletakkan . Meskipun beberapa ahli berpendapat bahwa tv kabel konvensional akan ditinggalkan untuk beralih ke wireless cable karena beberapa kelebihannya, namun pay tv yang saat ini berkembang merupakan penyempurnaan dari tv kabel berlangganan yang memungkinkan komunikasi interaktif.
3.5 PC DAN MICROCOMPUTER

Multimedia lebih akrab dipahami sebagai satu pencapaian teknologi pada personal computer (PC). Jika sebuah PC disebut multimedia, maka PC tersebut memiliki kemampuan menampilkan gambar bergerak dan suara, misalnya dari Video Compact Disc, Audio Compact Disc, serta dapat berkomunikasi antar komputer atau jaringan komputer melalui modem. Multimedia merupakan keterpaduan teknologi informasi (misalnya komputer) dengan teknologi komunikasi (misalnya jaringan kabel coaxial atau satelit).
Komputer pribadi atau PC adalah mikrokomputer yang tidak mahal. Pada awalnya PC didesain agar hanya dapat digunakan oleh satu orang pada satu waktu, dan juga kompatibel dengan PC IBM (IBM PC compatible). Nadi utama bagi mikrokomputer adalah Unit Pemroses Pusat mikroprosesor (microprocesor CPU). Mikroprosesor yang pertama adalah Intel4004 yang dikeluarkan pada 15 November 1971.

Komputer mikro muncul pertama kali sebesar dekstop pada tahun 1974, yang ditawarkan oleh Micro Instrumentation Telemetry System (MITS) yang didirikan oleh Ed Roberts tahun 1969.
Istilah komputer pribadi pertama kali digunakan di majalah New Scientist pada tahun 1964 dalam artikel berseri yang berjudul “The World in 1984″ (Dunia pada Tahun 1984). Dalam “The Banishment of Paper Work” (Hilangnya Pekerjaan Tulis-Menulis), Arthur L. Samuel dari Pusat Penelitian Watson (Watson Research Center) nya IBM menulis, “Meskipun mungkin saja kita dapat memperoleh pendidikan di rumah melalui PC orang tersebut sendiri, sifat asli manusia tetap tak akan berubah.”
Generasi pertama mikrokomputer mulai bermunculan pada tahun 70an. Namun begitu, ia tidak berkemampuan tinggi, dan kurang cakap dibandingkan dengan komputer bisnis (Business Computer) pada waktu itu, sehingga hanya digunakan oleh peminat komputer, atau hanya untuk permainan elektronik serta penggunaan bulletin board system.
Mikrokomputer menjadi alat perniagaan ketika program spreadsheet VisiCalc diluncurkan untuk mesin Apple II, dan kemudian untuk kelompok 8-bit Atari, Commodore PET, dan PC IBM yang menjadi program aplikasi terpopuler. Pada sekitar tahun 1980an, harga komputer pribadi yang rendah menjadi sebab utama kepopularannya untuk kegunaan di rumah serta bisnis. Pada tahun 1982, majalah Time memberikan “Komputer Pribadi” gelar “Man of the Year”.
Menjelang tahun 1990an, kemampuan Komputer pribadi meningkat secara drastis, sehingga hampir menyamai kemampuan komputer multi-user, seperti komputer kerangka utama. Kini komputer tahap tinggi (higher-end computer) lebih sering membedakan mereka dari komputer pribadi dari segi kestabilan serta kemampuan multitasking yang lebih baik, daripada hanya bergantung semata-mata pada kemampuan CPU.
PC dan perlengkapannya meliputi: printer (pencetak) ink jet, TV (tidak berkenaan), monitor CRT, modem kabel jalur lebar (broadband) untuk internet, scanner rata (flat bed). Menara tersebut sendiri (CPU, hard drive, dll). Keyboard dan mouse nya nirkabel.
3.6 APPLE MACINTOSH
Apple Inc, perusahaan raksasa komputer yang didirikan oleh duet Steve Jobs dan Steve Wozniak mampu bertahan di industri ini setelah melewati masa-masa suram persaingannya dengan Microsoft milik Bill Gates. Pada tahun 1976, ketika bekerja pada perusahaan komputer temannya memproduksi Video TeleType terminal (VTT), Wozniak mulai menggabungkan desain VTT dengan desain komputer yang sudah ia buat sebelumnya, terutama dengan menggantikan panel layar lampu kedip dengan layar video. Kemudian dia mencoba untuk memperlihatkan desain barunya itu kepada perusahaan Hewlett-Packard (HP), tapi Steve Jobs mengusulkan untuk memberi nama komputer pertamanya dengan sebutan Apple. Pada bulan Agustus 1976, Wozniak melihat sebuah pameran layar berwarna yang saat itu diseut Dazzler, dan saat itu Wozniak sangat terobsesi untuk menyempurnakan komputer Apple dengan menambahkan layar berwarna. Pada saat yang sama dia juga ingin menyederhanakan arsitektur memori komputer Apple menjadi lebih sederhana, namun tidak mengurangi performa dan hal ini menandai pertama kali dibuatnya processor yang memorinya dibagi (share) dengan memori video.
Komputer Apple yang pertama resmi di buat dan dirakit di garasi di rumah orang tua Steve Jobs. Salah satu faktor yang memperkuat eksistensi Apple adalah ketegasan dan konsistensi sikapnya pada produk yang dihasilkan. Kekuatan pencitraan Apple tidak hanya dibangun dari produk dan iklan, tapi melebihi itu. Ia juga dibangun oleh kekuatan sejarah yang mendekati mitos. Steve Jobs sangat hebat dalam urusan ini. Jobs sangat menginspirasi Apple dan penggunanya. Seperti kita semua tahu, Jobs mendirikan Apple pada usia yang masih sangat muda. Apple sangat sukses pada tahun-tahun awal. Kemunduran Apple dimulai ketika Wozniak keluar karena terjadinya perpecahan dalam tubuh pekerja Apple akibat gaya kepemimpinan Jobs. Jobs banyak menularkan gagasannya kepada Gates termasuk proyek ambisius inovasi komputer terbaru yang sedang dibuat Apple yakni Macintosh.
Dimulailah proyek pribadi Gates dengan Microsoft sebagai perusahaannya. Gates mencipta Windows dan melaunchingnya sebelum Apple memasarkan Macintosh. Saat itu, Windows lebih populer di dunia ketimbang Macintosh. Macintosh kurang merakyat dan tidak memiliki aplikasi secanggih Office. Steve Jobs keluar dari Apple.
Singkat kata, Jobs kembali ke Apple tahun 1997. Apple merangkak, banyak melakukan revisi, bahkan bekerjasama dengan musuhnya sendiri, Microsoft. Apple melakukan profit sharing dengan Microsoft. Sebagai kompensasi, Microsoft berkewajiban mengeluarkan program aplikasi Office yang kompatible dengan sistem operasi Apple Macintosh.
Pada tahun 2001, Apple mengeluarkan iPod, alat pemutar mp3 seukuran kotak rokok. iPod menggebrak dan disambut hangat oleh masyarakat dunia. Pamor Apple menanjak kembali. Tahun-tahun berikutnya Apple mengeluarkan MacBook, laptop dengan sistem operasi Mac OS X, jauh lebih baik dari Windows. Apple sudah memutar balik stereotip predikat terbaik inovator teknologi komputer. Microsoft dengan produknya Windows mulai gusar dengan keadaan ini. Belum lagi selesai bicara soal komputer, Pada Juni 2007 lalu, Apple memperkenalkan iPhone, ponsel hebat dengan tampilan total layar sentuh.
Saat ini, Apple seolah tinggal menunggu waktu saja untuk menjadi raja pasar bagi industri teknologi informasi. Faktor kesejarahan Apple dan tokoh inspiratif Steve Jobs inilah yang membuat pengguna Apple merasa memiliki sendiri perusahaan besar itu. Banyak muncul komunitas pengguna Apple di banyak negara di dunia. Mereka turut serta menjadi pilar bagi kemajuan dan perkembangan Apple. Pada WWDC (World Wide Developers Conference) Apple 2006 lalu, Apple mampu menarik pengunjung sebanyak 4.200 pengunjung dari 48 negara. Ini membuktikan bahwa pengguna Apple mampu memberikan simpati kepada perkembangan Apple.
Komputer Mac (iMac dan MacBook)
Hardware dan software yang terpasang dalam Mac saling bersinergi. Mac punya produktivitas yang lebih tinggi bila dibanding dengan PC (Sebutan untuk komputer Windows) untuk spesifikasi serupa. Mac didukung oleh wi-fi, bluetooth, infra merah dan front row remote sebagai piranti konektivitasnya. Sistem operasi Mac yakni Mac OS X punya performa yang baik. Mac hampir tidak pernah mengalami crash seperti terjadi pada Windows. Mac juga tidak membutuhkan driver bagi hardware tambahan seperti printer. Mac kebal virus. Anti virus tidak terlalu dibutuhkan pada Mac. Pengguna Mac tidak perlu lagi direpotkan dengan jadwal download update anti virus. Kita tidak akan mendapati komputer kita melakukan restart terus menerus lagi karena ulah Trojan misalnya. Masa-masa penuh kekhawatiran akan kerusakan hardware dan kehilangan data akibat virus usai sudah.

3.7 RADIO SATELIT
Sebuah radio satelit atau radio langganan adalah sebuah radio digital yang menerima sinyal yang disiarkan oleh satelit komunikasi, yang mencakup wilayah geografis yang lebih luas dari sinyal radio biasa. Radio satelit berfungsi di tempat di mana ada garis pandang antara antena dengan satelit, dengan syarat tak ada rintangan besar, seperti terowongan atau gedung. Pendengar radio ini dapat mengikuti saluran tunggal tanpa melihat lokasi jangkauan.

Karena teknologi ini membutuhkan akses ke satelit komersial untuk penyebaran sinyal, jasa radio satelit adalah sebuah bisnis komersial, yang menawarkan sebuah paket saluran sebagai bagian dari jasa mereka — membutuhkan sebuah langganan dari penggunak akhir untuk mengakses saluran. Sekarang ini, penyedia radio satelit utama adalah WorldSpace (Intl.), XM Radio & Sirius (A.S.). Karena sinyalnya memiliki hak cipta dan tidak-cocok satu sama lain, maka membutuhkan perlatan khusus untuk dekoding dan pemutaran. Mereka menawarkan saluran berita, cuaca, olah raga, dan musik.

Keunggulan radio satelit
Dengan menggunakan satelit, cakupan area yang dihasilkan sistem ini jelas lebih luas daripada yang dicapai stasiun radio konvensional. Di AS, cakupan areanya dibatasi hanya untuk seluruh wilayah negaranya. Dengan begitu, pendengar yang sedang melakukan perjalanan dari suatu kota ke kota lain di AS tidak perlu lagi pindah saluran ke stasiun radio yang berbeda. Cukup sekali tune ke XM Radio, setelah itu tidak perlu diubah lagi. Pada dasarnya, sinyal radio yang dipancarkan akan selalu mengalami redaman. Semakin jauh jarak yang ditempuh, semakin lemah pula sinyalnya sehingga mengurangi kualitas audio yang diterima. Penggunaan satelit berdaya tinggi (XM Radio menggunakan satelit berdaya 500 kilowatt) dengan pancaran langsung ke Bumi akan menghasilkan sinyal radio yang layak diterima oleh pesawat penerima.
Untuk dapat menerima siaran dari satelit, antena penerima dan satelit harus berada dalam kondisi line of sight (lurus, langsung tanpa halangan). Kondisi ini tidak akan tercapai jika penerima terletak di suatu lembah atau kota penuh gedung-gedung bertingkat. Untuk mengatasinya dipasanglah stasiun pengulang (repeater) yang berfungsi sebagai perantara satelit dengan penerima. Cara ini akan mengurangi daerah-daerah blankspot.
Radio satelit adalah satu-satunya siaran radio yang menggunakan teknologi digital seutuhnya. Kelebihan-kelebihan sistem digital dengan berbagai teknologi pemrosesan dan perbaikan sinyalnya menyebabkan audio yang ditampilkan radio satelit akan setara dengan kualitas CD.Untuk memaksimalkan keunggulan pemrosesan sinyal digital, kabel fiber optic dipasang di seluruh bagian pusat siaran (broadcast centre). Dibanding kabel tembaga, fiber optic sangat tahan terhadap interferensi frekuensi radio (radio frequency interference/RFI) dan dengung (hum) yang ditimbulkan oleh perangkat-perangkat listrik.
Selain itu, dengan daya pancar satelit yang kuat akan diperoleh rasio signal to noise (S/N) lebih besar dari 40 dB. Rasio S/N sebesar itu cukup untuk menghasilkan sinyal berkualitas tinggi yang tetap bersih. Untuk menambah kebersihan sinyalnya, radio satelit mempunyai dynamic range yang lebar. Sebagai perbandingan, dynamic range radio AM adalah 30 dB, radio FM 50 dB, sedang radio satelit 90 dB. Dengan dynamic range yang lebar, suara musik orkestra yang juga mempunyai dynamic range lebar tidak perlu lagi dikompres menjadi sempit, sebagaimana yang dilakukan di radio AM dan FM. Akibatnya, suara orkestra yang kita dengar akan sebening suara aslinya.Untuk mendapat kelebihan itu dan untuk mengakomodasi 101 saluran siaran, XM Radio menggunakan bandwidth sebesar 12,5 MHz, 60 kali lipat bandwidth sebuah stasiun radio FM yang hanya sebesar 200 KHz. Dengan kelebihan-kelebihan itu, pendengar radio tidak dapat membedakan suara yang dikeluarkan oleh CD dan radio satelit.
3.8. INTERNET
Awal mulanya internet dilahirkan pada puncak perang dingin pada tahun 1969 dan digunakan untuk kepentingan militer. Sebelumnya, internet dinamakan “Arpanet”, pada tahun pertamanya Arpanet menghubungkan empat pusat komputer di universitasyang terlibat dalam riset militer untuk U.S Defense Department Advance Researche Project Agency (Badan Proyek Riset Lanjut Departemen Pertahanan Amerika Serikat). Fokus dari riset ini adalah untuk merancang suatu “internet work”.
Sepanjang tahun 1980, internet tersebar ke sebagian besar lembaga-lembaga akademik dan pusat-pusat riset di Amerika Serikat bahkan ke banyak lokasi di dunia. Pada awal dasawarsa, internet telah menghubungkan sekitar 10.000 orang di Amerika Serikat melalui jaringan 400 komputer. Menjelang akhir dasawarsa, internet telah menghubungkan beberapa juta pengguna melalui lebih dari 100 negara telah memperoleh akses melalui komputer kepada layanan berita, perpustakaan, jumlah ilmiah dan akademik, papan buletin dan database.
Adapun perkembangan dalam periode 1989 dan 1994 adalah Mosaic atau yang lebih dikenal dengan Browser dan World Wide Web atau www. Selain itu www juga dikenal sebagai wilayah kemempuan jelajah. Internet adalah information superhighway, wilayah global elektronik dimana setiap orang dapat berkomunikasi dan saling bertukar informasi siapapun diseluruh dunia.
Perkembangan Teknologi Internet
Salah satu kemajuan teknologi adalah teknologi internet. Kendala waktu dan geografis dalam berkomunikasi dan menjalin hubungan antarmanusia bukan lagi sebuah persoalan. Seiring dengan berkembangnya teknologi di dunia, internet semakin memudahkan masyarakat berkomunikasi. Begitu juga di Indonesia, masuknya internet membawa angin segar didalam dunia telekomunikasi di Indonesia. Sebagai salah satu layanan telekomunikasi yang laju pertumbuhannya sangat menakjubkan, internet cukup menarik dan menyita minat banyak orang untuk berkomunikasi dengan cepat.
a. Aplikasi world wide web (www)
Aplikasi www saat ini menjadi program aplikasi yang sangat populer digunakan pada jaringan internet. Aplikasi www dikembangkan dari jaringan terestial. Setiap internet user mengakses web page (teks, grafik, suara, dll). Dalam kurun waktu 2 tahun terakhir, jumlah nast internet meningkat dan terus berkembang sampai sekarang. Sebagai salah satu layanan telekomuniaksi yang laju pertumbuhannya sangat cepat, internet cukup menarik perhatian network provider. World wide web adalah kumpulan dari data-data yang terhubung dengan hyperlink dan URL (Uniform Resource Locator).
b. Internet sebagai Media Komunikasi Interaktif
Dikatakan sebagai interaktif karena informasi itu serentak berkembang dan diterima serta meluas kemana saja. Interaktif tidaklah komunikasi satu arah, karena informasi diterima dan disampaikan kebanyak orang. Dalam konteks berbangsa dan bernegara, kegunaan internet sangatlah penting. Disini orang-orang tanpa hambatan dan tekanan menyampaikan inspirasi serta membantu pemerintah menjalankan fungsi-fungsi kenegaraan. Bahkan bisa dikatakan internet sebagai media interaktif yang efektif digunakan di berbagai kalangan terutama pemerintah.
Seiring dengan berkembangnya teknologi ini, kini komunikasi tidak semata-mata dilakukan dengan cara konvensional. Tapi lebih dari itu komunikasi Indonesia telah menuju ke komunikasi interaktif. Inilah yang disebut sebagai second media age-era, dimana telah dikatakan bahwa alat komunikasi tidak hanya satu arah. Dari sini jelas memungkinkan semua orang untuk ikut ambil bagian dalam proses interaksi. Hal ini memungkinkan publik untuk bicara bebas dan mengkritik kinerja pemerintahan. Langkah interaktif ini menciptakan suatu konsep “Cyberdemocracy” yang telah di singgung tadi. Jelas bahwa internet semakin memudahkan manusia berinteraksi dengan sesamanya, dimanapun, dan diruang lingkup apapun.

3.9. TELECONFERENCE DAN VIDEOCONFERENCE
Teleconference merupakan sistem komunikasi jarak jauh di mana sekelompok orang (lebih dari dua orang) yang berbeda lokasi bisa saling berkomunikasi melalui media-media tertentu. Ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan melalui teleconference ini, seperti ngobrol, diskusi, rapat, berbagi data (misalnya data Excel yang ada di komputer A bisa diambil atau diedit dari komputer B), dan masih banyak lagi.

Ada teleconference yang bernama audio conference, di mana orang-orang tersebut bisa berbicara seperti dalam pembicaraan telepon, namun ini melibatkan lebih dari dua orang. Ada juga videoconference yang memungkinkan orang-orang tersebut saling melihat melalui layar monitor yang tersedia. Perangkat yang dibutuhkan pun tergantung dari conference apa yang dilakukan. Jika misalnya hendak melakukan audio conference saja, tentu tidak dibutuhkan perangkat monitor. Demikian seterusnya.
Video teleconference telah lama dilirik orang untuk dapat memberikan solusi untuk memfasilitasi kecenderungan mobilitas manusia yang semakin tinggi. Namun sayang, selama ini teknologi ini belum dapat dinikmati banyak orang karena mahalnya biaya implementasi dan operasionalnya. Dengan semakin canggihnya teknologi kompresi data, saat ini untuk melaksanakan teleconference semakin mudah. contohnya beamer tv. alat ini menggunakan saluran telepon PSTN (telepon rumah) sebagai media transmisinya. Beamer tv bekerja seperti modem, mengkonversikan sinyal digital menjadi sinyal analog dalam bandwidth standard PSTN, yaitu 4kHz. Dengan kapasitas bandwidth 4kHz, modem mampu menghasilkan kompresi sampai 64kbps, sementara dalam kondisi buruk, alat ini didesain untuk tetap optimal dengan kecepatan transfer data 31,3 kbps. Beamer tv menganut standard compresi video ITU-TH324, sehingga mampu menghasilkan perubahan gambar 15 fps pada kecepatan 31,3 kbps. Dengan kemampuan ini, beamer tv mampu melaksanakan video teleconference pada jaringan telepon PSTN dengan kualitas cukup baik. Meskipun tidak sebaik kualitas film vcd yang memiliki standard minimal 25 fps, namun telah cukup handal untuk menangkap dan menampilkan detail citra dalam jarak jauh. Perubahan mimik dan detail citra merupakan konsideran penting dapat dibawa oleh alat ini. Instalasinya sangat mudah, semudah memasang mesin fax.

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN

Jadi dari penjelasan kami sebelumnya bisa dilihat bagaimana komunikasi berkembang dengan begitu pesat. Dan era komunikasi interaktif inilah yang sedang kita hadapi. Dengan teknologi komunikasi interaktif, manusia bisa berkomunikasi dengan lancar walaupun jarak memisahkan mereka. Komunikasi interaktif memungkinkan komunikan menjadi aktif dan dapat memberikan feedback terhadap informasi yang diterimanya. Interaksi timbal balik sangat terasa antar komunikator dengan komunikan. Inilah kenapa zaman modern ini dikenal sebagai masa komunikasi interaktif.
Dalam pemaparan tentang sejarah komunikasi interaktif ini dijelaskan pada kita bagaimana sekarang teknologi begitu erat dengan kehidupan kita. Kita lihat sekarang bagaimana manusia sudah tergantung dan tidak bisa terlepas dari teknologi komunikasi.
Tentunya perkembangan teknologi komunikasi tidak akan berhenti sampai di sini saja. Mungkin pada saat ini ketika kita melihat media – media komunikasi interaktif yang ada sebagai sebuah teknologi yang sangat menakjubkan, namun tidak tertutup kemungkinan pada era mendatang kita akan dihadapkan pada kemajuan teknologi yang lebih canggih.

DAFTAR PUSTAKA

Fidler, Roger. 2003. Mediamorfosis: Memahami Media Baru. Benteng Budaya:Yogyakarta.
Riyen dan Wilman R. 2006. Mengenai dan Mengatasi Kerusakan Software Handphone. PT Kawan Pustaka : Jakarta.
Goozali, Saydam, 2006. Sistem Telekomunikasi Indonesia.Alfabeta : Bandung.
Ardianto, Elvinaro, Komala Erdinaya. 2004. Komunikasi Massa Suatu Pengantar. Simbiosa Rekatama Media : Bandung.
Mc Quaill, Dennis. 1989. Teori Komunikasi Massa Suatu Pengantar. Erlangga : Jakarta.
Purba, Amir,dkk. 2006. Pengantar Ilmu Komunikasi. Pustaka Bangsa Press : Medan.
Arifin, Anwar. 1988. Ilmu Komunikasi Sebuah Pengantar Ringkas.
Cangara, Hafied. 1998. Pengantar Ilmu Komunikasi. Rajawali Press Jakarta.
Mufid, Muhammad. 2005. Komunikasi dan Regulasi Penyiaran. Kencana : Jakarta.
http://www.usu.ac.id/jurnal komunikasi.html

http://id.wikipedia.org/wiki/komputer_mikro

http://www.elektroindonesia.com/elektro/assi_/jan2003.html_5lk
http://www.wikipedia.org/wiki/satelit-32k-

http://satjournal.tcom.ohiou.edu/issue8/cur_psn8indo.html

http://www.sinarharapan.co.id/ekonomi/komunikasi/2005/0288/tele4.html
http://www.komputasi.lipi.go.id/utama.cgi?cetakaertikel&1111469594
http://www.kompas.com/kompas_cetak/0310/muda/598953.htm
http://www.kompas.com/kompas_cetak/0704/opini/3456187.htm-50k
http://www.kompas.com/kompas_cetak/0506/20/opini/1824882.htm-47k
http://www.kompas.com/kompas_cetak/0402/16/tekno/859599.htm-44k
http://www.kompas.com/kompas_cetak/0611/27/tekno/3124166.htm
http://www.kompas.com/kompas_cetak/0502/03/telkom/1538630.htm-43k

http://bandono.web.id/2007/06/11/makalahkomunikasi

http://supono.wordpress.com/2006/11/18/sejarah-telepon-seluler+sejarah+ponsel&hl=id

http://forum.darmajaya.ac.id/viewtopic,php?p=36&sid=07

http://www.x_phones.com/www/as_detail.
http://www.elektroindonesia.com/elektro/ut28.html
jojor.blogspot.com
Buku : Laba-Laba Media: Hidup dalam Galaksi Informasi, Menurut Pemikiran Manuel Castells. Penulis : Adeline M. Tumenggung. Pengantar : B. Herry Priyono. Penerbit : LSPP, Jakarta. Cetakan : I, 2005. Tebal buku : xiv + 70 hlm. Rating: ***** dari situs :
http://www.ruangbaca.com/resensi/?action=b3Blbg==&linkto=NTY=.&when=MjAwNTA5MzA=

Oktober 18, 2007 Posted by | teknologi | Tinggalkan komentar

Internet Siap Jelajah Luar Angkasa

Internet Siap Jelajah Luar Angkasa

<!––>
Seoul – Pertumbuhan jumlah pengguna internet di dunia sungguh mencengangkan. Mereka telah tumbuh sebanyak 20 kali lipat dalam satu dasawarsa ini, yakni menjadi sekitar 1,2 miliar pengguna dengan pertumbuhan server komputer dari 22,5 juta menjadi 489 juta.

Diramalkan, jumlah ini akan terus meningkat dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, telah disiapkan sebuah rencana untuk memperluas area cakupan internet.

Setelah puas melakukan ekspansi di bumi, internet disiapkan untuk menjelajah luar angkasa yang belum pernah tersentuh jaringan sebelumnya atau bahkan hingga merambah ke planet lain.

Vinton Cerf, vice president dan chief internet evangelist Google mengatakan, jika rencana ini terealisasi, orang dapat mengakses informasi dan melakukan percobaan di tempat yang jauh dari bumi.

“Internet dapat membawa kita ke tempat dimana belum pernah ada jaringan sebelumnya,” ujarnya dalam sebuah forum tahunan di Seoul, Korea Selatan. Saat ini, Cerf dan timnya di California tengah mempersiapkan proyek untuk menyempurnakan standar komunikasi internet di luar angkasa.

Cerf juga memprediksi, pertumbuhan pengguna internet di Asia mencapai 436 juta, Eropa 321 juta dan 233 juta di Amerika Utara. “Banyak pengguna di Asia menyarankan agar informasi yang tersaji di internet tidak hanya dalam bahasa Inggris,” ungkapnya, seperti dikutip detikINET dari AFP, Kamis (18/10/2007).

Saat ini terdapat 4,3 miliar unique addreess di internet. Menurut Cerf yang juga menjabat sebagai chairs the board of the Internet Corporation for Assigned Names and Numbers (ICANN), kini telah disiapkan sebuah format baru yang dapat mengakomodasi triliunan unique address baru.

Akhir bulan ini, rencananya ICANN selaku pengelola nama domain dan alamat di internet bakal mendiskusikan perluasan jumlah karakter yang digunakan untuk nama domain internasional, seperti .com atau .net yang selama ini hanya diadopsi dari bahasa latin dan romawi.

“Diharapkan awal pertengahan 2008, akan ada kesempatan registrasi nama domain internasional dengan bahasa lain selain Latin,” tandasnya.
detik.net

Oktober 18, 2007 Posted by | news | Tinggalkan komentar

Bermodal Suara Mulut, Kursor Komputer Bisa Diarahkan

Bermodal Suara Mulut, Kursor Komputer Bisa Komputer Bisa Diarahkan

Jakarta – Sebuah penelitian yang dilakukan ilmuwan dari Universitas Washington berhasil menemukan sebuah alat bernama Vocal Joystick. Alat ini mampu mendeteksi suara 100 kali per detik, untuk menggerakan kursor pada layar komputer.

Dengan teknologi ini, suara manusia tidak lagi sekadar untuk berkomunikasi atau bergosip dengan sesamanya, tapi juga untuk mengatur kendali atas komputer. Bagaimana caranya?

Perintah suara seperti :’ah’, ‘ee’, ‘aw’, ‘o’ serta suara lainnya melalui alat ini akan menggerakkan kursor dalam delapan arah gerakan berbeda. Cepat lambatnya gerakan kursor tergantung kuat atau lemahnya perintah suara yang diberikan. Sementara suara ‘k’ dan ‘ch’ dipakai untuk melakukan gerakan mengklik mouse. Demikian seperti dikutip detikINET dari Softpedia, Minggu (14/10/2007).

“Banyak orang yang lebih suka menggunakan suara daripada menggunakan tangan dan lengan mereka,” ujar Jeffrey Bilmes, seorang profesor di Universitas Washington tentang temuan ini.

Vocal Joystick ini diklaim akan mudah digunakan karena hanya membutuhkan piranti tambahan berupa mikrofon, sebuah komputer dengan sound card standar, dan tentu saja suara manusia penggunannya.

Penelitian Vocal Joystick ini direncanakan akan terus dikembangkan sehingga akan bisa diadopsi manusia dalam skala besar. Nantinya, penelitian ini akan dilanjutkan dengan mempertimbangkan berbagai macam aspek suara manusia yakni pengulangan kata, vibrasi ataupun tingkat kesengauan suara, sehingga nantinya Vocal Joystick akan makin sempurna. detiknet

Oktober 14, 2007 Posted by | news | 2 Komentar

iPhone siap didandani emas 24 karat

 iPhone Siap Didandani Emas 24 Karat

Jakarta – Sebuah perusahaan asal Inggris, Goldstiker, siap menyambut iPhone dengan aksosoris khusus. Yaitu dengan membuat sebuah pelat emas untuk mendadaninya.

Cellular News yang dikutip detikINET, Selasa (9/10/2007), pelat khusus ini dijadwalkan bakal hadir di akhir bulan Oktober.

Goldstiker sebelumnya memang sudah cukup populer sebagai penyedia aksesoris glamor bagi perangkat genggam dan aksesoris otomotif. Produk yang mereka pilih untuk didandani, tentunya merupakan barang kelas atas.

Sebab, pembelinya juga merupakan orang-orang yang ingin mengubah perangkat miliknya berbeda dari yang lain. Yaitu dengan menambahkan aksesoris yang mempunyai nilai prestis lewat kilauan emas ataupun butiran berlian.

Beberapa model ponsel yang pernah menjadi barang polesan Goldstiker antara lain Nokia Luna, Nokia 8800, 6300, LG Prada, LG Shine serta Sony Ericsson W880i.

Belum jelas harga yang akan dibanderol untuk pelat berlapis emas 24 karat bagi iPhone ini. Namun yang pasti, sesuai dengan kepuasan dan kualitas barang yang dihasilkan harga yang ditawarkan pastinya akan lumayan tinggi.

Hi-technews.net

Oktober 14, 2007 Posted by | news | Tinggalkan komentar

Kelompok B -selesai-

 

KONTEKS KULTURAL BAHASA TULISAN

(MEDAMORFOSIS BESAR TAHAP KEDUA)

 

D

I

S

U

S

U

N

 

OLEH:

 

KELOMPOK B

TEGUH HARYO YUDANTO (060904086)

M. SURYA ABDI BARUS (060904079)

ABDURRAHMAN L.T. (060904105)

M. GIZHAN TAMIMI (060904054)

RUTH CAROLINA C.S. (060904075)

ADISTIA TASYA (060904100)

NOVI RAHAYU DINIKA (060904035)

RAISA FITRI (060904010)

NURUL KHAIRINA (0609040083)

YULIA SYAHRINA (060904037)

SOYA SORAYA (060904049)

KHAIRIA RAHMATIKA (060904020)

AGHI AYU HPS (060904067)

MIRANDA AGUSTIEN (060904089)

ADE ARDIANTA (060604099)

MIRANDA GUSTI KABAN (060904065)

PUTRI WULANDARI (060904022)

WULAN MAYASARI (060904014)

RANI INDAH KOMALA (060904007)

 

 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

FAKULTAS ILMU SOSIAL ILMU POLITIK

DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI

MEDAN 2007-2008

 

KONTEKS KULTURAL BAHASA TULISAN

(MEDIAMORFOSIS BESAR TAHAP KEDUA)

 

A. Zaman Bahasa

Hingga kini belum ada suatu teori pun yang diterima luas mengenai bagaimnan bahasa itu muncul di permukaan bumi. Ada dugaan kuat bahasa nonverbal muncul sebelum bahasa verbal . konon hewan prinata berevolusi sejak kira-kita 70 juta tahun lalu. Jutaan tahun berlalu,sebelum hewan yang mirip monyet muncul pertama kalinya di afrika, yang salah satu spesiesnya kemudian berkembang menjadi makhluk yang mirip manusia (hominid) dengan otak yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan ukuran otak yang kita miliki.

1. Asal-usul Bahasa

Diduga makhluk-makhluk yang mirip manusia dan menggunakan alat pemotong terbuat dari batu ini namun masih seperti kera “berkomunikasi“ secara naluriah , dengan bertukar tanda alamiah berupa suara (gerutan, geraman, pekikan), postur dan gerakan tubuh, termasuk gerakan tangan dan lengan , sedikit lebih maju dari “komunikasi“ hewan primata masa kini. Mereka tidak menggunakan bahasa lisan yang membutuhkan penciptaan berbagai suara yang subtil. Salah satu sebabnya, kotak suata mereka identik dengan kotak suara kera, simpanse, dan hewan primata lainnya yang kita kenal sekarang ini, yang tidak mungkin mereka mengkombinasikan berbagai suara untuk membentuk bahasa manusia. Pendeknya, cara komunikasi mereka sangat primitive dibandingkan dengan komunikasi kita.

Banyak makhluk yang mirip manusia ini bsertahan untuk beberapa waktu dengan berburu dan mengumpulkan makanan, namun kira-kira 35.000 tahun yang lalu akhirnya punah secara misterius. Sementara itu, “manusia modern“ (homo sapiens), nenek moyang manusia, muncul secara misterius pula antara 90.000 dan 40.000 tahun lalu, di Eropa dan Timur dekat yang sebelumnya dihuni generasi terakhir hominid. Makhluk baru ini akhirnya menyebar ke berbagai bagian dunia, termasuk Asia dan Amerika.

Dulu nenek moyang kita yang juga disebut Cro magnon ini tinggal di gua-gua. Mereka punya sosok seperti kita, hanya saja lebih berotot dan lebih tegap, mungkin karena hidup mereka penuh semangat dan makan makanan yang lebih sehat. Ketika mereka belum mampu bserbahasa verbal, mereka besrkomunikasi lewat gambar-gambar yang mereka buat pada tulang, tanduk, cadas, dan dinding gua yang banyak ditemukan di Spanyol dan Prancis Selatan. Mereka menggambarkan bison, rusa kutub, dan mamalia lainnya yang mereka buru. Inilah sarana pertama yang dikenal manusia untuk merkam informasi.

Kemudian antara 40.000 dan 35.000 tahun lalu Cro Magnon mulai menggunakan bahasa lisan. Ini dimungkingkan karena mereka punya struktur tengkorak, lidah, dan kotak suara yang mirip dengan yang kita miliki sekarang. Kemampuan besrbahasa inilah yang membuat mereka terus bertahan hingga kini, tidak seperti makhluk mirip manusia sebelumnya yang musnah. Karena Cro Magnon dapat berpikir lewat bahasa, mereka mampu membuat rencana, konsep, berburu dengan cara yang lebih baik, dengan lebih efektif dalam lingkungan yang keras dan cuaca yang buruk. Mereka juga dapat mengawetkan makanan. Mereka juga punya waktu untuk bersenang-senang, membuat inovasi dan berkontemplasi. Namun mereka belum dapat menulis. Sementara itu, bahsas pun semakin beraneka ragam. Cara bicara yang baru berkembang ketika orang-orang menyebar ke kawsan-kawasan baru tempat mereka menemukan dan mengatasi problem-problem baru. Bahasa-bahasa lamu pun terus berevolusi dari generasi ke generasi.

2. Sejarah Perkembangan Bahasa di Dunia

Perkembangan sejarah bahasa dari jaman Yunani Kuno sampai sekarang tidak lepas dari adanya kontroversi. Kontroversi yang pertama sudah ada sejak abad keenam sebelum masehi. Dua kubu yang saling berhadapan saat itu kubu phusis dan kubu thesis. Kubu phusis percaya bahwa dalam bahwa itu ada keterkaitan antara kata dan alam. Keterkaitan antara kata dan alam itu, menurut kubu phusis, bersifat alami dan memang sangat diperlukan. Sebaiknya, kubu thesis percaya bahwa tidak ada keterkaitan antara kata dan alam. Hubungan antara kata dan alam sifatnya arbitrar dan konvensional.

Dalam mempertahankan pendiriannya, kubu phusis mengemukakan beberapa alasan. Pertama, adanya gejala onomatopoeia, yang berarti ‘gema suara alam’. Maksud kaum phusis ialah bahwa gema suara alam itu dipakai manusia untuk menamakan konsep-konsep kebendaan yang ada di sekelilingnya. Kata-kata dalam bahasa Inggris, sekaligus artinya dalam Bahasa Indonesia seperti misalnya, splash ‘percik’, pick ‘petik’, sway ‘ayun’, dan masih banyak lagi adalah bukti keyakinan para penganut kubu phusis ini.

Gejala onomatopoeia itu berkembang ke arah asosiasi bunyi dan dengan sifat atau keadaan seseorang atau benda. Misalnya, bunyi i dalam Bahasa Indonesia (menurut kesan saya) diasosiaskan dengan kecantikan, kemungilan, atau kesucian. Kata-kata melati, suci, murni, dan kebanyakan nama wanita Indonesia, adalah perwujudan dari asosiasi ini.

Selain simbolisme bunyi di atas, pandangan terhadap gema suara alam itu berkembang lagi ke arah asosiasi warna, lagu dengan perasaan. Perkembangan onomatopoeia yang mengasosiakan warna dan lagu dengan perasaan itu sangat bermanfaat dalam sistem pengaturan cahaya, warna kostum lagu-lagu pengiring dalam pementasan seni, drama, dan tari.

Di lain pihak, dalam mempertahankan pendiriannya, kubu thesis mengutarakan bukti-bukti bahwa nama yang diberikan oleh manusia kepada benda-benda di sekitarnya tidak menurut kaidah tertentu, misalnya menurut kaidah asosiasi antara nama benda dengan suara alam. Nama-nama yang diberikan itu hanyalah konvensi antara sesama anggota masyarakat pembicara dari suatu bahasa. Mengapa orang Inggris mengatakan branches of a tree, sementara orang Indonesia menyebut cabang-cabang pohon¸dan orang Jawa menamakan pange wit, dan dalam bahasa lain disebut lain lagi. Hal semacam itu sama sekali tidak mencerminkan adanya keterkaitan antara nama benda atau konsep dengan gema suara alam.

Kontroversi yang kedua terjadi sekitar abad ke-4 sebelum Masehi antara penganut faham Analogi dan penganut faham Anamoli. Karena tajamnya perbedaan keyakinan antara dua aliran ini, mereka tidak mau tinggal dalam satu kota. Para penganut paham Analogi berpusat di kota Alexandria, sedangkan para penganut paham Anomali lebih suka tinggal di kota Pergamum.

Dalam bidang bahasa, kaum Analogi percaya bahwa bahasa itu tertata menurut aturan yang pasti. Dalam bahasa Inggris dikatakan bahwa ‘languange is governed’. Keteraturan bahasa, menurut aliran Analagi, terdapat pada semua aspek: aspek fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik.

Dalam bidang sastra, para anggota kubu Analogi menyarankan agar tujuan karya sastra itu terutama untuk menghibur.

Kedua kubu itu menganjurkan agar kita mempelajari karya-karya sastra (puisi, prosa, maupun drama) pengarang-pengarang terkenal. Pernyataan kedua kubu itu mengandung maksud bahwa para sastrawan bertanggung jawab untuk menjadi model yang baik dalam hal berbahasa yang benar dan dalam hal mengajarkan moral. Kontroversi antara Analogi dan Anomali itu berlanjut sampai sekarang.

Kontroversi yang ketiga timbul pada jaman Renaissance, antara para penganut empirisme dan para penganut nasional. Kaum empiris percaya bahwa jiwa manusia itu mempunyai kemampuan, tetapi kita tidak tahu banyak tentang kemampuan itu. Mereka menganggap bahwa jiwa manusia itu seperti kertas kosong yang dalam istilah mereka yang sangat terkenal itu sebagai “tabula rasa”. Sebelum jiwa manusia melakukan kegiatan, manusia tidak mempunyai apa-apa. Dalam bahasa Latin ucapan mereka yang sangat terkenal ialah ‘Nihil estis intellectu, quod non prius tuerist in sensus’. Dalam Bahasa Indonesia ucapan di atas artinya kurang lebih ‘Jiwa kita ini kosong sebelum ada rangsangan lewat indera kita.’ Dalam masalah bahasa, kaum empiris percaya bahwa bahasa itu dipelajari dari lingkungan sekitar. Jadi, bahasa itu pada hakekatnya, menurut mereka, learned ‘dipelajari’.

Di pihak lain, kaum rasionalis percaya bahwa segala sesuatu itu dapat dicari rasionalnya, karena tidak mungkin segala sesuatu itu terjadi begitu saja tanpa ada alasannya. Gagasan pokok kaum rasionalis ialah bahwa jiwa manusia itu tidak seperti kertas kosong. Jiwa manusia berbekal pemikiran-pemikiran yang logis.

Dalam masalah bahasa, kaum rasionalis menyangkal bahwa bahasa itu didapat dari lingkungan. Sebaliknya, mereka percaya bahasa itu sudah ada dalam jiwa manusia sebagai pembawaan yang dalam istilah bahasa Inggris disebut innate. Karena pada hakekatnya manusia itu mempunyai bawaan yang universal sifatnya, bahasa pun mempunyai sifat yang universal pula. Di pihak lain, pengikut-pengikut paham empirisme, terutama Johann Gottfried von Herder (1744-1803), percaya bahwa jiwa dan pikrian manusia itu berbeda antara manusia yang satu dengan yang lain, tergantung pada budaya yang melingkunginya. Sebagai konsekuensi, Herder mengungkapkan adanya nasionalisme kebahasaan, dan ia tidak percaya bahwa bahasa itu mempunyai sifat universal.

Kontroversi yang sempat kita amati dewasa ini ialah kontroversi sejarah bahasa dalam abad ke-20, yaitu antara paham struktualisme dan para Cartersian Modern dengan Gramatika Transformasi Generatifnya.

Holisme yang diterapkan di dalam sejarah perkembangan bahasa melahirkan aliran struktualisme. Kata struktualisme berasal dari bahasa Latin strunctura, yang artinya bangunan. Menurut kaum struktualis, konsep apapun dapat dihayati sebagai bangunan. Dengan sendirinya, bahasa pun dapat dihayati sebagai bangunan. Menurut konsep ini, bahasa dibangun dari kalimat-kalimat; kalimat dibangun dari klausa-klausa; selanjutnya, klausa dibangun dari frasa-frasa; frasa dibangun dari kata-kata; kata dibangun dari morfem-morfem; dan akhirnya, morfem dibangun dari fonem. Tidaklah mengherankan jika gramatika yang diperkenalkan oleh aliran struktualisme itu terbatas pada gramatika struktur frasa yang dalam bahasa Inggris disebut Phrase Structure Grammar.

Chomsky berpendapat bahwa dalam masalah bahasa, kaum strukturalis mengacu pada kerangka pikir keperilakuan. Padahal, bahasa manusia itu sangat rumit, tidak sesederhana seperti yang diperkirakan oleh para penganut struktualisme. Selanjutnya, sarjana ini mengatakan bahwa jiwa kita ingin memahami bagaimana bahasa dikuasai dan dipergunakan dan dipergunakan oleh manusia, kita harus memisahkan sistem kognitif secara tersendiri, suatu sistem pengetahuan dan keyakinan yang berkembang sejak anak-anak, yang telah berinteraksi dengan factor-faktor lain, untuk menentukan jenis perilaku kebahasaan yang dapat kita amati. Dalam istilah linguistic, Chomsky menggunakan istilah kompetensi, yaitu yang mendasari itu tidak didasari oleh manusia. Dari konsep ini dapat dimengerti bahwa bahasa itu bukan learned¸ melainkan innate.

Di Indonesia kontroversi antara kelompok yang percaya bahasa itu mempunyai fungsi transaksional dan kelompok yang percaya bahwa bahasa itu berfungsi interaksional. Bagi para penganut transaksional, fungsi bahasa yang penting ialah daya penyampai pesan yang terkandung dalam kalimat atau ujaran. Kelompok ini percaya bahwa satuan bahasa yang terkecil ialah kalimat, sebab kalimat itu berisi pesan yang dianggap lengkap. Siapa yang menerima pesan tidaklah penting. Agar pesan dapat diterima tanpa salah kalimat haruslah jelas, seperti jelasnya kalimat yang diciptakan oleh seorang penutur yang ideal, tanpa cela.

3. Fungsi Bahasa Dalam Kehidupan Manusia

Mengapa manusia berbahasa dan mengapa terdapat banyak bahasa di dunia? kemampuan berbahasa munusia, yang membedakannya dari hewan lain yang lebih rendah, merupakan akibat dari pembesaran dan perkembangan otak manusia. Salah satu pandangan mengatakan bahwa orang – orang yang hidup di berbagai bagian dunia merasa perlu merncang solusi untuk memecahkan berbagai cara hidup, dan bersama hal itu, bahasa – bahasa berlainan untuk memenuhi kebutuhan merekan. Misalnya, cara hidup orang Eskimo yang unik harus menawrkan cara – cara bagi orang – orang ini untuk mengatasi lingkungan mereka.

Kita sering tidak menyadari pentingnya bahasa, karena kita sepanjang hidup menggunakannya. Kita baru sadar bahasa itu penting kerika kita menemui jalan buntu dalam menggunakan bahasa, misalnya : ketika kita berupaya bserkomunikasi dengan orang yang sama sekali tidak memehami bahasa kita yang membuat kita frustasi; ketika kita sulit menerjemahkan suatu kata, frase, atau kalaimat dari surat bahasa ke bahasa lain; ketika kita harus menulis lamaran pekerjaan atau diwawancarai dalam bahasa inggris untuk memperoleh suatu pkerjaan yang bagus.

Fungsi bahasa yang mendasar adalah untuk menamai atau menjuluki orang, objek, dan peristiwa. Setiap orang punya nama untuk identifikasi social. Orang juga dapat menamai apa saja, objek-objek yang berlainanm termasuk perasaan tertentu yang mereka alami. Penamaan adalah dimensi pertama bahasa dan basis bahasa, dan pada awalnya itu dilakukan manusia sesuka mereka, yang lalu menjadi konvensi. Mengapa matahari disebut matahari? karena ia disebut matahari! Adalah keliru menganggap sesuatu itu mempunyai hanya satu nama yang benar. Benda yang kita terima dari tukang pos kita sebut surat. Kestika isinya kita ketahui menawarkan barang atau jasa, kita sebut iklan. Karena kita tidak tertarik pada penawaran itu, benda itu kita buang ke keranjang sampah, dan kita menyebutnya sampah. Bagaimana kita menjuluki Emha Ainun Najib? budayawan, cendikiawan, seniman, penulis, kolumnis, kiai, penyanyi atau pelawak? Salah satu cara menjawabnya: bergantung pada apa yang sedang ia lakukan saat itu. Bila ita sedang berceramah agama, ia kiai. Bila ia sedang menulis buku, artikel atau kolom, ia penulis, dan bila ia senang menyanyi dengan iringan kelompol musiknya ia adalah penyanyi. Suatu objek mempunyai bebeapa tingkat abstraksi. Ibu kita adalah ibu, ibu adalah wanita, wanita adalah manusia, manusia adalah makhluk hidup, dan makhluk hidup adalah ciptaan Tuhan. Semakin luas kelasnya, semakin abstrak konsep tersebut. Sepanjang hidup kita sebenarnya belajar mengabstraksikan segala sesuatu.

Menurut Larry L. Barker, bahasa memiliki tiga fungsi: penamaan (naming atau labeling), interaksi, dan transmisi informasi. Penamaan atau penjulukan merujuk pada usaha mengidentifikasi objek, tindakan, atau orang dengan menyebut namanya sehingga dapat dirujuk dalam komunikasi. Fungsi interaksi menekankan berbagi gagasan dan emosi, yang dpat mengundang simpati dan pengertian atau kemarahan dan kebingungan. Melalui bahasa, informasi dapat disampaikan kepada orang lain. Anda juga menerima informasi setiap hari, sejak bangun tidur hingga anda tidur kembali, dari orang lain, baik secara langsung atau tidak (melalui media massa misalnya). Fungsi bahasa inilah yang disebut fungsi tranmisi. Keistimewaan bahasa sebagi sarana tranmisi informasi yang lintas waktu, dengan menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan, memungkinkan kesinambungan budaya dan tradisi kita. Tanpa bahasa kita tidak mungkin bertukar informasi: kita tidak mungkin menghadirkan semua objek dan dapat tempat untuk kita rujuk dalam komunikasi kita.

Book mengemukakan, agar komunikasi; kita berhasil, setidaknya bahasa harus memenuhi tiga fungsi, yaitu: untuk mengenal dunia di sekitar kita; berhubungan dengan orang lain; dan untuk menciptakan kohetensi dalam kehidupan kita.

Mari kita jabarkan ketiga fungsi ini. Fungsi pertama bahasa ini jelas tidak terlakkan. Melalui bahasa anda mempelajari apa saja yang menarik minat anda, mulai dari sejarah suatu bangsa yang hidup pada masa lalu yang tidak pernah anda temui, seperti bangsa Mesir Kuno atau bangsa Yunani. Kita dapat berbagi pengalaman, bukan hanya pristiwa masa lalu yang kita alami sendiri, tetapi juga pengetahuan tentang masa lalu yang kita peroleh melaui sumber kedua, seperti media cetak atau media elektronik. Kita juga menggunakan bahasa untuk memperoleh dukungan atau persetujuan dari orang lain atas pengalaman kita atau pendapat kita. Melalui bahasa pula anda memperkirakan apa yang akan dikatakan atau dilakukan seorang kawan anda, seperti dalam kalimat “kemarin kawan saya begitu marah kepada saya. Jangan-jangan ia tidak mau lagi berhubungan dengan saya“. Meskipun gambaran kita mengenai masa depan tidak selalu akutat, setidaknya bahasa memungkinkan kita memikirkan, membicarakan, dan mengantisipasi masa depan, misalnya apa yang akan terjadi terhadap manusia dan alam semesta berdasarkan dugaan yang dikemukakan para ahli ilmu pengetahuan dan orang bijak lainnya, juga berdasarkan wahyu Tuhan atau sabda nabi.

Fungsi kedua bahasa, yakni sebagai sarana untuk berhubungan dengan orang lain, sebenarnya banyak berkaitan dengan fungsi-fungsi komunikasi, khususnya fungsi social dan fungsi instrumental. Ringkasnya bahasa memungkinkan kita besrgaul dengan orang lain untuk kesenangan kita dan mempengaruhi mereka untuk mencapai tujuan kita. Melalui bahasa kita dapat mengendalikan lingkungan kita, termasuk orang-orang di sekitar kita. Seorang nyonya rumah dapat memerintahkan, “tolong bawakan minuman buat saya“, kepada pelayannya. Seorang kandidat dari sebuah partai politik dapat menyampaikan gagasannya, namun selaigus juga membujuk rakyat untuk memilih partainya dan mempertimbangkan dirinya sebagai calon presiden yang potensial. Kemampuan berkomunikasi dengan orang lain bergantung tidak hanya pada bahasa yang sama, namun juga pengalaman yang sama dan makna yang sama yang kita berikan kepada kata-kata. Semakin jauh perbedaan antara bahasa yang kita gunakan dengan bahasa mitra komunikasi kita, semakin sulit bagi kita untuk mencapai salaing pengertian. Meskipun orang Indonesia dan orang Malaysia berbicara bahasa melayu, atau orang Amerika dan orang Inggris berbicara bahasa inggris, mereka belum tentu mencapai kesepahaman, karena bebeapa perbedaan yang ada dalam kedua bahasa tersebut.

Sedangkan fungsi ketiga memungkinkan kita untuk hidup lebih teratur , saling memehami mengenai diri kita, kepercayaan-kepercayaan kita, dan tujuan-tujuan kita. Kita tidak mungkin menjelaskan semua itu denan menyusun kata – kata secara acak, melainkan berdasarkan aturan-aturan tertentu yang telah kita sepakati bersama. Akan tetapi, kita sebenarnya tidak selamanya dapat memenuhi ketiga fungsi bahasa tersebut, oleh karena, meskipun bahasa merupakan sarana komunikasi dengan manusia lain, sarana ini secara inheren mengandung kendala, karena sifatnya yang cair dan keterbatasannya. Seperti dikatakan S.I. Hayakawa, “ kata itu bukan objek “. Bila orang-orang memaknai suatu kata secara berbeda, maka akan timbul kesalahpahaman di antara mereka.

Apa yang akan terjadi jika manusia terisolasi, baik sengaja atau tidak, dari penggunaan bahasaa? Manusia hanya akan bserbahasa jika siasuh dalam komunitas manusia. Manusia yang “di asuh “ hewan seperti “ manusia srigala “ asal Hessia tahun 1349, “manusia beruang“ asal Lithuania tahun 1661, tidak berbicara bahasa manusia karena tidak berhubungan dengan manusia, mereka boleh jadi akan berbahasa meskipun tidak sesempurna manusia yang sejak lahir diasuh manusia. Pada tahun 1920-an seekor srigala “mengadopsi“ dua kembali ke masyarakat manusia. Tahun 1940-an kasus Isabella berusia enam tahun yang tidak dapat berbicara cukup mengejutkan. Sebagai putrid seorang bisu-tuli diluar perkawinan, Isabella di kurung di dalam sebuah ruangan gelap, dipisahkan dari keluarganya yang lain. Ketika ditemukan, ia hanya bisa berkoak-koak dengan suara parau. Isabella kemudian dirawat dokter dan psikolog klinis. Dua tahun kemudian ia bisa bicara normal.

 

C. Zaman Cetak

Lepas dari zaman tulisan, salah satu penyempurnaan paling besar dari perkembangan manusia berkomunikasi adalah ditemukannya cetakan. Sebelum abad ke 15 orang-orang eropa memproduksi buku-buku dengan menyiapkan manu scripti (salinan yang dicetak dengan menggunakan tangan). Walaupun hal demikian merupakan perkembangan bagus dalam dunia tulisan, proses tersebut sering tidak lepas dari kesalahan. Lebih penting lagi adalah, jumlah buku-buku yang disediakan sama sekali terbatas. Cetakan membawa perubahan yang fantastis. Ratusan bahkan ribuan salinan buku-buku tertentu dapat diproduksi dengan tepat dan cepat. Bisa dikatakan, penemuan mesin cetak merupakan kemajuan yang menakjubkan.

Hal penting yang mengikuti perkrmbangan era cetak ini adalah penggunaan kertas sebagai bahan untuk merekam tulisan. Hal demikian sudah dimulai di dunia islam sepanjang abad ke 18 dengan kertas kulit (meskipun sebenarnya kertas sudah muncul di China). Lama kelamaan, sostem pemakaian tulisan di atas kertas tersebar ke umat Kristen Eropa, khususnya ketika tentara moors menduduki Sepanyol. Tulisan yang awal mulanya dimonopoli oleh kalangan pendeta, elite politik, ilmuan dan ahli lain mulai bergeser. Masyarakat umum yang punya kemampuan untuk menulis dan membaca mulai merasakan kemanfaatannya.

Proses pembuatan cetakan dengan memakai sebuah tanda pada tanah liat memang yang tertua dalam proses cetak mencetak. Kemudian prises itu dilanjutkan dengan mencetak di dalam balok kayu lunak, baru kemudian digunakan tinta atau mencetak ke dalam kertas. Orang-orang China sendiri telah melakukan proses mencetak pada tahun 800 Masehi. Satu penemuan penting yang dilakukan orang China adalah mereka telah berhasil mencetak buku pertama yang berjudul Diamond Sutra.

Cetakan sebagaimana yang kita ketahui saat ini tidak mungkin terjadi tanpa perantaraan tukang emas di Mainz, Jerman pada tahun 1455. Tukang emas ini kemudian dikenal dengan nama Johan Gutenberg. Ialah yang awal mulanya memperkenalkan cara unuik mencetak. Sesudah melakukan banyak percobaan, dia membangun gagasan dengan membuat mesin baja untuk masing-masing huruf. Ternyata, mesin cetaknya mampu mencetak secara benar dan tepat, paling tidak jika hanya dibandingkan dengan salinan tulisan dengan memakai tangan.

Awalnya Gutenberg sendiri heran bahwa percobaannya bisa melipatgandakan jumlah cetakan. Tetapi dia khawatir, jangan-jangan penemuannya akan dianggap orang lain sebagai tiruan murah dari tulisan tangan. Kekhawatiran itu justru membuat dia menjadi sangat hati-hati. Kemudian, dia melakukan proyek pertama kali dengan mencetak injil. Ternyata pecobaannya sungguh luar biasa.

Tetapi Gutenberg sebenarnya tidak pernah menikmati hasil kreativitas dan imajinasinya, mes-kipun orang lain jelas akan mengakui kehebatan penemuannya. Ceritanya, suatu saat dia meminjam uang ke-pada pengacaranya untuk me-nyempurnakan penemuannya.

Baru saja menyelesaikan proyeknya yang pertama (mencetak injil yang belum pernah dilakukan orang lain) pengacaranya menuntut pembayaran kembali pinjamannya, bahkan mengadilinya dan “membersihkan” took, cetakan dan semua penemuannya (200 injil yang sudah tercetak dan segala hal yang dia miliki). Sepuluh tahun kemudian Gutenberg meninggal di dalam kemiskinan dan keputus asaan. Dia tidak penah menyangka bahwa penemuannya itu menjadi titik awal munculnya abad cetakan dan sangat berguna bagi umat manusia dewasa ini, khususnya awal munculnya era komunikasi massa. Bisa dikatakan inilah babak awal yang menjadi embrio munculnya era komunikasi massa.

Awal abad ke 16 baru saja dimulai, mesin cetak Gutenberg telah mampu mencetak dan melipatgandakan cetakan yang dapat dipindah dan telah mampu mencetak ribuan salinan buku cetak di atas kertas. Mereka menerbitkannya ke dalam bahasa Eropa dan bahasa lain. Hasil cetakan itu dapat dibaca oleh setiap orang yang mampu membaca ke dalam bahasanya masing-masing. Tersedianya buku-buku itu memacu perluasan akan arti pentingnya belajar membaca.

Dalam perkembangannya, kitab injil tidak hanya dicetak dalam bahasa Latin, tetapi juga bahasa-bahasa lain. hal demikian menimbulkan kekhawatiran pihak Gereja Roma. Pihak Gereja khawatir jangan-jangan keaslian kitab itu terancam. Oleh karena itu, Gereja selalu menjaga keaslian kitab ini dengan mencetak ke dalam bahasa kuno. Tetapi perkembangan cetak mencetak sudah sedemikian pesat. Kitab itu tidak hanya dimonopoli kalangan Gereja saja, tetapi juga masyarakat umum. Akhirnya, dengan pemahaman yang didapatkan di Gereja, mereka mulai berani menentang otoritas dan intrepertasi tunggal atas kitab injil pihak Gereja Roma. Sebuah media komunikasi baru ini membuka peluang cara untuk memprotes keberadaan agama dan struktur sosial. Munculnya gerakan Protestan juga mengarahkan pada perubahan besar yang mempunyai dampak pada hak-hak masyarakat barat sampai hari ini.

Ide dasar pengembangan surat kabar lebih awal di benua Eropa, Inggris dan “Dunia Baru” (negara taklukan ata yang ditemukan masyarakat Eropa). Pers kolonial orang Amerika baru mapan beberapa tahun sebelum Amerika Serikat ditemukan sebagai negara baru. Di Amerika sendiri baru tahun 1830-an ada surat kabar yang boleh dibilang sukses. Itu terjadi di New York. Surat kabar tersebut bisa disebarkan ke beberapa belahan dunia. Pada dekade ke tiga abad ke 19 dampak perkembangan cepat dari media cetak sungguh terasa sekali. Bahkan sudah ada gagasan untuk mengkombinasikan surat kabar ke dalam media massa komunikasi lainnya.

Melvin D Fleur dan Sandra J. Ball-Rokeach (1989) mengatakan ada dua hal penting yang layak dicermati dalam era ini. Pertama, media surat kabar dan juga media cetak lainnya bisa muncul setelah seperangkat kompleksitas elemen budaya muncul dean terus berkembang di masyarakat. Kedua, seperti hampir terjadi pada semua penemuan sebelumnya, penemuan mesin cetak merupakan gabungan antar elemen dalam masyarakat. Masyarakat menerima perkembangan media cetak itu karena tak lain sebagai sebuah kompleks budaya yang terus berkembang.

Di akhir abad ke 19 menjadi jelas munculnya beberapa media cetak seperti surat kabar, buku dan majalah yang semua itu dipergunakan secara luas oleh masyarakat. Media tersebut mewakili bentuk baru komunikasi yang mempengaruhi tidak hanya pola interaksi didalam komunitas dan masyarakat, tetapi juga pandangan psikologis. Sekedar contoh, ahli sosiologi Amerika Charles Horton Cooley menyatakan, ada beberapa faktor yang membuat media baru jauh lebih efisien dari pada proses-proses komunikasi pada masyarakat sebelumnya. Media baru itu lebih efektif sebagaimana yang dia katakana sebagai;

1) Expressiveness, membawa perluasan gagasan dan perasaan.

2) Permanent of Record, mengatasi waktu

3) Swiffness, mengatasi ruang

4) Diffussion, jalan masuk ke kelas-kelas yang ada dalam masyarakat.

Zaman emas media cetak sepanjang tengahan abad kesembilan belas, sederetan teknologi zaman industrial telah menimbulkan ledakan media cetak. Tetapi pertumbuhannya mulai melambat pada tahun 1870-an, sebagian karena ongkos dan waktu yang diperlukan dalam merakit huruf-huruf secara manual membatasi jumlah halaman yang bisa diterbitkan secara ekonomis.

Sejak zaman Guttenberg, tukang-tukang cetak memerlukan sekitar satu menit untuk merangkai sebaris huruf. Sejak tahun 1840-an telah dilakukan upaya-upaya mengembangkan sebuah mesin yang bisa merangkai huruf lebih cepat, tetapi tidak ada yang bisa diterima. Terobosan kritis akhirnya terjadi pada tahun 1886 ketika Ottmar Mergenthaler, seorang imigran Jerman penduduk Baltimore, mendemonstrasikan penemuannya kepada koran New York Tribute, yaitu sebuah mesin yang bisa mengecor barisan-barisan huruf dengan urut sebagai unit-unit terpisah. Dengan memakai keyboard, seperti yang dimiliki mesin tik, dengan mengagumkan seorang operator bisa menghasilkan lima barisan huruf per menit, atau sekitar 6.000 huruf setiap jam.

Periode dari 1890 sampai 1920 sering disebut sebagai zaman emas media cetak. Perusahaan-perusahaan besar penerbitan berkembang dengan subur, dan banyak penerbit koran, misalnya William Randolf Hearst, Joseph Pulitizer, dan Lord Northcliffe, menjadi sama terkenalnya bagi pembaca mereka dengan para selebritis dan para pemimpin dunia yang diliput oleh koran-koran mereka. Kekuasaan dan pengaruh para penerbit waktu itu besar sekali sehingga mereka bisa mengangkat atau menjatuhkan tokoh-tokoh polotis dan mengerahkan dukungan rakyat untuk peperangan di luar negeri, serta dukungan untuk kepentingan pribadi mereka sendiri.

 

B. Zaman Tulisan

Setelah berlangsung ribuan tahun lamanya, sampailah manusia ke zaman tulisan (era ini muncul sekitar 5000 tahun SM). Artinya, komunikasi yang dilakukan tidak lagi mengandalkan lisan, tetapi tertulis. Meskipun ini bukan berarti mereka tidak menggunakan komunikasi lisan. Mereka tetap menggunakan bahasa lisan tetapi didukung pula dengan bahasa tulis. Era ini berlangsung lebih pendek dari era sebelumnya. Sejarah tulisan itu sendiri adalah salah satu proses dari pergantian dari gambaran piktigrafi ke sistem fonetis, dari penggunaan gambar ke penggunaan surat sederhana untuk menyatakan maksud yang lebih spesifik. Era ini juga bisa disebut proses awal usaha manusia dalam usahanya merekam informasi dengan melukiskan atau menggambarkan gagasannya. Manusia Cro Magnon menjadi titik awal usaha manusia merekam informasi dengan menggambarkan kembali kehidupan binatang dan adegan dalam memburu binatang pada batu. Itulah media pertama kali yang dikenal manusia (terutama sekali yang tertulis). Kita juga telah mengetahui bahwa orang-orang Cro Magnon memproduksi lukisan-lukisan bagus pada dinding gua. Jadi sejarah tulisan itu sendiri sejalan dengan usaha manusia untuk merekam informasi yang diperolehnya.

Standarisasi makna sebuah gambar menjadi tahap penting awal perkembangan tulisan. Di awal perkembangannya, dorongan penting bagi pengembangan munculnya sistem tulisan itu adalah bahwa orang-orang tersebut perlu untuk menyimpan informasi, terutama yang berhubungan dengan batas tanah dan kepemilikan yang lain. proses merekam dilakukan agar terjadi persamaan pemahaman antara satu orang dengan orang lain. tak terkecuali bagi mereka yang terlibat dalam proses perdagangan. Para pedagang ini sangat membutuhkan bagaimana caranya merekam pembelian dan penjualan. Disamping itu, ada banyak kebutuhan lain yang harus dipenuhi di lapangan pertanian dengan proses merekam informasi ini. Sekedar contoh adalah bagaimana mengetahui pasang surut sungai (sebagaimana kasus di sungai Nil) yang sangat berguna bagi perencanaan proses mencocok tanam di masa yang akan dating. Dengan kata lain, akan ditanami apa jika sungai dalam keadaan surut. Jangan heran mengapa era tulisan kemunculannya dimulai di wilayah Mesir dan Sumeria kuno. Salah satu alasannya, di tempat inilah praktek pertanian dengan berbagai perhitungan yang memanfaatkan tulisan dimulai.

Sebuah prasasti yang ditemukan menginformasikan bahwa sekitar tahun 4000 SM ditemukan kota kuno di Mesopotamia dan Mesir. Sebagian besar prasasti ini menggambarkan lukisan dengan kasar atau goresan pada dinding bangunan. Dari penemuan prasasti ini bisa dikemukakan bahwa sudah ada standarisasi makna pesan. Misalnya secara sederhana gambaran matahari bisa berarti siang hari, membungkuk dengan tanda panah berarti berburu, garis yang berombak berarti danau atau sungai. Semua ini menjadi symbol awal dari sejarah kemunculan era tulisan. Standarisasi yang terjadi diuda kota kuno tersebut menjadi salah satu solusi manusia dalam menyampaikan pesan. Pesan-pesan itu jelas bisa mengatasi jarak dan waktu. Dengan standarisasi seperti itu sangat mungkin untuk menyampaikan pesan-pesan dari orang yang berjauhan letaknya atau bahkan pesan dari orang yang sudah meninggal dunia.

Bangsa Mesir menjadi penemu pertama pengembangan sistem glyps atau karakter simbolis. Pada tahap pertama kali mereka mengukir di atas batu, tetapi di waktu yang lain mereka menggambar dan melukis. Glyps milik orang mesar ini bisa dijadikan alasan awal munculnya standarisasi makna. Sitem ini hampir sama seperti yang dipunyai bangsa China dewasa ini.

Pada komunitas yang lain, seperti orang Sumeria yang tinggal di sebelah utara teluk Persia, juga melakukan hal yang sam. Orang Sumeria telah mampu mrngembangkan bentuk tulisan lain. mereka mulai menuangkan gagasannya dengan menggambar pada seonggok tanah lunak. Kemudian, karena sulit menggambar secara detail dalam tanah tersebut, mereka mulai memikirkan bentuk lain yang bisa mewakili ide-ide mereka. Tidak lama setelah itu, mereka menggunakan pucuk tongkat yang diruncungkan ke dalam sebuah bentuk yang dipecah-pecah (tidak utuh), untuk membuat tanda di dalam tanah itu. Hasil dari bentuk yang terpecah-pecah itu sering disebut sebagai tulisan cuneiform (tulisan kuno berbentuk baji) saat ini.

Penggunaan karakter untuk mempresentasikan suku kata adalah tahap pertama di dalam pembangunan tulisan phonetic (sistem bunyi ujaran) dan sebuah pemecahan yang cukup besar di dalam komunikasi manusia. Secara khusus, itu jelas akan membuat tingkat melek huruf semakin menjadi kenyataan.

Tulisan alpabet muncul kurang dari seratus tahun kemudian dan berkembang secara cepat. Tulisan tersebut kemudian menyebar ke seluruh dunia kuno, dan baru beberapa abad kemudian sampai ke negeri Yunani. Lambat laun gagasan penggunaan symbol huruf konsonan dan vocal muncul, lalu kemudian suku kata. Waktu itu karakter yang dibutuhkan kurang lebih seratus. Suatu jumlah yang sangat besar tentunya. Padahal saat sekarang kita hanya mengenal duapuluh enam karakter huruf saja.

Orang-orang Mesir awal mulanya sangat menyukai karakter simbolis tertentu. Tetapi lambat-lun mereka menggunakan konsonan saja. Meskipun sulit dimengerti, tetapi menjadi perkembangan tersendiri dan berarti bagi proses pengenalan huruf-huruf. Misalnya, kita menulis “bldg” dan mengatakan “building”. Jika kita tidak melengkapinya dengan vocal jelas akan sulit bukan?. Bisa jadi “bldg” diartikan dengan “buldog” atau “bledeg”. Ini salah satu alas an bahwa bangsa Mesir membangun tulisan phonetic, tetapi itu bisa dikatakan sudah terlambat jika dibandingkan dengan perkembangan di negara lain.

Sesudah banyak variasi pembahasan sejarah perkembangan tulisan, satu kejadian yang tidak boleh kita tinggalkan adalah yang terjadi di Yunani. Bangsa ini telah secara efektif dan sederhana mempunyai sistem standarisasi huruf. Sekitar 500 SM mereka telah secara luas menggunakan alpabet. Akhirnya, alpabet orang-orang Yunani masuk ke Roma yang kemudian dibangun serta dimodifikasi. Dewasa ini, kita menggunakan huruf-huruf capital (majuscule) dan huruf kecil (minuscule) yang berasal dari Roma itu.

Lambat laun sistem tulisan alpabetis ini berkembang secara cepat dan lengkap. Tanpa bantuan sistem tulisan ini bisa jadi populasi penduduk yang buta huruf akan menjadi lebih besar. Perkembangan yang pentingpun terjadi pula dalam ilmu pengetahuan, lukisan, pemerintahan dan keagamaan. Tingkat melek huruf yang kian meningkat mau tidak mau menjadi salah satu faktor perkembangan ini.

Sekitar 2500 tahun (sebelum munculnya ajaran Kristen), orang Mesir menemukan metode pembuatan jenis kertas yang dapat tahan lama dari papyrus. Dibandingkan dengan batu, papyrus jelas lebih baik. Alasannya, lebih mudah menulis di papyirus dengan kuas dan tinta dari pada memahat di atas batu. Papyrus itu sendiri asal usulnya ditemukan di muara sungai Nil.

Hal yang paling penting dalam era ini adalah perubahan dari menulis di batu ke media portable dan industri ringan. Perkembangan ini akan membuka kemungkinan perubahan penting pula di dalam organisasi sosial dan budaya masyarakat. Pertumbuhan teknologi komunikasi didasarkan pada media industri ringan dan portable ini, ditambah lagi symbol sistem tulisan yang dapat diproduksi secara cepat.

Perkembangan ini memberikan pengaruh pada perubahan kelembagaan. Sekedar contoh, orang-orang Mesir di sekitar tahun 2000 SM menggunakan papyrus untuk mengirimkan pesan tertulis dan merekam berbagai macam informasi. Tingkat melek huruf yang baik menjadi keahlian yang sangat berharga. Bahkan menjadi pembuka jalan bagi kemakmuran masyarakatnya. Para ahli (yang bisa membaca dan memahami tulisan) menjadi kelas istimewa dan mempunyai hak khusus dibawah kontrol elit. Ini tak lain karena adanya perubahan besar dibidang politik dan institusi keagamaan yang terus berlangsung. Perpustakaanpun dibuka. Dokrin agama dan kitab injil ditulis. Sekolah-sekolah bermunculan untuk mencetak para ahli. Bahkan seni dan ilmu pengetahuan mulai berkembang pula. Kesuksesan ini membawa berkah pada perkembangan tulisan. Semua hal bisa ditulis. Observasi dalam ilmu pengetahuan bisa direkam. Gagasan yang dibuat direkam, dilipatgandakan dan digambar serta diwariskan pada generasi selanjutnya. Fenomena ini menjadi tahapan yang penting dalam proses menuju zaman digunakannya mesin cetak sebagai alat komunikasi.

Hubungan antara tulisan dan bahasa (lisan) dapat dilihat secara histories maupun dari sudut pertumbuhan bahasa perorangan. Jauh sebelum masa histori, yaitu sebelum adanya tulisan-tulisan yang dipakai untuk mencatat kejadian-kejadian, manusia telah lama berbahasa, dan bahasanya tentulah bahasa lisan. Segala peraturan di dalam masyarakat pada waktu itu hanyalah dicatat di dalam ingatan anggota-anggotanya, dan anggota yang tertua biasanya merupakan anggota terhormat, karena menjadi “penyimpanan“ aturan-aturan dan catatan-catatan yang penting, atau dengan kata lain merupakan arsip hidup daripada masyarakat itu. Kejadian-kejadian yang penting diteruskan secara lisan dari orangtua kepada anak dan dari anak kepada cucu, turun temurun. Demikian pula cerita-cerita anggitan (fiction) di dongengkan kepada anak cucu. Hal-hal semacam itu masih jelas dapat dilihati di dalalm kehidupan masyarakat kita di desa-desa, di mana hukum-hukum tak tertulis, adaptasi, dan kebiasaan merupakan ugeran-ugeran atau norma-norma kehidupan. Kalau kita hitung, orang-orang yang tidak mempergunakan tulisan jauh lebih banyak daripada yang mempergunakan di dunia ini.

Ditinjau dari pertumbahan bahasa perorangan, anak-anak memperlajari dan menguasai bahasa lisan terlebih dahulu, sebelum mereka dapat menuliskan bahasanya. Kepandaian menulis ini biasanya didahului oleh kecakapan membaca. Sekolah dan alat massa, yaitu Koran, mendesakkan pengaruh tulisan kepada kehidupan manusia ini. Biarpun yang kedua itu dikurangi oleh alat massa yang lain, yaitu radio dan televise, sekolah-dalam arti penambahan ilmu pengetahuan-bertambah banyak dan meninggikan pengaruh tulisan itu.

Betapa pun besarnya peranan tulisan itu di dalam kehidupan masyarakat modern ini, bahasa pertama-tama ialah lisan, sedangkan tulisan itu hanyalah alat pencatat yang tidak sempurna belaka. Ketidaksempurnaan tulisan itu ialah karena tidak semua aspek bahasa dapat dinyatakan dengan tulisan, biarpun ada tanda-tanda bacaan, yang bisa menggantikan beberapa dari aspek-aspek itu. Tekanan, nada dan lagu kalimat seringa tidak dinyatakan di dalam tulisan.

Kekutangn tulisan itu dapat pula dilihat pada tidak tetapnya tanda-tanda tulissan itu dipakai untuk menyatakan bunyi-bunyi atau urutan-urutan bunyi bahasa. Dalam hal ini bahasa Indonesia mempunyai system tulisan yang baik, artinya sedikit sekali ketidak tetapan tanda-tanda tulisan kita yang terdapat. Hal ini umpamanya pemakaian tanda (e), yang dipakai untuk menyatakan bunyi-bunyi seperti yang terdapat di dalam suku pertama kata-kata tempe, kesan, dan nenek. Karena hal ini, orang yang yang tidak tahu sebuah kata yang di tulis dengan tanda itu akan bingung menafsirkan nilai tanda (e) itu, umpamanya pada tulisan kata (esa).

System tulisan yang sangat buruk ialah system tulisan bahasa inggris. Tanda yang sama dipakai untuk menyatakan bermacam-macam bunyi, seperti (ough), masing-masing di dalam kata-kata tough, though , dan hiccough. Sebaliknya tanda yang berbeda-beda dipakai untuk menyatakan bunyi atau urutan bunyi yang sama, seperti [e], [ee], [ea], [ei], dan [eo] yang dipakai untuk mewkili bunyi [i;], yang terdapat masing – masing di dalam kata-kata regent, flee, flea, receove, people dan receipt. Karena lah ini, dikabarkan bahwa George Bernard Shaw, penulis terkenal, menuliskan di dalam surat wasiatnyq untuk memberikan hadiah kepada siapa saja yang menciptakan ejaan yang sangat mudah bagi bahasa inggris. Rupa-rupanya, waktu masih hidupnya penulis itu banyak mendapat kesukarn dari ejaan bahasa inggris yang sangat buruk itu.

Bahasa dan tulisan adalah dua macam sistem tanda yang jelas berbeda; yang kedua hanya ada melulu untuk keperluan pencatatan yang pertama. Obyek ilmu bahasa bukanlah tulisan dan bahasa, melainkan hanyalah bahasa, sedangkan tulisan bisa dipakai untuk membantunya. Tetapi bahasa lisan yang mempunyai sistem tulisan demikian erat hubungannya dengan tulisannya, sehingga yang kedua ini bserhasil mengaburkann peranannya yang pokok. Orang lebih memperhatikan tanda tulisan daripada bunyi itu sendiri. Kesalahan yang sama ialah, apabila seorang menyangka akan lebih banyak dapat mempelajari gambar seseorang daripada orangnya sendiri.

Tetapi bagaimana menerangkan pengaruh tulisan itu ?

1) bentuk grafis daripada kata-kata kelihatannya seperti sesuatu yang tetap stabil, lebih sesuai untuk memperhitungkan kesatuan bahasa sepanjang masa daripada bunyi. Biarpun tulisan itu menciptakan kesatuan yang fictive, jaminan yang dangkal dripada tulisan lebih mudah ditangkap daripada jaminan satu-satunya yaitu jaminan daripada bunyi.

2) kebanyakan orang lebih tertarik kepada kesan visual hanya karena kesan-kesan ini lebih tegas dan lebih lama daripada kesan-kesan pendengaran; itulah sebabnya mereka lebih suka kepada tulisan. Bentuk grafis berhasil mendesak diri kepada orang banyak dengan kerugian di pihak bunyi.

3) bahasa sastra (tulisan) menambah pentingnya tulisan. Bahasa sastra mempunyai kamusnya dan tatabahasanya; di sekolah anak-anak di ajarkan dari dan dengan memakai buku; bahasa rupanya dikuasai oleh system tanda; system tanda itu sendiri atas seperangkat kaidah-kaidah pemakaian yang tertulis, yaitu ejaan; dan karena inilah maka tulisan memperoleh kepentingan yang pertama. Hasilnya ialah bahwa orang-orang lupa bahwa mereka itu belajar berbicara terlebih dahulu sebelum menulis, dan urutan yang sebenarnya ini dibaliknya.

4) apabila terdapat ketidak-cocokan antara ujar dan tulisan, penyelesaiannya sukar bagi tiap orang, kecuali bagi ahli bahasa (linguist); dan karena ahlibahasa tidak diberikan suara untuk penyelesaian itu, bentuk tulisan itu hamper selalu akan dimenangkan, sebab tiap penyelesaian yang didukung oleh tulisan itu telah gampang; demikian tulisan memperoleh kepentingan yang tidak selayaknya

Ada empat macam sistem tulisan, yaitu:

1) di dalam sistem ideografi tiap ide dinyatakan oleh sebuah tanda yang tidak dihubungkan dengan bunyi atau urutan bunyi tanda ide itu. Tiap tanda mewakili seluruh kata dan karena itu mewakili ide yang dinyatakan oleh kata itu. Contoh ideografi ialah “ tulisan “ di Mesir Kuno, di Babilonia dan di Cina

2) ada persangkaan bahwa evolusi tulisan itu terjadi dari ideografi kepada piktografi. Hal ini dapat dibayangkan, karena “ tulisan “ ideografi itu kurang berkecil-kecil menunjukkan edenya atau konsepnya. Umpamanya saja ideografi “ gedung “ dapat pula ditafsirkan sebagi rumah , pondok , gubug , dan juga gedung yang besar, sehingga mungkin kurang tepatnya. Itulah sebabnya timbul pengkhususan, dan lahirlah “ tulisan “ piktograf. Sistem ini memberikan gambar-gambar yang konvensional sebagai tanda-tanda konsep, seperti gambar rumah, pondok , pohon cemara , pohon nyiur, dan lain sebagainya. Tulisan kebanyakan bangsa Indian(Amerika) adalah system piktograf seperti ini.

3) system suku kemudian lahir, yang kira-kira sebagai tingkatan berikut sistem piktografi. Sistsem suku ini tentulah baik bagi bahasa-bahasa yang suku-suku kata-katanya sederhana, seperti bahasa Jepang, umpamanya. Oleh sebab itu, bahasa jepang mempunyai sistem suku ini di samping masih juga mempergunakan system ideografi, yang dinamakan Kanji. Menurut keterangan, penulisan bahasa dengan “huruf” Kanji belum dapat lengkap, lebih-lebih untuk “menyatakan” akhiran-akhiran, kata-kata baru atau kata-kata pungutan, sedankan arena itu diperlukan tambahan. System suku yang dipakai bangsa Jepang ada dua macam, yaitu Hiragana dan Katakana. Mula-mula bangsa Tamil, Arab, dan Hebreu juga mempergunakan sistem suku. Hal ini memang masih tampak pada tulisan arab, umpamanya yang lebih mementingkan konsonan-konsonannya. Bahasa-bahasa Semit memang baik sekali mempunyai tulisan semacam itu, karena pada dasarnya akar-akar kata yang terdapat merupakan jajaran konsonan-konsonan belaka, sedangkan sonan-sonan itu dipakai untuk “ memberikan variasi “, artinya untuk mengadakan derivasi dan konjugasi.

4) system yang sangat praktis ialah system fonetik. Sistem ini mencoba menghasilkan ututan bunyai-bunyi yang merupakan kata. Sistem fonetik ini kadang-kadang bersifat suku, kadang-kadang bersifat abjad, yaitu didasarkan kepada unsur-unsur yang tak terbagikan di dalam ujar. Dikabarkan bahwa abjad fonetis yang mula-mula terdapat di Fonesia (Lebanon yang sekarang) kira-kira 1725 tahun SM. Abjad itu rupa-rupanya hanya sekali itu diciptakan, yang pokok-pokok pikirannya kemudian dibawa orang ke India dan ke Yunani. Yang pertama itu, setelah mengalami perubahan-perubahan menjadi abjad Devanagari itu. Di Yunani abjad itu mendapat tambahan tanda-tanda vocal, smuanya disesuaikan dengan keperluan penulisan bahasa Yunani Kuno. Dengan tersebarnya agama Kristen, tulisan itupun tersebar pula, mula-mula ke Romawi, dan kemudian ke Eropa sebelah utara-tengah, yang kemudian melahirkan abjad-abjad Armenia, Georgia dan Gotia. Di Romawi, abjad Latin menjadi terkenal dan kemudian tersebar bersama bahasa Latin sebagai bahasa ilmu pengetahuan di sebagian besar Eropa yang lain. Demikianlah sejarah “perantauan“ abjad fonetis dengan singkatnya. Sudah barang tentu tiap pengambilan oleh bangsa lain, abjad itu mengalami perubahan-perubahan, yang di sesuaikan dengan keperluan bangsa itu, sehingga sekarang ini terdapatlah bermacam-macam abjad.

Ejaan suatu bahasa yang sempurna ialah apabila tiap bunyi bahasa itu dinyatakan oleh sebuah tanda atau huruf. Ejaan semacam ini biasanya disesuaikan dengan bunyi – bunyi yang membedakan, yang disebut fonem, di dalam bahasa itu, sehingga ejaan yang sempurana itu bisa kita sebut ejaan fonemis. Seperti kami terangkan di atas, ejaan bahasa Indonesia belum fonemis, karena masih terdapat penandaan yang tidak mengikuti dasar yaitu satu tanda untuk satu fonem.

Penulisan huruf (u) dengan diagraf (oe) pada sementara nama orang sebenarnya menyalahi ejaan bahasa Belanda. Sudah banrang tentu tiap orang Indonesia mempunyai hak untuk menuliskan namanya semau hatinya, tetapi orang – orang yang menuliskan namanya dengan ejaan Belanda itu tidak luput dari purbasangka kebelanda-belandaan. Ada yang menerangkan, bahwa mereka itu dilahirkan sebelum kemerdekaan, artinya pada waktu penjajahan Belanda, jadi tidak mungkin namanya dituliskan dengan ejaan kita yang sekarang. Orang tentulah heran akan keterangan itu, karena jangankann ejaan nama tidak dapat diubah, sedangkan pemerintah colonial yang beratus tahun itu bisa diubah dalam beberapa waktu saja. Lepas dari soal-soal itu, jika penulisan tidak sesuai dengan ejaan kita sendiri, tidak dapat dielakkan orang atau lebih-lebih anak-anak kita membaca nama-nama yang ditulis seperti: Doel, Kaboel, Koeloer, dan sebagainya, sebagai dowel, kabowel, dan kowelower.

1. Sejarah Huruf

Sejarah huruf bermula di Mesir purba. Pada 2700 SM orang Mesir telah membangunkan set dari sesetengah 22 hieroglyph untuk mempersembahkan konsonan individu dari bahasa mereka, tambahan ke-23 yang seolah-olah telah dipersembahkan kata-initial atau vokal kata-akhir. Glyph ini telah digunakan sebagai panduan sebutan untuk lologram, untuk menulis infleksi tatabahasa, dan, kemudian, untuk transkripkan kata pinjaman dan nama asing. Walaupun huruf dibuat secara semulajadi, sistem ini tidak digunakan secara tulen untuk menulis huruf. Huruf skrip tulen pertama adalah dipikirkan telah dibangunkan sekitar 2000 SM untuk pekerja Semitik di Mesir tengah. Lebih lima abad kemudiannya ia sebar ke utara, dan semua huruf berikutnya sekeliling dunia telah samada berasal-usul darinya, atau telah diinspirasikan oleh salah satu dari keturunannya, dengan kemungkinan berkecuali dari huruf Meroitik, sebuah hieroglyph adaptasi abad ke-3 SM di Nubia ke selatan Mesir.

 

a. Huruf Semitik

Skrip Zaman Gangsa Pertengahan dari Mesir telah kelak untuk ditafsirkan. Bagaimanapun, mereka muncul untuk menjadi kurang sebahagian, dan mungkin dengan lengkap, berhuruf. Contoh tertua dijumpai sebagai graffiti dari Mesir tengah dan bertarikh sekitar 1800 SM. Skrip Semitik ini tidak membatasi sendiri kepada tanda konsonantal Mesir yang wujud, tetapi menggabungkan sebilangan dari hieroglyph Mesir yang lain, untuk sejumlah yang mungkin tiga-puluh, dan menggunakan nama Semitik untuk mereka. Jadi, sebagai contoh, hieroglyph per (“rumah” dalam Mesir) menjadi bayt (“rumah” dalam Semitik). Ia tidak jelas pada masa ini samada glyph ini, apabila digunakan untuk menulis bahasa Semitik, telah tulennya berhuruf secara semulajadi, mempersembahkan hanya konsonan pertama dari nama mereka menurut dasar akrofonik, atau samada mereka boleh juga persembahkan babak konsonan atau malahan juga perkataan seperti mana moyang mereka ada. Sebagai contoh, “rumah” glyph mungkin bangkit hanya untuk b (b sepertimana beyt “rumah”), atau mungkin ia bangkit untuk kedua-dua p dan babak pr dalam Mesir. Bagaimanapun, apabila suatu masa skrip telah diwarisi oleh orang Canaan, ia telah tulennya berhuruf, dan hieroglyph asalnya mempersembahkan “rumah” bangkit hanya untuk b.

b. Keturunan abjad Semitik

Huruf Proto-Canaan ini, seperti prototaip Mesirnya, hanya mempersembahkan konsonan, sebuah sistem dipanggil abjad. Darinya dapat dikesan hampir kesemua huruf yang pernah digunakan, kebanyakan dimana turunnya dari yang lebih muda versi skrip Phoenicia.

Abjad Aramia, dimana berkembang dari Phoenicia pada abad ke-7 SM sebagai skrip rasmi Empayar Parsi, muncul menjadi keturunan dari hampir kesemua huruf moden Asia:

1. Abjad Ibrani moden dimulakan sebagai Aramia pelbagaian. (Abjad Ibrani asal telah dikekalkan oleh Samaritan).

2. Abjad Arab diturunkan dari Aramia via huruf Nabatean dari apa yang dipanggil sekarang selatan Jordan.

3. Abjad Syriak digunakan selepas abad ke-3 CE dikembangkan, melalui Pahlavi dan Sogdian, kedalam huruf dari utara Asia, seperti Orkhon (kemungkinan), Uyghur, Mongolia, dan Manchu.

4. Huruf Georgia adalah dari tempat asal yang tidak pasti, tetapi muncul menjadi sebahagian keluarga Parsi-Aramia (atau mungkin jadi Greek).

5. Abjad Aramia juga sudah pastinya keturunan dari Huruf Brahmic dari India, dimana disebarkan ke Tibet, Asia Tenggara, dan Indonesia bersama agama Hindu dan Buddha. (China dan Jepun, semasa menyerap Buddhisme, telahpun literat dan mengekalkan skrip logographik dan ejaan sukuan.)

Huruf Hangul alphabet telah diciptakan di Korea dalam abad ke-15. Tradisi mengatakan bahawa ia merupakan ciptaan autonomi; bagaimanapun, penyelidikan terkini mencdangkan bahawa ia mungkin berdasarkan kepada separuh sedozen huruf yang diambil daripada skrip Tibet melalui imperial huruf Phagspa dari dinasti Yuan dari China. Memang unik di kalangan huruf-huruf dunia, lebihan daripada huruf-hurufnya adalah diambil daripada teras ini sebagai satu sistem featural .

Selain Aramia, huruf Phoenicia memberi kebangkitan kepada huruf Greek dan Berber. Dimana huruf untuk vokal boleh sebenarnya menghindarkan legilibiliti Mesir, Berber, atau Semitik, ketidakhadiran mereka adalah bermasalah untuk Greek, dimana mempunyai struktur morfologikal yang amat berlainan. Bagaimanapun, terdapat penyelesaian mudah. Kesemua nama huruf dari huruf Phoenicia bermula dengan konsonan, dan konsonan ini adalah apa yang mempersembahkan huruf. Bagaimanapun, beberapa dari mereka adalah agak lembut dan tidak dapat disebutkan oleh Greeks, dan demikian beberapa nama huruf datang menjadi disebut dengan vokal initial. Mengikut dasar akrofonik yakni adalah sistem basis, huruf ini sekarang berdiri ubtuk vokal itu. Contohnya, Greeks tidak mempunyai hential glotal atau h, jadi huruf Phoenicia ’alep dan he menjadi Greek alpha dan e (kemudian dinama semula epsilon), dan berdiri untuk vokal a dan e berbanding dari konsonan ʔ dan h. Laksana perkembangan bertuah ini hanya dibekalkan untuk enam dari dua-belas vokal Greek, Greeks akhirnya mencipta diagraf dan lain-lain pengubahsuaian, seperti ei, ou, dan (dimana menjadi omega), atau dalam sesetengah kes dengan mudah abaikan kekurangan, seperti dalam panjang a, i, u.

Greek dalam giliran adalah sumber untuk semua skrip moden Eropah. Huruf dialek Greek barat awal, dimana huruf eta ditinggalkan h, memberi kebangkitan kepada Italik Kuno dan huruf Roman. Dalam dialek Greek timur, dimana tidak mempunyai /h/, eta berdiri untuk vokal, dan ditinggalkan vokal dalam Greek moden dan semua lain-lain huruf dipemerolehan dari pelbagaian timur: Glagolitik, Cyrillic, Armenia, Gothik (dimana menggunakan kedua-dua huruf Greek dan Roman), dan mungkin jadi Georgia.

Walaupun deskripsi ini persembahkan evolusi skrip dalam fesyen linear, ini adalah diperkemudahkan. Sebagai contoh, huruf Manchu, diturunkan dari abjad Asia Barat, adalah juga dipengaruhi oleh hangul Korea, dimana samada bebas (pandangan tradisional) atau dipemerolehan dari abugida Asia Selatan. Georgia nyata dipemerolehan dari keluarga Aramia, tetapi kuat dipengaruhi dalam konsepsyennya oleh Greek. Huruf Greek, sendiri akhirnya adalah pemerolehan dari hieroglyph melalui yakni huruf Semitik pertama, kemudian mengambilguna tambahan separuh dozen hieroglyph demotik apabila ia digunakan untuk menulis Coptik Mesir. Kemudian terdapat Suku Kata Cree (sebuah abugida), dimana muncul menjadi fusyen dari Devanagari dan tangan pendek Pitman; terkemudiannya mungkin adalah ciptaan bebas, tetapi berkemungkinan mempunyai asalan akhir dalam skrip Latin kursif.

c. Nama Huruf dan Siri

Tidak diketahui berapa banyak huruf-huruf dalam huruf Proto-Sinaitik, atau apa susunan huruf mereka. Di kalangan warisnya, huruf Ugaritik mempunyai 27 konsonan, huruf Arab Selatan mempunyai 29, dan abjad Phoenicia telah dikurangkan kepada 22. Skrip-skrip ini disunsunan dalam dua susunan, satu arahan ABGDE dalam bahasa Phoenicia, dan satu arahan HMHLQ di selatan; Ugaritic menyimpan arahan-arahan tersebut. Kedua-dua jujukan telah dibuktikan secara tak disangka-sangka ia telah dibuktikan stabil di kalangan waris-waris skrip ini.

Nama huruf ini dibuktikan stabil dikalangan waris Phoenicia, termasuk Samaritan, Aramia, Syriak, Ibrani dan huruf Greek. Bagaimanapun, mereka telah terbiar dalam Arab dan Latin. Huruf siri terus lagi ayau kurang sempurna kedalam Latin, Armenia, Gothik, dan Cyrillic, tetapi telah terbiar dalam Brahmi, Runik, dan Arab, walaupun susunan abjad tradisional ditinggalkan atau telah diperkenalkan semula sebagai altenatif dalam terkemudiannya

22 konsonan akaun ini untuk fonologi Semitik Barat Laut. Dari pembinaan semula konsonan Proto-Semitik, tujuh yang hilang: iaitu frikatif interdental , , , lateral frikatif tanpa suara ś, ́, frikatif uvular disuara g, dan perbezaan antara uvular dan frikatif tanpa suara farigil , , dalam Canaan bercantum dalam et. Enam pelbagaian huruf ditambah dalam akaun huruf Arab untuk ini (kecuali untuk ś, dimana terus hidup sebagai fonim terpisah dalam Ge’ez ሰ): > āl; > ā‘; > ād; g > gayn; ́ > ā‘; > ā‘ (tetapi nota yakni pembinaan semula ini adalah dengan berat dimaklumkan oleh Arab; lihat Proto-Semitik dengan lebih terperinci).

d. Huruf Bebas Bergrafik

Huruf moden kebangsaan yang hanya yakni telah tidak secara grafiknya dijejak balik kepada huruf Canaaan adalah skrip Maldivia, dimana yang uniknya adalah, walaupun a jelasnya dimodelkan selepas Arab dan mungkin jadi lain-lain huruf yang wujud, ia dipemerolehan dari bentuk hurufnya dari angka. Huruf Osmanya difikirkan untuk Somali pada 1920an telah ko-rasmi di Somalia dengan huruf Latin hingga 1972, dan bentuk konsonannya kelihatan menjadi inovasi lengkap.

Dikalangan huruf yang tidak digunakan sebagai skrip kebangsaan kini, beberapa yang jelas bebas dalam bentuk huruf mereka. Huruf fonetik Zhuyin dipemerolehan dari watak Cina. Huruf Santali dari India timur kelihatan menjadi berdasarkan pada simbol tradisional seperti “bahaya” dan “tempat mesyuarat”, baik juga seperti piktograf yang dicipta oleh penciptanya. (Nama huruf Santali adalah yang berhubung kepada bunyi mereka persembahkan melalui dasar akrofonik, seperti dalam huruf asli, tetapi ia adalah konsonan akhir atau vikal dari nama yakni huruf ini mempersembahkan: le “pembengkakan” mempersembahkan e, manakala en “membanting bijirin” mempersembahkan n.)

Dalam dunia purba, Ogham terdiri dari tanda bersamaan, dan inskripsi monumental dari Empayar Parsi Kuno telah ditulis dalam skrip cuneiform berhuruf berkeperluan yang empunya bentuk huruf kelihatan telah dicipta untuk kadang-kadang. Bagaimanapun, manakala semua huruf dari sistem ini mungkin telah grafikalnya bebas dari lain-lain huruf di dunia, mereka telah difikirkan dari contoh mereka.

e. Huruf dalam Media Lain

Perubahan kepada medium penulisan baru kadangkala menyebabkan pemecahan dalam bentuk geografi, atau membuat perhubungan sukar untuk dijejak. Ia tidak segera ketara yakni cuneiform huruf Ugaritik dipemerolehan dari abjad Semitik prototipikal, sebagai contoh, walaupun ia kelihatan menjadi kes. Dan manakala huruf manual adalah penerusan terus dari huruf tempatan bertulis (kedua-dua dua-tangan British dan huruf Perancis/satu-tangan Amerika mengekalkan bentuk huruf Latin. seperti huruf manual India buat Devanagari, dan Korea buat Hangul), Braille, semafor, bendera isyarat maritim, dan kod Morse adalah perlunya bentuk geografi rambang. Bentuk Braille Inggeris dan huruf semafor, sebagai contoh, adalah dipemerolehan dari susunan berhuruf dari huruf Latin, tetapi bukan dari bentuk grafik huruf mereka sendiri. Tangan pendek moden juga kelihatan menjadi geografinya tidak berhubungkait. Jika ia dipemerolehan dari huruf Latin, perhubungan telah hilang dalam sejarah.

 

2. Sejarah Perkembangan Tulisan

Sistem tulisan yang dikenal paling dahulu, mula-mula bergambar, tampaknya adalah sistem tulisan bangsa Sumeria (sekitar 3000 SM, di Mesopotamia). Beberapa pakar menunjukkan sebuah hubungan derivasi antara sistem tulisan ini dengan sistem tulisan Mesir Kuno dan bahkan sistem tulisan Cina. Meskipun berhubungan dengan sistem tulisan Cina tampaknya tidak mungkin ada.Tulisan Sumeria mula-mula digunakan hanya dalam konteks terbatas untuk keperluan administratif, ketimbang untuk komunikasi umum dan sastra. Tulisan ini kemudian diperluas rentangan dan pemakaiannya.

Dalam makalah ini, kita mengawali sejarah kajian linguistik dengan hasil-hasil yang telah dicapai bangsa Yunani kuno. Hal ini dikarenakan alasan yang sederhana yaitu bahwa para pemikir Yunani tentang bahasa, dan tentang masalah-masalah yang ditimbulkan penelitian linguistik, mengawali di benua Eropa kaji-kajian yang dapat kita sebut ilmu linguistik dalam pengertian yang paling luas, dan bahwa ilmu ini merupakan suatu fokus minat yang berkelanjutan dari zaman Yunani kuno hingga ke zaman sekarang ini dalam suatu urutan kepakaran yang tidak ada putus-putusnya.

Tulisan yang semula dalam huruf bergambar atau tulisan yang diciptakan orang Mesir dan di tempat-tempat lainnya, secara terpisah, seperti di Cina dan Amerika Tengah. Tulisan silabik yang kemudian menjadi sumber abjad Yunani barangkali diciptakan dengan meniru tulisan Mesir, dan secara bertahap diubah.

Perkembangan apa pun dari suatu sistem tulisan yang memungkinkan pencatatan secara visual, suatu bahasa sebagaimana bahasa itu diucapkan dan dipahami merupakan suatu hasil karya besar. Biasanya selama beberapa generasi dalam analisis linguistik yang secara khusus diterapkan atau diarahkan kepada kebutuhan-kebutuhan praktis. Akan tetapi, terlepas dari penemuan tulisan sebelumnya dan berlanjut dari tulisan itu, kita mempunyai contoh-contoh naskah Gramatiks Kuno dari Babilonia, yang berasal dari kurang lebih 1600 SM dan sesudahnya yang ditulis pada tablet dengan tulisan kuno berbentuk baji (cuneiformscript) yang menuliskan dalam bentuk contoh tasrif infleksi-infleksi kata ganti, kata kerja dan jenis kata lain dari bahasa Sumeria dengan padanannya dalam bahasa Akkadi (bahasa Babilonia).Tujuan karya ini adalah untuk pelestarian pengetahuan tentang bahasa Sumeria suatu bahasa yang telah menjadi bahasa mati, namun banyak menuliskan kesusastraan Babilonia masa lalu.

Namun pada zaman Yunani kunolah linguistik teoritik memiliki asal Eropanya, sebagian karena persyaratan-persyaratan praktis. Namun dari zaman itu pulalah kita memiliki catatan-catatan pertama kita mengenal perkiraan-perkiraan linguistik, namun jauh melampaui perkiraan-perkiraan itu, kita memiliki linguistik rakyat dan penerapan-penerapan praktis.

Dalam perkembangan sejarahnya ia telah berhubungan dengan kontribusi-kontribusi utama kelompok pakar-pakar linguistik.Bangsa Yunani klasik telah sadar akan adanya bangsa-bangsa yang memakai bahasa lain, bukan bahasa Yunani dan pembagian dialek di antara penduduk yang berbahasa Yunani. Herodotus dan lain-lainnya mengutip dan membahas kata-kata asing. Plato mengakui dalam percakapan di Cratylus kemungkinan bahwa sebagian dari kosakata Yunani berasal dari bahasa asing dan kita mengetahui adanya penutur dwibahasa dan juru bahasa profesional.

Pada bagian awal tahun 1000 SM, sistem abjad untuk penulisan untuk penulisan bahasa Yunani diupayakan dan ini berfungsi sebagai dasar dari abjad Yunani Attic klasik (dari Atena) dan dialek-dialek sastra lainnya dan bersama-sama dengan abjad Romawi yang berasal dari abjad Yunani versi Yunani bagian barat, menjadi asal mula dari sistem tulisan yang tersebut ke seluruh dunia dewasa ini.Kini kita tahu bahwa tulisan dikembangkan di Yunani dalam dua periode yang terpisah. Selama milenium kedua bangsa Mycenea menggunakan sistem tulisan silabik yang mencakup beberapa logogram (lambang untuk tiap kata terpisah). Ini juga dikenal sebagai linear B, dan selama jangka waktu yang lama tetap tidak bisa dibaca. Seperti tulisan Sumeria awal, sistem ini tampaknya sebagian besar terbatas penggunaannya di dalam bidang administrasi dan akuntansi. Tafsiran dari tulisan ini dan penentuan yang hampir pasti dari bahasa yang direkamnya sebagai variasi permulaan bahasa Yunani merupakan salah satu peristiwa utama tentang pengetahuan klasik belakangan ini dengan pengaruh yang sangat dalam terhadap pengetahuan kata tentang kebahasaan dan kesejarahan Yunani kuno.

Namun, selama zaman gelap yang mengikuti invasi bangsa Dorian, pengetahuan tulis-menulis lenyap, dan abjad Yunani sebagai yang kita ketahui sekarang ini dikembangkan secara bebas dari suatu penyesuaian tulisan bangsa Phoenicia. Sistem Phoenicia sebagian besar berupa seperangkat tanda-tanda konsonan, sedangkan bunyi vokal pada umumnya diberikan oleh pembaca tulisan itu berdasarkan perasaannya tentang apa yang ditulis. Jadi (alif),yang melambangkan (a) dalam bahasa Phoenicia menjadi huruf A (alfa) Yunani yang melambangkan fonem vokal a. Peristiwa sejarah yang sangat berarti ini dicatat secara mistik. Cadmus dikatakan telah memperkenalkan tulisan dari luar Yunani, suatu pengakuan bahwa asal mula abjad Yunani secara historis adalah dari luar Yunani.

Perkembangan dan kegunaan tulisan adalah bentuk pertama dari pengetahuan tentang linguistik di Yunani dibuktikan oleh sejarah kata grammatikos sampai dan termasuk zaman Plato dan Aristoteles kata itu hanya berarti seseorang yang memahami pemakaian huruf, grammata dan dapat membaca dan menulis dan techne grammatike adalah keterampilan membaca dan menulis.

Pada zaman klasik kesusasteraan Yunani dan zaman setelah itu kita dapat mengikuti kemajuan spekulasi linguistik yang sadar, ketika manusia merenungkan tentang hakikat dan penggunan bahasa mereka.Istilah grammatike pada mulanya berarti tidak lebih daripada pemahaman huruf dan banyak dari apa yang dianggap orang sekarang ini sebagai pengkajian ilmu linguistik zaman dahulu yang bisa digolongkan di bawah judul philosophia.

Aristoteles (384-322 SM) kenal karya-karya Plato, dan menggunakan karya-karya tersebut sebagai dasar bagi pengembangan pemikirannya sendiri. Zaman Aristoteles menandai akhir dari suatu era dalam sejarah Yunani. Di antara aliran-aliran filsafat yang berkembang di Atena setelah Aristoteles yang paling penting di dalam sejarah linguistik adalah aliran Stoik.Aliran Stoik didirikan oleh zeno (kira-kira 300 SM), menggarap sejumlah bidang yang telah digarap Aristoteles, aakn tetapi dalam segi-segi tertentu dalam bidang filsafat dan retorika mereka mengembangkan metode dan ajaran mereka sendiri.

Aliran Stoik didirikan pada zaman Hellenistik. Di bawah pengaruh aliran Stoik,linguistik mencaapi suatu temapt dengan batasan yang jelas di dalam tautan filsafat secara keseluruhan dan masalah-masalah linguistik secara nyata dibahas dalam karya-karya terpisah yang diperuntukkan bagi segi-segi bahasa dan dibahas secaar bersistem. Pada zaman Hellenistik dihasilkan sejumlah takarir dari dialek-dialek non-Attik yang berbeda-beda. Suatu bukti dari kajian sistematis tentang perbedaan-perbedaan antara berbagai ragam bahasa Yunani yang telah memilikii sistem tulisan yang representatif.

Tanda-tanda aksen tulisan Yunani berasal dari zaman Hellenistik yang dipakai sebagai petunjuk bagi pengucapan kata-kata secara benar, dan deskripsi unsur-unsur aksen dan jeda yang dilambangkan secara grafis dengan batas kata dan tanda-tanda baca, di bawah judul umum prosodiai. Prosodiai merupakan bagian dari gerakan yang mendukung ketepatan, atau Hellenisme,atau Hellenismos.

Bangsa Romawi telah lama menikmati kontak dengan budaya material dan gagasan intelektual Yunani, melalui tempat-tempat bermukim bangsa Yunani di daerah Italia bagian selatan; dan mereka telah belajar menuls dari orang-orang Yunani barat. Dari segi linguistik hal ini tercermin dalam bahasa-bahasa yang dipakai secara umum di provinsi-provinsi Romawi bagian timur dan barat. Di belahan barat kerajaan ini tidak memiliki hubungan dengan suatu peradaban yang diakui. Bahasa Latin menjadi bahasa pemerintahan, perdagangan, hukum, pendidikan dan kemajuan sosial. Namun, di wilayah timur, yang sebagian besar telah berada di bawah pemerintahan Yunani sejak zaman Hellenistik, bahasa Yunani mempertahankan posisi yang telah dicapainya. Para pejabat Romai sering belajar dan menggunakan bahasa Yunani dalam melaksanakan tugas-tugas mereka, dan kesusasteraan serta filsafat Yunani sangat dihormati orang. Pada akhirnya pembagian bahasa ini diakui secara politis dalam pemisahan kekaisaran Romawi ke dalam kerajaan Barat dan kerajaan Timur dan Konstatinopel (Byzantiium) dijadikan ibukota Kerajaan Timur yang bertahan sebagai ibukota Domini Byzantiium meskipun wilayahnya menjadi kecil, sampai pada zaman Renaisans barat.

Begitu besar prestise tulisan Yunani, sehingga puisi bahasa Latin meninggalkan meter-meter aslinya dan diciptakan selama zaman klasik dan sesudahnya dalam meter-meter yang dipelajari dari pujangga-pujangga Yunani. Penyesuaian meter Yunani pada pada meter-meter Latin ini mencapai titik puncaknya dalam Hexameter Vergil yang hebat dan Elegiacs Ovid yang disempurnakan (elegiacs = puisi yang mengungkapkan kesedihan dan ratapan, catatan penerjemah).

Pemikir-pemikir Yunani dan cendekiawan Yunani pada umumnya memasuki dunia Romawi dalam jumlah yang semakin besar pada pada zaman Varro(116-27 SM), baik pendapat aliran Aleksandria dan Stoik tentang bahasa dikenal dan dibahas.Varro mengemukakan peandangannya tentang bahasa yang menurutnya berkembang dari seperangkat terbatas himpunan kata-kata asli, yang dikenakan pada benda-benda untuk mengacu pada benda tersebut dan menjadi sumber yang produktif dari sejumlah besar kata-kata lain melalui perubahan-perubahan pada huruf, atau pada bentuk fonetis (dua modus deskripsi ini mengacu pada hal yang sama baginya). Perubahan huruf ini terjadi dalam masa bertahun-tahun, dan bentuk yang lebih dahulu , seperti dullum untuk bellum yang klasik, yang bermakna ‘perang’ merupakan contoh dari perubahan-perubahan ini. Pada waktu yang sama, makna berubah seperti makna hostis yang dulu berarti ‘orang asing’, namun pada zaman Varro dan di dalam bahasa Latin klasik dan kemudian yang lebih mutakhir, maknanya adalah ‘musuh’.Pernyataan -pernyataan etimologis ini didukung oleh pakar-pakar modern, akan tetapi banyak di antara etimologi ini yang menempuh jalan yang saam dan berfungsi untuk mencapai tujuan-tujuan yang sama, seperti kata Yuanni dalam bidang ini.Anas,’itik,dari nare,’berenang ‘ vitis, ‘anggur’ dari vis, ‘kekuatan’, dan cura, perhatian dari cor urere, ‘membakar hati’, adalah khas baik dari karyanya maupun kaji-kajian etimologis Latin pada umumnya.

Ketidaktahuan mendasar tentang sejarah linguistik terlihat dalam-acuan-acuan Varro kepada bahasa Yunani.Kesamaan-kesamaan dalam bentuk kata yang memiliki arti yang sepadan dalam bahasa Latin dan Yunani telah jelasDua contoh kiranya menjadi iliustrasi yaitu,kata Yunani phero dan kata fero, Latin ‘saya membawa’ , keduanya merupakan refleksi dari kata kerja Indo-Eropa yang direkonstruksi bher-.Kata Latin feretrum, ‘bir’ adalah kaat serapan langsung kata Yunani pheretron.

Di dalam bahasa Latin, equitatus, ‘pasukan berkuda’, dan eques (kata dasar equit-) ‘ penunggang kuda’, dapat diasosiasikan dengan dan diacu kembali secara deskriptif kepada equus, ‘kuda’, akan tetapi tidak ada penjelasan lebih lanjut yang mungkin diberikan dengan cara yang sama terhadap kata equus. Di dalam bahasa Latin kata itu adalah kata asli dan penjelasan tentang bentuk dan maknanya melibatkan penelitian diakronik dalam tahap-tahap yang lebih awal dari keluarga bahasa Indo-Eropa dan bentuk-bentuk berkaitan dalam bahasa-bahasa Latin.

Dalam bidang keragaman bentuk kata dari akar tunggal, baik derivasional maupun infleksional, Varro mengemukakan argumen-argumen mendukung dan menolak analogi dan anomali, dengan memberikan contoh-contoh keteraturan dan ketidakteraturan dalam bahasa Latin.Dengan cukup logis dia menyimpulkan bahwa kedua asas itu harus diakui dan diterima dalam pembentukan kata suatu bahsa dan dalam makna-makna yang berhubungan dengannya.Jadi, equus, ‘kuda’ dan equa, ‘kuda betina’, memiliki bentuk yang berbeda untuk binatang jantan dan betina karena perbedaan kelamin penting bagi para penutur itu. Akan tetapi corvus, ‘nama sejenis burung’, tidak memiliki karena perbedaan antara jantan dan betina dalam hal ini tidak penting bagi manusia. Dulu juga berlaku bagi merpati, namun sejak burung dara dipelihara , bentuk analogik yang berbeda untuk jantan, yaitu Colombus diciptakan.

Secara kultural kita melihat, semenatra tahun-tahun berlalu dari Zaman Perak (akhir abad ke-1 Masehi), menurunnya nilai-nilai sastra , habisnya tema lama secara bertahap, dan hilangnya gairah dalam mengembangkan tema-tema baru.Kecuali dalam masyarakat Kristen yang sedang menanjak, ilmu pengetahuan mengalami kemunduran, dalam bentuk karya ilmiah yang semata-mata mengikuti standar yang telah diakui di masa lalu.Di Latin barat, seperti Yuanni timur, ini merupakan zaman komentar, ringkasan dan kamus.Tatabahasawan Latin yang mempunyai pandangan yang serupa dengan pandangan pakar-pakar Yunani Aleksandria, seperti mereka ini, mengarahkan perhatian mereka kepada bahasa sastra klasik dan tatabahasa berperan sebagai pengantar dan dasar utnuk mempelajarinya.Perubahan-perubahan yang terjadi dalam bahasa Latin lisan dan bahasa Latin tulis yang nonsastra di sekeliling mereka kurang membangkitkan minat mereka; karya-karya mereka secara bebas dijelaskan dengan teks yang kesemuanya berasal dari penulis prosa dan puisi Latin klasik dan pendahulu mereka, yakni Plautus dan Terence.

Betapa berbeda jadinya bahasa Latin tulis yang dianggap baik dapat dilihat dengan membandingkan tatabahasa dan gaya terjemahan injil(Vulgate) pada abad ke-4 oleh St.Jerome, di dalmnya beebrapa unsur tatabahasa bahasa Roman diantisipasi, dan bahasa Latin dilestarikan dan diperikan oleh para tatabahasawan, salah seorang diantaranya, Donatus, tatabahasawan terkenal, setelah Priscian, sebenarnya adalah guru dari St.Jerome.Meskipun dia banyak memakai gagasan-gagasan pendahulunya, tujuannya, seperti tujuan mereka, adalah mengalihkan sebisa-bisanya sistem tatabahasa dari techne dan karya-karya Apollinus ke dalam bahasa Latin.

a. Zaman Pertengahan

Zaman pertengahan adalah istilah yang digunakan untuk menamai dan menandai periode sejarah Eropa antara hancurnya kekaisaran Romawi sebagai suatu daerah kesatuan peradaban dan administratisi dengan urutan peristiwa dan perubahan kultural yang dikenal sebagai Renaisans dan pada umumnya dianggap sebagai fase permulaan dunia modern.

Orang-orang Latin dari provinsi barat dapat bertahan melawan penjajah Germanik, yang bahasanya hanya tersisa beberapa unsur-unsur leksikal dalam bahasa-bahasa Roman modern yang merupakan turunan dari bahasa Latin lisan dari wilayah-wilayah tersebut.

Di barat, kebanyakan sastra klasik telah hilang sama sekali; selama beberapa abad kajian dan bahkan pengetahuan bahasa Yunani menjadi sangat berkurang dan dalam Abad Gelap kebanyakan filsafat Yunani yang ada terdapat dalam bentuk terjemahan dalam bahasa Latin dari karya-karya terpilih.Sumbangan yang besar bagi pelestarian kesinambungan pendidikan dan ilmu pengetahuan diberikan oleh biara dan tempat para rahib, gereja dan kemudian universitas, yang didirikan selama awal zaman pertengahan.Dalam lembaga-lembaga yang dikuasai oleh pejabat gereja Kristen, literatur politheistik, yaitu literatur klasik zaman kuno, cenderung dicurigai, dan terdapat banyak contoh kebencian yang disengaja ditujukan kepada penulis-penulis ini dan bahasa yang digunakan dalam tulisn-tulisan itu, yang berbeda, dari bahasa Latin kemudian yang hampir mendekati ragam sehari-hari, bahasa Latin Vulgate (kitab Injil berbahasa Latin yang dipakai Gereja Katolik (catatan edita) dan yang dipakai di lingkungan gereja.Bahasa Latin tetap merupakan bahasa ilmu pengetahuan, dan wewenangnya meningkat karena bahasa itu dipakai sebagai bahasa literatur keagamaan dan untuk pelayanan dan administrasi Gereja (Roma) barat.

Dalam sejarah ilmu pengetahuan linguistik, bagian kedua abad pertengahan dari sekitar 1100 hingga akhir zaman itu, adalah lebih penting.Ini merupakan zaman filsafat Skolastik yang memberikan tempat penting kepada kajian linguistik dan yang ditandai dengan banyaknya jumlah karya linguistik yang dihasilkan orang.Zaman ini juga ditandai dengan perkembangan arsitektur dan sastra abad pertengahan (yang dikenal juga sebagai ‘Gothik’) dan pendirian beberapa universitas yang paling awal di Eropa.Hingga zaman ini karya linguistik hampir keseluruhan bertujuan pedagogis dan sebagian besar bersifat derivatif dalam doktrinnya, karena diterapkan dalam pengajaran bahasa Latin menurut himpunan bahan Donatus dan priscian.Karya-karya yang bersifat didaktis murni semacam itu dilakukan orang di sepanjang periode Skolastik.Beberapa buku petunjuk tatabahasa Latin diterbitkan dalam bentuk syair, sebagai cara membantu siswa untuk mengingatnya.Salah satu dari karya ini adalah Doctrinale dari Aleksandria asal Villedien,yang ditulis di sekitar tahun 1200, yang terdiri dari 2645 baris dengan sajak bersusun heksameter yang kasar.

Deskripsi linguistik bahasa-bahasa lain muncul selama zaman ini, yang berfungsi untuk memenuhi keperluan menulis dan membaca sastra populer, dan standar-standar pendidikan. Kemasyhuran sastra Provencal Troubadour menumbuhkan suatu kebutuhan akan informasi gramatikal tentang bahasa Provencal, dan dari sekitar tahun 1240 beberapa deskripsi tatabahasa telah ditulis orang.

Salah satu dari contoh-contoh yang menonjol dari karya ptraktis di masa ini adalah First Grammatical treatis, oleh seorang pakarIng menakjubkan dan kebebasan berpikir.Dia terutama tertarik dengan perbaikan ejaan, dengan penyempurnaan pemakaian abjad yang diturunkan dari abjad Latin untuk menulis bahasa Islandia pada zamannya.Di samping ini, pengamatannya mengenai pelafalan bahasa, yang secara tersendiri merupakan bukti yang berharga untuk tahap perkembangan bahasa Islandia di masa ini,menunjukkan bahwa dia adalah seorang pakar fonetik yang tidak tertandingi oleh pakar-pakar fonetik pada zamannya.

Tatabahasa spekulatif merupakan suatu tahap yang jelas dan berbeda dalam teori linguistik dan penulis-penulisnya yang berbeda, atau Modistae, sebagaimana kadang-kadang mereka dinamai orang, dengan acuan kepada istilah pokok modi significandi menunjukkan secara substansial pandangan teoretik yang sama dan memiliki konsepsi ilmu pengetahuan linguistik, yang sama, tujuan-tujuannya dan tempat yang sama di antara kajian intelektual lainnya.Tatabahasa spekulatif merupakan hasil dari pemaduan deskripsi gramatikal Latin sebagaimana dirumuskan oleh Priscian dan Donatus ke dalam sistem filsafat skolastik.Kebangkitan dan pertumbuhan filsafat skolastik diakibatkan oleh sejumlah faktor sejarah, di samping adanya manusia-manusia yang berkemampuan intelektuald dan pengabdian yang tinggi.Di samping itu, pengetahuan mengenai bahasa Yunani, tentang penulis-penulis Yunani dan yang paling penting lagi tentang filsafat Yunani sebagaimana yang dirintis oleh Aristoteles menjadi semakin banyak tersedia bagi barat di sekitar abad ke-12.Dari Spanyol cukup banyak tulisan filsafat Yunani yang diperkenalkan kembali ke daerah-daerah lain di Eropa Barat melalui terjemahan bahasa Arabdan bahasa Ibrani dan melalui komentar-komentar dalam bahasa-bahasa tersebut.Filsuf Kristen terdahulu telah lebih memberi tekanan kepada Plato dan pemikiran Plato daripada kepada Aristoteles, sebagian karena teori Plato lebih mudah diperoleh melalui tulisan-tulisan neoPlatonis abad ke-3 dan setelah itu.Dari abad ke-12 dan seterusnya, mereka memberi dorongan ke arah tatabahasa spekulatif dan teori bahasa yang diciptakan dalam kerangka filsafat zaman itu.Juga terdapat suatu peningkatan mencolok dalam jumlah penelitian dan kajian tatabahas yang dilakukan.

 

b. Zaman Renaissans dan Sesudahnya

Renaissans secara tradisi dianggap sebagai saat lahirnya dunia modern dan sejarah modern.bagian terpenting dari ilmu pengetahuan Renaissans adalah tuntasnya kebangkitan pengkajian terhadap bahasa Latin klasik dan bahasa Yunani klasik, yang telah dimulai Italia, bukan untuk tujuan komunikasi internasional dan komunikasi ilmiah, dan untuk dipakai dalam berfilsafat seperti halnya bahasa Latin di abad pertengahan; akan tetapi sebagai sarana sastra yang menarik dan sebagai bahasa zaman lampau dari sebuah peradaban besar, terpisah dari dan ada sebelum Gereja.Zaman ini dapat kita tandai dengan dimulainya pengkajian serius terhadap sastra klasik dan sejarah Yunani kuno dan Romawi kuno (literae humaniores) sebagai komponen yang penting, sekurang-kurangnya hingga akhir-akhir ini, dari pendidikan di sekolah-sekolah dan di universitas di Eropa.Dan pada akhir abad ke-14 Manuel Chrysoloras, yang diundang dari Konstatinopel sebagai guru bahasa Yunani, menulis tatabahasa modern pertama bahasa itu di barat.

Pengkajian tatabahasa Yunani dan bahasa Latin terus dilanjutkan dan perbaikan dan perkembangan lebih lanjut yang meneruskannya dari masa pertengahan kepada praktik pengajaran modern dalam bahasa-bahasa klasik merupakan objek yang cocok untuk studi spesialis; akan tetapi hal ini tidak lagi mewakili kuliah sejarah linguistik secara keseluruhan.Pada akhir abad pertengahan bahasa Arab dan bahasa Ibrani telah dipelajari di Eropa dan di Universitas Paris pada abad ke-14 kedua bahasa itu secara resmi diakui.

Pengetahuan akan bahasa Yunani,Latin dan Ibrani ini merupakan kebanggaan bagi ‘homo brilinguis’ pada zaman Renaissans.Sejumlah tatabahasa Ibrani ditulis di Eropa, terutama dalam De rudimentis Hebraicis karya Reuchlin.

Mulai awal abad pertengahan, ilmu pengetahuan linguistik juga berkembang di bawah pengaruh karya linguistik Arab.Ini sebagai akibat baik dari kemiripan struktural kedua bahasa Semit maupun kekuasaan politik bangsa Arab sesudah ekspansi pengaruh Islam ke Timur Dekat, Afrika Utara, dan Spanyol.Menjelang akhir abad ke-12 tatabahasa bahasa Ibrani masih dalam penulisan yang dilakukan oleh orang -orang Yahudi yang tinggal di Spanyol dan di tempat lainnya sebagai teman-teman seagamanya Kajian linguistik Arab,seprti kajian bahasa Ibrani, memperoleh inspirasi dari sastra suci, seperti kitab suci Al Quran bagi orang Arab.Ilmu pengetahua linguistik Arab mencapai puncaknya pada akhir abad ke-8 dalam bentuk taat baahsa Sibawaih dari Basra, yang sebenarnya bukan orang Arab tetapi orang persia, yang membuktkan adanya dorongan terus menerus bagi peelitian linguistik dalam hubungannya dalam hubungannya antara bahasa dan budaya.Di samping itu, Sibawaih menghasilkan deskripsi fonetik yang orisnal untuk penulisan bahasa Arab.

Selama abad pertengahan tatabahasa bahasa asli Provencal dan Katalan telah ditulis orang dan arti historis dan manfaat metodologis tatabahasa ini baru sekarang mendapat apresiasi yang tepat.Dante,yang bagi sejumlah orang dianggap sebagai nabi telah menghimbau orang-orang untuk mempelajari dialek-dialek bahasa Roman daripada bahasa Latin tulis, dan melalui tulisan-tulisannya dalm bahasa asli, dia telah banyak berbuat dalam memantapkan suatu ragam bahasa Italia lisan sebagai bahasa tulis dan kemudian sebagai bahasa resmi di semenanjung itu.

Tatabahasa asli pertama bahasa Spanyol dan Italia muncul pada abad ke-15, dan taatbahasa bahasa asli Prancis pertama awal abad ke-16.Dalam periode yang sama tatabahasa diterbitkan untuk bahasa Polandia dan bahasa Gereja Tua Slavonik.Tatabahasa bahasa Inggris pertama yang dicetak terbit paad tahun 1568.Keadaan di sekitar penulisan dan penelitian tatabahasa ini berbeda dengan keadaan umum pada zaman sebelumnya.Penemuan mesin cetak menyebarluaskan pengetahuan dengan kecepata yang sangat tinggi, dan bangkitnya pedagang kelas menengah menyebarkan pendidikan tulis-baca pada daur-daur masyarakat yang lebih luas dan mendorong orang mempelajari bahasa asing modern.Tambahan pula keekonomian cetak-mencetak menyebabkan diakuinya satu raga bahasa tunggal (‘bahasa baku’) dan satu ejaa yang seragam adalah suatu persyaratan yang mendesak.Penerbitan kamus, baik ekabahasamaupun dwibahasa, di samping penerbitan tatabahasa, telah terus menerus berlangsung sejak zaman itu.

Secara keseluruhan bahasa tulis kelompok masyarakat terpelajar dijadikan pusat studi tatabahasa.Namun bahasa-bahasa tulis tersebut juga dipakai dalam berbicara dan ditulis untuk dilafalkan.Tatbahasa baru dari bahasa-bahasa modern memberikan perhatian besar kepada hubungan antara ejaan, yang sekarang dibakukan dalam bentuk cetak dan lafal.

Di antara tatabahasawan Renaissans dikenal nama Pierre Ramee(Petrus Ramus,lahir sekitar 1515) yang dijuluki perintis strukturalisme modern.Pembaharuan kependidikannya lebih luas pengaruhnya di Eropa Utara, dan dengan penolakannya yang terkenal terhadap Aristoteles dalam karya untuk memperoleh gelar sarjananya bahwa segala yang dikatakan Aristoteles adalah keliru, menurutnya.Ramus menulis tatabahasa Yunani, Latin dan Prancis dan meletakkan teori tatabahasa dalam Scholae grammaticae-nya.Daripada mengikuti argumen-argumen filosofis tentang tatabahasa, dia menekankan kebutuhan dalam bahasa-bahasa kuno untuk mengikuti pemakaian yang dapat diamati oleh penulis-penulis klasik dan dalam bahasa-bahasa modern pemakaian yang dapat diamati dari penutur asli.

Cina telah mengembangkan tradisi asli mengenai studi-studi linguistik menjelang waktu ilmuwan-ilmuwan barat membuat hubungan dengan negara dan bahasa-bahasa di negara trsebut.Sistem penulisan karakter yang secara tepat didefinisikan sebagai lambang grafis masing-masing morfem sebagai simbol-simbol terpisah, telah digunaka sejak pertengahan Tahun 2000 milenium kedua sebelum Masehi (1500 tahun SM) dan asli dari Cina, meskipun terdapat kesamaan yang dangkal dengan sistem karakter di tempat lain di dunia ini.Cara perlambangan bahasa tulisan ini, bersama-sama dengan struktur tatabahasa Cina yang analitik dan terpisah-pisah, menentukan langkah yang diambil studi linguistik dalam peradaban Cina.

Dari akhir abad ke-16 ciri-ciri sistem tulisan Cina dikenal di Eropa dan hal itu memainkan peranan yang penting dalam beberapa arah yang ditempuh penelitian linguistik, di samping menyebabkan ilmuwan-ilmuwan Eropa sadar akan keberadaan suatu kelompok bahasa yang sistem fonologis, gramatikal, dan organisasi leksikalnya jelas sekali berbeda dengan sistem bahasa-bahasa yang dikenal oleh generasi terdahulu.Tatbahasa pertama bahasa Cina diterbitkan dalam bahasa-bahasa Eropa oleh Fransisco Varo dan oleh J.H. de premare pada awal abad ke-18.

Kamus-kamus dihasilkan di Cina mulai dari abad ke-2 Masehi.Seperti di tempat lain rangsangan yang menyebabkan orang menyusun kamus adalah perubahan-perubahan linguistik dalam bidang leksikal bahasa tulis.Salah satu dari kamus Cina yang dikenal yang paling awal,Shuowen (sekitar tahun 100 Masehi), yang memanfaatka sistem tulisan yang sudah direvisi karakter-karakter dengan cara yang digunakan sejak zaman itu, dengan ‘akar kata’ dan didaftar sedemikian di bawahnya juga disusun menurut deret naik berdasarkan jumlah goresan dalam unsur fonetik.Kamus-kamus yang terbit kemudian berupaya menangani masalah dalam memberikan petunjuk mengenai lafal karakter berdasarkan paad perubahan-perubahan fonetik yang telah berlangsung dalam bahasa itu sejak zaman baca tulis klasik.Ini memberikan erka matriks untuk pengembangan penelitian fonologis bahasa Cina ragam tulis (sastra).Tidak terdapat lambang segmental untuk komponen-komponen sukukata dalam tulisan Cina, terpisah dan pada cara menunjukkan lafal karakter-karakter yang telah tidak terpakai lagi atau yang dulu memiliki nilai-nilai fonetik yang berbeda.

Kemajuan berikutnya, pada abd ke-11 tabel-tabel sajak yang terkenal mendeskripsikan jumlah keseluruhan sukukata yang ada dalam bahasa Cina ragam sastra yang dilambangka dengan karakter-karakter, pada sebuah bagan di mana kolom tegak mendaftarkan sukukata awal dan baris mendatar mendaftarkan sukukata akhi, yang sekarang dianalisis lebih lanjut lagi untuk membedakan semivowel pada posisi tengah kata seperti /-w-/, vokal akhir atau vokal ditambah konsona, dan nadanya.

Telah terlihat betapa penting peranan yang dimainkan oleh hubungan linguistik dari luar dalam perkembangan analisis fonologis bahasa Cina.Akan tetapi Cina itu mungkin adalah sumber suatu masalah linguistik dan pemecahannya, yaitu penyesuaian sistem tulisan karakter Cina kepada suatu bahasa yang memiliki struktur yang sangat berbeda dan tidak memiliki hubungan dari segi historis.Bahasa Jepang secara historis tidak ada hubungannya dengan bahasa Cina, akan tetapi mulai dari abad ke-5 Masehi terdapat hubungan yang cukup kuat antara Jepang dan Cina,dan segi-segi lain dari budaya Cina , dan sejumlah besar kata-kata Cina terserap ke dalam bahasa itu.Tulisan diperkenalkan dari Cina dan dengan seketika timbul masalh penguraian karakter-karakter yang dalam bahasa Cina melambangkan sukukata tunggal yang tidak berubah kepada kebutuhan suatu bahasa yang kaya dari segi derivasi dan infleksi aglutinatif.

Karya-karya ilmiah selama bertahun-tahun ditulis dalam bahasa Latin,akan tetapi meningkatkan status bahasa-bahasa Eropa dan penyebarluasan ilmu pengetahuan duniawi dalam negara-negara sekuler meningkatkan bahasa nasional sebagai sarana yang tepat bagi publikasi keilmuan dan ilmiah.

Pengaruh-pengaruh terhadap kajian linguistik yang ditimbulkan oleh kebangkitan humanisme, nasionalisme, dan pemerintahan sekuler, bersama-sama dengan perluasan Eropa ke luar benua Eropa telah dijelaskan: zaman Renaissans juga merupakan zaman dimulainya kegiatan cetak-mencetak di Eropa (secara terpisah Cina telah memasukkan kertas pada abad ke-1 Masehi dan cetak balok pada abad ke -10).Dari zaman itu tradisi tulis baca dan tuntutan terhadap pendidikan berkembang terus, meskipun pendidikan secara universal tidak dicapai di Eropa sebelum abad ke-19.Penemuan alat cetak-mencetak menyebabka ejaan baku lebih penting, dalam mnengarahkan perhatian kepada hubungan-hubungan antara tulisan dan lafal, menimbulkan minat, sejak itu untuk selama-lamanya, terhadap pembaharuan ejaan.

 

c. Zaman Sebelum Zaman Modern

Apabila kita dapat menetapkan tahun untuk menandai awal dari dunia kontemporer ilmu pengetahuan linguistik, maka tahun itu adalah tahun 1786.Pada tahun ini, Sir William Jones, seorang hakim di pengadilan Inggris di India ,membacakan makalahnya yang terkenal di hadapan the Royal Asiatic Society,dan di situ dia menetapkan dengan pasti sekali hubungan kekeluargaan historis bahasa Sansekerta , bahasa klasik India, dengan bahasa Latin, bahasa Yunani dan bahasa-bahasa Germania.Pernyataan Jones bahwa bahasa Sansekerta, apapun bentuk kunonya, memiliki susunan yang menarik; lebih produktif daripada bahasa Latin, dan lebih halus dari segi keelokannya daripada salah satu dari kedua bahasa tersebut; namun memiliki hubungan lebih dekat dengan kedua-duanya; baik dari sudut akar kata verba maupun dari sudut bentuk tatabahasanya,daripada sesuatu yang telah dihasilkan secara kebetulan; begitu kuatnya hubungan itu sesungguhnya ,sehingga tidak seorang pun pakar teologi dapat meneliti ketiga bahasa itu tanpa sampai kepada pendapat baha ketiga bahasa itu telah tumbuh dari suatusumber yang sama yang, barangkali, tidak ada lagi.

Tatabahasa Sansekerta pertama dalam bahasa Inggris terbit pada awal abad ke-19, dan dari tahun 1808 sastra Sansekerta klasik India diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa Eropa.Pengkajian linguistik bahasa Sansekerta oleh orang-orang Eropa menimbulkan suatu pengaruh ganda; perbandingan bahasa Sansekerta dengan bahasa-bahasa Eropa merupakan tahap pertama pertumbuhan bersistem linguistik komparatif dan historis dan di sampng itu, dalam tulisan-tulisan bahasa Sansekerta orang Eropa sekarang mengenal tradisi ilmu pengetahuan linguistik yang telah berkembang secara mandiri di India dan yang keunggulannya diakui segera dan pengaruhnya terhadap beberapa cabang linguisti Eropa bersifat mendalam dan berlangsung lama.

Ilmu pengetahuan India tentang bahasa Sansekerta berfungsi sebagai model untuk India.Ilmu tersebut memberi inspirasi bagi penulisan Tolkappiyam, salah satu dari tatabahasa yang paling awal dari bahasa Tamil, sebuah bahasa Dravida dari India Tengah dan Selatan dan bagi tradisi gramatika Tibet.

Di pertengahan abad ke-18 dua filsof Prancis membahas asal mula dan perkembangan awal bahasa manusia.Yaitu Condillac dan Rousseau.Condillac menulis menurut tradisi intelektualis,sementara Rousseau berharap untuk mengikuti gerakan Romantis.Konsepsi mereka tentang asal mula bahasa sangat mirip satu sama lainnya.Bahasa berasal dari isyarat-isyarat yang dipakai untuk menunjuk sesuatu dan dipelajari dengan meniru dari orang lain dan teriakan -teriakan alamai, akan tetapi karena isyarat kurang efisien sebagai tanda komunikatif maka unsur bunyi dalam bahasa menjadi dominan.

 

d. Abad Ini

Melalui sejumlah peristiwa historis dan kecenderungan sebelumnya dalam linguistik,abad ke-19 didominasi oleh kajian-kajian historis; akan tetapi dalam menelusuri beberapa perkembangan yang timbul langsung dari karya-karya tatabahasawan baru kita diarahkan melintas ke dalam abad ke-20 dan begitu juga ,dalam mengikuti asal mula teori dan sikap masa kini, kita menoleh lagi ke abad ke-19 dan abad-abad sebelumnya.

Perbedaan utama dan yang paling mencolok anatara dua abad yang lalu adalah peningkatan yang pesat dalam linguistik deskriptif yang mencapai kedudukannya yang kuat dewasa ini yang dikontraskan dengan linguistik historis.

Setelah dasawarsa kedua abad ke-20, setelah pengajaran de Saussure, seorang pakar linguistik berkebangsaan Swiss yang meyumbangkan ilmu linguistik komparatif Indo-Eropa,mulai menunjukkan dampaknya,fonem dipakai secara luas, dan segera setelah itu menjadi suatu unsur linguistik universal.Namun perkembangan pertama yang benar-benar bermakna dalam evaluasi teori fonem adalah hasil karya aliran Praha pada tahun 20-an dan 30-an.Aliran Praha adalah sekelompok ilmuwan Cekoslovakia dan lain-lainnya, termasuk Roman Jakobson, yang secara doktrin berpusat di sekitar Pangeran Nikolai Trubetzkoy, seorang profesor Wina tahun 1923-38.Hubungan realisasi (perlambangan atau penerapan) antara satuan-satuan pada satu tingkat dan satuan-satuan pada tingkat lainnya merupakan suatu yang mendasar bagi teori Praha.Sementara upaya utama aliran Praha diarahkan kepada penjelasan konsep fonem dan perkembangan teori fonologi,anggota-anggotanya memberikan sejumlah sumbangan kepada bidang-bidang linguistik seperti kajian sintaksis diterbitkan dan tipologi sintaktik komparatif bahasa Cekoslovakia dan bahasa-bahasa Slavik lain terlihat secara jelas dalam karya-karya pakar-pakar Cekoslovakia seja tahun 1945.

Sementara dapat dipertahankan bahwa bagian terbesar dari perkembangan dalam teori dan metode deskriptif linguistik sejak tahun 1950-an telah terfokus pada reaksi-reaksi, dalam bentuk satu atau lainnya, terhadap apa yang dirasakan oleh konsep ‘strukturalis’.

Pada tahun 1964 Katz dan Postal menulis : ‘Suatu desakripsi linguistik tentang suatu bahasa alami adalah suatu upaya untuk menyingkap hakikat penguasaan penutur yang fasih terhadap bahasa itu.’

Pada tahun-tahun 1966 R.D.King menulis buku teks pertama tentang linguistik historis yang mengikuti konsep ini, dan perubahan-perubahan dalam suatu bahasa dianggap sebagai perubahan-perubahan daam satu bahasa dianggap sebagai perubahan-perubahan dalam satu subseperangkat kaidah, atau dalam urutan penerapan kaidah-kaidah tersebut, yang membentuk tatabahasa bahasa tersebut (dalam arti luas).

 

3. Sejarah Tulisan di Indonesia

Kebudayaan masa silam merupakan unsur kebudayaan nasional yang dapat memberikan corak dan karakteristik kepribadian bangsa. Upaya pembinaan dan pengembangan kebudayaan nasional tidak dapat terlepas dari penggalian serta pengkajian sumber-sumber kebudayaan daerah yang tersebar di seluruh Nusantara.

Salah satu sumber informasi kebudayaan yang sangat penting artinya dalam rangka perwujudan kesatuan budaya nasional adalah naskah. Naskah dapat dipandang sebagai dokumen budaya, karena berisi berbagai data dan informasi ide, pikiran, perasaan dan pengetahuan sejarah, serta budaya dari bangsa atau sekelompok sosial budaya tertentu.

Sebagai sumber informasi sosial budaya, dapat dipastikan bahwa naskah-naskah lama termasuk salah satu unsure budaya yang erat kaitannya dengan kehidupan sosial budaya masyarakat atau melahirkan dan mendukungnya. Sedangkan lahirnya naskah-naskah lama erat pula kaitannya dengan kecakapan baca tulis atau pengetahuan mengenai aksara. Berkat adanya tradisi demikian, maka naskah-naskah lama (kuno) sebagai karya tulis yang mengandung berbagai informasi mengenai kehidupan masyarakat masa lampau yang disusun oleh para pujangga pada masa itu, akhirnya sampai pula kepada generasi sekarang untuk dapat dibaca dan dipahami.

Naskah-naskah kuno ditulis pada ketas daun lontar, kulit kayu, bamboo atau rotan. Secara umum isinya mengungkapkan peristiwa-peristiwa masa lampau yang menyiratkan aspek kehidupan masyarakat, terutama tentang keadaan sosial dan budaya yang sangat penting dan dapat dijadikan sumber pengetahuan bagi masyarakat kini.

Adapun tulisan-tulisan yang terdapat di Nusantara dapat digolongkan menjadi tujuh kelompok:

a). Aksara Hancaraka (Jawa, Sunda, Bali)

Ketiga aksaran ini sangat mirip sekali dan disebut hanacaraka menurut lima aksara yang pertama. Menurut De Casparis, tulisan hanacaraka berasal dari aksara Jawa Kuno (Kawi), sementara aksara Kawi secara langsung berasal dari aksara Pallawa (Casparis 1975).

b). Aksara Ka-Ga-Nga (Kerinci, Rejang, Lampung, Lembak, Pasemah, dan Serawai)

Aksara Ka-Ga-NGa (disebut demikian menurut bunyi ketiga aksara pertama) yang terdapat di bagian selatan pulau Sumatera juga sangat mirip satu sama lain dan dipakai di dalam daerah yang sangat luas yang mencakup empat propinsi yakni Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Lampung.

c). Aksara Batak (Angkola-Mandailing, Toba, Simalungun, Pakpak-Dairi,Karo)

Kelima jenis aksara Batak menunjukkan beberapa variasi tetapi pada dasarnya sangat mirip sekali.

d). Aksara Makasar

Naskah yang ditulis dengan menggunakan aksara tersebut sangat sedikit jumlahnya karena aksara Makasar Kuno sudah sejak abad ke-19 tidak dipakai lagi. Di kemudian hari aksara Bugis digunakan untuk menggantikan aksara Makasar Kuno.

e). Aksara Bugis

Aksara Bugis yang juga dipakai di Makasar dan Bima berbeda dengan aksara Makasar Kuno.

f). Aksara Filipina (Bisaya, Tagalog, Tagabnuwa, Mangyan

Seperti juga halnya dengan ketiga kelompok di atas, aksara Filipina juga merupakan suatu kelompok yang mempunyai beberapa system tulisan yang satu sama lainnya banyak menunjukkan perasaan.

g). Aksara Tionghoa

Aksara Tionghoa yang terdiri dari huruf-huruf adalah satu di antara bahasa tulisan yang tertua di dunia. Secara umum, setiap huruf mewakili sebuah suku kata yang memiliki arti. Jumlah keseluruhan dari huruf Tionghoa diperkirakan lebih dari 50.000 yang mana hanya 5.000-8.000 digunakan secara umum. Diantaranya hanya 3.000 digunakan untuk keperluan sehari-hari.

 

4 Rekaman Tertulis dalam Tradisi Sejarah Masyarakat Berbagai Daerah di Indonesia

Cerita-cerita dari berbagai daerah dapat memberi petunjuk kea rah fakta-fakta sejarah dari suatu bangsa. Setelah suku bangsa yang bersangkutan mengenal tulisan tradisional dan mempunyai kesusastraan tradisional, maka petunjuk kea rah fakta-fakta sejarah itu semakin banyak dan semakin jelas. Terdapat ribuan naskah-naskah hasil karya kesusastraan tradisional yang sampai kepada kita sekarang. Naskah-nskah yang banyak decanal dalam tradisi tulis berupa kakawin, serat, babad, piwulang, primbon, suluk, tembang, dongeng dan sebagainya. Karya-karya itu menurut James Dananjaya dapat digolongkan sebagai foklor yang dapat digunakan sebagai sumber penulisan sejarah.

Seorang peneliti yang meneliti cerita rakyat Bugis misalnya, akan mencari keterangan mengenai asal mula suku bangsa Bugis. Ia harus menganalisa benda-benda kebudayaan suku bangsa Bugis yang mereka temukan di daerah sekitar lokasi penelitian. Ia juga harus berusaha membaca dan mempelajari tulisan-tulisan tersebut yang sering kali termuat dalam berpuluh-puluh naskah kuno dalam tulisan tradisional. Naskah-naskah kuno tersebut biasanya menguraikan kehidupan masyarakat dan adat istiadat di kerajaan-kerajaan Bugis tradisional. Naskah-naskah itu jumlahnya banyak sehingga perlu dipelajari dan diseleksi untuk mendapatkan naskah-naskah khusus yang relevan bagi penelitiannya dan mana yang dapat memberi keterangan mengenai asal mula rakyat Bugis.

a. Prasasti

Prasasti merupakan peninggalan tertulis yang dipahatkan pada batu atau logam. Ada sekitar 3000 prasasti telah ditemukan yang berasal dari zaman Indonesia Klasik. Prasasti tersebut merupakan dokumen resmi yang dikeluarkan oleh raja atau pejabat tinggi kerajaan. Prasasti-prasasti ini pda umumnya mempunyai bentuk dan susunan yng hampir serupa, yaitu diawali dengan uraian pembebasan tanah disertai dengan angka tahun, batas serta ukuran tanah yang dibebaskan, daftar orang-orang uang diserahi kekuasaan untuk melaksanakan tugas, hadiah-hadiah yang disediakan untuk keselamatan, selanjutnya upacara-upacara yang dilakukan dan akhirnya kutukan-kutukan terhadap mereka yang tidak menaati apa yang ditetapkan oleh raja.

Pada abad ke-4 sampai abad ke-8 prasasti di Nusantara menggunakan huruf Pallawa dan bahawa Sansekerta. Tulisan Pallawa ini mirip dengan tulisan yang digunakan di India Selatan, Sri Lanka, dan Asia tenggara Daratan. Prasasti-prasasti tersebut biasa ditulis dalam bentuk syair dengan menggunakankaidah-kaidah dari India.

Prasasti-prasasti Yupa yang dikeluarkan oleh Raja Mulawarman dari Kutai, Kalimantan Timur menunjukkan proses penghinduan. Selain penggunaan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta pada prasasti, nama-nama raja pun menunjukkan proses penghinduan. Nama keturunan Kundungga (nama penduduk asli setempat) menjadi bernama Mulawarman (nama Sansekerta).

Huruf Pallawa di Indonesia berubah menjadi huruf kawi (Jawa Kuno). Bentuk huruf atau simbol-simbol yang digunakan dalam huruf Kawi merupakan bentuk khas jawa. Sejak Prasasti Dinoyo dari tahun 682 Saka (760 M) yang ditemukan di Malang, huruf Kawi ini bahasanya pun bukan lagi bahasa Sansekerta yang menjadi bahasa resmi melainkan bahasa Kawi (Jawa Kuno). Bahasa dan huruf Kawi selanjutnya menjadi bahasa dan tulisan resmi di Indonesia klasik. Ada juga pengecualian misalnya, prasasti-prsasti raja-raja Sailen-dra di Jawa Tengah yang menggunakan huruf Dewa-nagri dan bahasa Sansekerta. Akan tetapi, peranannya untuk masa-masa berikutnya tidak banyak.

Berdasarkan bahasa dan tulisan yang dipergunakan prasasti-prasasti di Indonesia dapat dibagi sebagai berikut.

1) Prasasti Berbahasa Sansekerta

Prasasti yang menggunakan bahasa Sansekerta pada umumnya digunakan oleh kerajaan-kerajaan dari abad ke-5 sampai dengan abad ke-9.

2) Prasasti Berbhasa Jawa Kuno

Prasasti yang menggunakan bahasa Jawa Kuno dipakai pada abad ke-10, misalnya Prasasti Kedu atau Prasasti Mantyasih (970M) peninggalan Mataram Kuno, Prasasti Randusari, dan Prasasti Trowulan yang berasal dari kerajaan Majapahit.

3) Prasasti Berbahasa Melayu Kuno

Prasasti yang menggunakan bahasa Melayu kuno adalah prasasti-prasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya, baik di Sumatera maupun di Semenanjung malaka. Misalnya, Prasasti Kedukan Bukit, Prasasti Talang tuo, Prasasti Telaga Batu, Prasasti Ligor.

4) Prasasti Berbahasa Bali Kuno

Prasasti yang menggunakan bahasa Bali Kuno merupakan peninggalan kerajaan-kerajaan di Bali. Prasasti tersebut pada umumnya berisi Raja Casana atau peraturan dari raja. Huruf yang diperlukan adalah huruf Pallawa, Jawa Kuno, dan Pranagari. Misalnya, Prasasti Julah, Prasasti Ugrasena, dan Prasasti Tugu Sanur.

b. Kitab Kuno

Kitab-kitab kuno dari zaman Hindu-Budha hingga perkembangan Islam dikemas dalam bentuk sastra, baik prosa maupun puisi. Karya sastra yang berhubungan dengan sejarah yang disebut sebagai sastra sejarah. Dalam sastra sejarah aspek-aspek sastranya tersiri dari unsur fiktif atau fantasi yang dikemas dalam bentuk mitologi (cerita dewi-dewi), legenda, hagiografi (ajaran ten-tang akhir zaman). Adapun unsur sejarahnya seperti: Ken Arok, Ken Dedes, Pamanahan, Panembahan Senapati, dan Iskandar Zulkarnain.

Di Indonesia, pembagian kitab-kitab peninggalan zaman kerajaan-kerajaan dibagi kedalam beberapa bagian, yaitu:

1) Zaman Hindu-Budha

Pada zaman kerajaan Hindu dan Budha berkembang di Indonesia kesusastraan di bagi menjadi sebagai berikut:

- Zaman Mataram (sekitar abad ke-9 dan ke-10)

- Zaman Kediri (sekitar abad ke-11 dan ke-12)

- Zaman Majapahit I (sekitar abad ke-14), degan bahasa Jawa Kuno

- Zaman Majapahit II (sekitar abad ke-15 dan ke-16), dengan bahasa Jawa tengahan. Sebagian kesusastraan Zaman Majapahit II ini berkembang di Bali (Zaman kerajaan Samprangan Gregel)

Hasil-hasil kesusastraan dari zaman majapahit yang dimaksud sebagai kitab sejarah selain kitab sastra adalah sebagai berikut.

- Nagarakertagama

- Paraton

- Sundayana

- Panji Wijayakarma

- Ranggalawe

- Sorandaka

- Pamancangah

- Usana Jawa

- Usana Bali

2) Zaman Islam

Kesusastraan pada zaman Islam terutama berkembang di daerah-daerah sekitar Selat Malaka (daerah Melayu) dan di Jawa. Hasil peninggalan kesusastraan pada Zaman Islam adalah sebagai berikut:

- Hikayat

Hasil kesusastraan pada zaman Islam ini menghasilkan hikayat diantaranya adalah Hikayat Raja-raja Pasai dan hikayat Hasanuddin.

- Babad

Hasil kesusastraan pada zaman Islam ini menghasilkan babad, diantaranya adalah Babad Tanah Jawi yang menceritakan nabi adam sampai tahun 1647 kalender Jawa (1722 Masehi) dan babad giyanti yang dikarang oleh Yasadipura yang mengisahkan pecahnya perang kerajaan Mataram yang berlangsung pada tahun 1755 dan tahun 1757.

- Bustan Us-Salatin

Kitab ini dkarang oleh Nurdin ar-raniri atas perintah dari Sultan Iskandar II pada tahun 1638 Masehi. Selain berisi tentang ajaran-ajaran keagamaan dan

kesusilaan, kitab ini juga berisi tentang sejarah yang dalam banyak hal dapat dipercaya.

Perjalanan sejarah di Indonesia berisi tentang naik turunnya proses pengumpulan sumber-sumber sejarah. Apa yang dituliskan dalam sejarah sebagimana ia dikisahkan, merupakan upaya menangkap dan memahami jejak-jejak masa silam dalam keidupan manusia sebagai mahkluk sosial.

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Anwar, Khaidir. 1990. Fungsi dan Peranan Bahasa Suatu Pengantar. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Asmah Hj. Omar. 1985. Susur galur bahasa Melayu.

Barus, Sedia Willing. 1996. Petunjuk Praktis Menulis Berita. Jakarta: CV Mini Jaya Abadi.

Chaedar, A. Alwasilah. 1993. Linguistik Suatu Pengantar. Bandung: Angkasa.

Habib, M. Mustopo. 2006. Sejarah. Jakarta: PT. Ghalia Indonesia.

Keraf, Gorys. Linguistik Bandingan Historis.

Koentjaraningrat. 1990. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Marsden, W. A. Grammar of The Malayan Language.

Mees, C.A. 1967. Ilmu Perbandingan Bahasa-Bahasa Austronesia.

Mulia, dan Hidding, K.A.H. 1955. Ensiklopedia Indonesia (F-M).

Mulyana, Deddy. 2005. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung : Rosda.

Nurudin. 2004. Komunikasi Massa. Yogyakarta: CESPUR.

Pudji, Titik Astuti. 2000. Tradisi Tulis Nusantara Menjelang Millenium III. Jakarta: Manassa Pusat.

Robins, R. H. 1995. Sejarah Linguistik. Bandung: ITB.

Ryan. N.J. 1965. Sejarah Semenanjung Tanah Melayu.

Safioedin, Asis. 1963. Tatabahasa Indonesia.

Safwan Fathy. 1988. Kisah dari al-Quran.

Samsuri. 1994. Analisis Bahasa .Jakarta : Erlangga.

Slametmuljana. 1975. Asal bangsa dan bahasa Nusantara.

Wahab, Abdul. 1991. Isu Bahasa, Pengajaran Bahasa dan Sastra. Yogyakarta: Airlangga University Press.

http://ms.wikipedia.org/wiki/Sejarah_huruf.html

http://www.ppsatop.com/Lain2/HurufTionghoa.html

http://oktaendy.iwuvya.com/blog/2007/04/20/hanacaraka/

http://www.geocities.com/beezona/aksara1.html

http://idrusali85.wordpress.com/2007/02/04/tulisan-ejaan-bahasa-arab-dalam-al-quran/

http://idrusali85.wordpress.com/sejarah-ilmu -tulisan-arab-kuno/

http://id.wikipedia.org/wiki/Angka_Romawi

http://id.images.search.yahoo.com/search/images?p=mesin+cetak&sm=Gambar+Searc h&fr=yfp-t-img&toggle=1&cop=&ei=UTF-8

http://www.ruangbaca.com/edisi cetak tempo/Incunabulum.htm

http://e-course.usu.ac.id/content/studi/pengantar/Textbook_files/image166.jpg

<http://ms.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Melayu_berasal_dari_Asia_Tengah&gt;

http://www.google.com/gambar_mesin_cetak

Harian Analisa

Aplaus

 

.

 

 

 

September 26, 2007 Posted by | teknologi | Tinggalkan komentar

Kelompok G part 2

BAB I

PENDAHULUAN

¯ APAKAH WEBBLOG ITU?

Sebuah Weblog , Web log atau singkatnya Blog , adalah sebuah aplikasi web yang memuat secara periodik tulisan-tulisan (posting) pada sebuah webpage umum. Posting-posting tersebut seringkali dimuat dalam urutan posting secara terbalik, meskipun tidak selamanya demikian. Situs web semacam itu biasanya dapat diakses oleh semua pengguna internet sesuai dengan topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.

Istilah ini kali pertama digunakan oleh Jorn Barger pada 17 Desember 1997. Barger menggunakan istilah ‘weblog’ untuk menyebut kelompok situs web pribadi yang selalu diperkini secara terus-menerus. Situs ini juga memuat pranala-pranala ke situs-situs lain yang menarik bagi pemiliknya disertai pendapat-pendapat mereka sendiri tentang situs-situs itu.

Kata singkat ‘blog’ diciptakan oleh Peter Merholz ketika iseng-iseng ia memecah kata ‘weblog’ menjadi ‘we blog’ di blog pribadinya Peterme.com. Gurauannya ini ternyata cepat popular dan diadopsi kalangan peblog, sehingga terciptalah kata kerja baru ’to blog’ dalam bahasa Inggris yang artinya “menyunting blog seseorang, atau mengirim artikel ke sebuah blog.”

Blog mempunyai fungsi yang sangat beragam, dari sebuah catatan harian sampai dengan media publikasi dalam sebuah kampanye politik, program-program media dan korporasi. Sebagian blog dipelihara oleh seorang penulis tunggal, sementara sebagian lainnya oleh beberapa penulis. Banyak juga weblog yang memiliki fasilitas interaksi dengan para pengunjungnya, yang dapat memperkenankan para pengunjungnya untuk meninggalkan komentar atas isi dari tulisan yang dipublikasikan, namun demikian ada juga yang yang sebaliknya atau yang bersifat non-interaktif. Situs-situs web yang saling berkaitan berkat weblog, atau secara total merupakan kumpulan weblog sering disebut sebagai blogosphere . Bila mana sebuah kumpulan gelombang aktifitas, informasi dan opini yang sangat besar mengerupsi beberapa subyek atau sangat kontroversi dalam blogoshpere, maka hal itu sering disebut sebagai blogstorm atau badai blog.

¯ SEJARAH WEBBLOG

Blog pertama kemungkinan besar adalah halaman What’s New pada browser Mosaic yang dibuat oleh Marc Andersen pada tahun 1993. Mosaic adalah browser pertama sebelum adanya Internet Explorer bahkan sebelum Netscape . Kemudian pada Januari 1994, Justin Hall memulai website pribadinya Justin’s Home Page yang kemudian berubah menjadi Links from the Underground yang mungkin dapat disebut sebagai Blog pertama seperti yang kita kenal sekarang.

Webblog merupakan bentuk perkembangan dari website pribadi atau homepage. Secara umum, pengertian weblog adalah suatu situs yang biasanya dikelola oleh satu orang secara individual, seringkali terfokus pada suatu subjek atau topic tertentu, baik berita, catatan harian, daftar komentear atau hasil pikiran yang update secara teratur dengan susunan posting terbaru berada paling atas diikuti posting-posting sebelumnya sesuai dengan urutan kronologi waktu dan mempunyai frekuensi kunjungan oleh orang lain yang tinggi.

Hingga tahun 1998, jumlah blog yang ada diluar sana belumlah seberapa. Hal ini disebabkan karena saat itu diperlukan keahlian dan pengetahuan khusus tentang pembuatan website, HTML, dan web hosting untuk membuat Blog, sehingga hanya mereka yang berkecimpung di bidang Internet, System Administrator atau Web Designer yang kemudian pada waktu luangnya menciptakan Blog-Blog mereka sendiri.

Pada awalnya jumlah blog tidak seberapa, karena untuk membuat sebuah blog dibutuhkan pengetahuan khusus tentang pembuatan situs dan web hosting. Kemudian, pada Agustus 1999 sebuah perusahaan Silicon Valley bernama Pyra Lab meluncurkan layanan Blogger.com yang memungkinkan siapapun dengan pengetahuan dasar tentang HTML dapat menciptakan Blog-nya sendiri secara online dan gratis. Walaupun sebelum itu (Juli 1999) layanan membuat Blog online dan gratis yaitu Pitas telah ada dan telah membuat Blogger bertambah hingga ratusan, tapi jumlah Blog tidak pernah bertambah banyak begitu rupa sehingga Blogger.com muncul di dunia per-blog-an. Blogger.com sendiri saat ini telah memiliki hingga 100.000 Blogger yang menggunakan layanan mereka dengan pertumbuhan jumlah sekitar 20% per bulan. Blogger.com dan Pitas tentu tidak sendirian, layanan pembuat blog online diberikan pula oleh Grouksoup, dan juga Velocinews.

Sejak saat itu Blog kian hari kian bertambah hingga makin sulit untuk mengikutinya. Ribuan Blog kemudian bermunculan dan masing-masing memilih topik bahasannya sendiri, dimulai dari bagaimana menjadi orang tua yang baik, hobi menonton film, topik politik, kesehatan, sex, olahraga, buku komik dan banyak macam-macam lagi. Blog adalah daerah kekuasan si Blogger-nya tanpa ada editor atau boss yang ikut campur, tema segila apapun biasanya dapat kita temukan sejalan dengan makin bermunculannya Blog di Internet.

Perkembangan lain dari Blog yaitu ketika kemudian Blog bahkan tidak lagi memuat link-link tapi hanya berupa tulisan tentang apa yang seorang Blogger pikirkan, rasakan,hingga apa yang dia lakukan sehari-hari. Blog kemudian juga menjadi Diary Online yang berada di Internet. Satu-satunya hal yang membedakan Blog dari Diary atau Jurnal yang biasa kita miliki adalah bahwa Blog dibuat untuk dibaca orang lain. Tidak heran jika para Blogger dengan sengaja mendesain Blog-nya dan isinya untuk dinikmati orang lain. Munculnya beberapa penyedia jasa blog yang gratis, secara simultan telah membengkakkan jumlah para blogger yang meramaikan aktivitas di blogosphere. Adanya fasilitas pendukung (aksesori) blog seperti kotak pesan (shoutbox) dan Publish Comment sangat berpengaruh pada interaktifitas blogger di dunia blogosphere dan pada gilirannya juga mendongkrak sosialisasi penggunaan blog di seantero dunia.

Jenis-jenis blog :

Ø Blog Politik: Tentang berita, politik, aktivis, dan semua persoalan berbasis blog (Seperti kampanye)

Ø Personal Blog : Disebut juga buku harian online yang berisikan tentang pengalaman keseharian seseorang, keluhan, puisi atau syair, gagasan jahat,dan perbincangan teman.

Ø Blog bertopik : Blog yang membahas tentang sesuatu, dan fokus pada bahasan tertentu.

Ø Blog kesehatan : Lebih spesifik tentang kesehatan. Blog kesehatan kebanyakan berisi tentang keluhan pasien, berita kesehatan terbaru, keterangan-ketarangan tentang kesehatan

Ø Blog sastra : Lebih dikenal sebagai litblog (Literary blog).

Ø Blog perjalanan : Fokus pada bahasan cerita perjalanan yang menceritakan keterangan-keterangan tentang perjalanan/traveling.

Ø Blog riset : Persoalan tentang akademis seperti berita riset terbaru.
Blog hukum : Persoalan tentang hukum atau urusan hukum; disebutjuga dengan blawgs (Blog Laws).

Ø Blog media : Berfokus pada bahasan kebohongan atau ketidakkonsistensi media massa; biasanya hanya untuk koran ataujaringan televise.

Ø Blog agama : Membahas tentang agama

Ø Blog pendidikan :Biasanya ditulis oleh pelajar atau guru

Ø Blog kebersamaan : Topik lebih spesifik ditulis oleh kelompok tertentu.

Ø Blog directory : Berisi ratusan link halaman website.

Ø Blog bisnis : Digunakan oleh pegawai atau wirausahawan untuk kegiatan promosi bisnismereka

Ø Blog pengejawantahan : Fokus tentang objek diluar manusia; seperti anjing

Ø Blog spam : Digunakan untuk promosi bisnis affiliate; juga dikenal sebagai splogs (Spam Blog)

Kamus Singkat tentang Blog

· Blog adalah suatu diary online yang dibuat melalui internet atau web oleh individu (perseorangan). Kebanyakan blog dipelihara oleh orang-orang yang hanya sedikit tahu tentang desain website atau website development.

· Blogger adalah seseorang yang mempunyai dan memelihara sebuah blog yang dibuatnya sendiri .

· Blogging adalah aktivitas meng -update sebuah blog oleh seseorang yang memelihara posting blog ( biasanya oleh orang yang tidak professional).

· Blog posting adalah informasi yang diletakkan pada sebuah blog yang secara kronologis dilakukan bersamaan dengan penambahan feature.

· Weblog adalah nama lain untuk blog . Terminologi blog dipandang lebih baik daripada weblog .

BAB II

PEMBAHASAN

¯ Media Massa

Media massa adalah suatu istilah yang mulai dipergunakan pada tahun 1920-an untuk mengistilahkan jenis media yang secara khusus didesain untuk mencapai masyarakat yang sangat luas. Dalam pembicaraan sehari-hari, istilah ini sering disingkat menjadi media. Jenis media yang secara tradisional termasuk di dalam media massa adalah surat kabar, majalah, radio, televisi, dan film. Seiring dengan perkembangan teknologi dan sosial budaya, telah berkembang media-media lain yang kemudian dikelompokkan ke dalam media massa seperti internet dan tabloid.

¯ PERAN MEDIA MASSA

Peran media massa dalam kehidupan sosial, terutama dalam masyarakat modern tidak ada yang menyangkal, menurut McQuail dalam bukunya Mass Communication Theories (2000 : 66), ada enam perspektif dalam hal melihat peranmedia. Pertama, melihat media massa seabagai window on event and experience. Media dipandang sebagai jendela yang memungkinkan khalayak melihat apa yangsedang terjadi di luar sana. Atau media merupakan sarana belajar untuk mengetahui berbagai peristiwa. Kedua, media juga sering dianggap sebagai a mirror of event in society and the world, implying a faithful reflection. Cermin berbagai peristiwa yang ada dimasyarakat dan dunia, yang merefleksikan apa adanya. Karenanya para pengelolamedia sering merasa tidak “bersalah” jika isi media penuh dengan kekerasan, konflik, pornografi dan berbagai keburukan lain, karena memang menurut mereka faktanya demikian, media hanya sebagai refleksi fakta, terlepas dari suka atau tidak suka.

¯ Dampak media massa

Dampak media massa menurut para ahli komunikasi, media massa sangat berpengaruh terhadap pembentukan realitas sosial. Komunikasi massa selalu mempunyai dampak pada diri seseorang atau sekelompok orang akibat dari pesan yang disampaikan kepadanya. Dampak kognitif berhubungan dengan pemikiran, dampak emosional berhubungan dengan perasaan (senang, sedih, marah, sinis dan sebagainya). Dampak kognitif juga mencakup niat, tekad, upaya, dan usaha yang berkecenderungan diwujudkan menjadi suatu kegiatan. Media massa tidak hanya memiliki dampak langsung terhadap individu, tetapi juga mempengaruhi kebudayaan dan pengetahuan kolektif serta nilai-nilai di dalam masyarakat. Media massa menghadirkan perangkat citra, gagasan dan evaluasi yang menjadi sumber bagi audience nya untuk memilih dan menjadikan acuan bagi pelakunya.

¯ Perkembangan Media massa

Tahun 2006, dari 12 juta pengguna internet, peminat weblog di Indonesia masih sangat minim, yakni hanya 0,04 persen. Dan untuk tahun ini mungkin meningkat walaupun belum dapat dipastikan barapa persen perkembangannya. Memang, saat ini weblog menjadi salah satu tren. Dan, weblog ini menjadi alternatif baru bagi publikasi melalu internet. Bukan hanya untuk instansi, tapi juga untuk publikasi pribadi. Selain itu, weblog dapat dijadikan ‘citizen journalist’ maksunnya siapa saja bisa menjadi kontributor bagi media tertentu. Mereka bisa mengirimkan berita apa saja, seolah-olah mereka menjadi kontributor sebuah media.

Sejak 1994 hampir tidak seharipun berlalu tanpa paling sedikit satu cerita dan media utama mempropagandakan kebaikan kebaikan “ masuk online “ atau menunujukan pertumbuhan mengagumkan dari intenet dan layanan layanan konsumer online tampaknya hampir semua orang telah menjadi jalan bahwa masa depan, serta kemsyuran dan keberuntungan, bisa ditemukan dalam wilayah maya yang disebut cyber space.

Setelah lebih dari 2 dasawarsa perkembangannya lambat, maka pertukaranya surat elektronik antara para pengguna komputer akhirnya diterima dengan meluas padap pertengahan 90-an terutama untuk kkomuikasi bisnis global ragam ragam email.

Misalnya online chat dan layanan layanan papan buletin (buletin board) interaktif menjadi semakin populer dan sangat membantu pertumbuhan pertumbuhan layanan layanan konsumer online dan computer serve serta pertumbuhan pertumbuhan masyarakat cyber walau surat dan obrolan dan topik topik memakai kata kata tertulis tetapi secara fundamental merupaka perluasan dari komunikasi lisan secara tifak terstruktur yang memberi sarana kepada perorangan untuk berinteraksi secar spontan tanpa perantara eksternal dari manusia perluasan fundamental layanan layanan inernal dan konsumer online ini telah semakin memusatkan perhatian kepada komunikasi bersarana komputer (computer mediated commujication ) dan terhadap implikasi-implikasinya atas perusahaan perusahaan media yang sudah mapan ketika sekitar 50 juta orang berinteraksi dan daling tukar menukar informasi melalui jaringan (CMC) tadinya dikembangakan untuk untuk memudahkan pertukaran informasi maka kini bentuk bentuk komunikasi yang baru dan biasanya tidak terduga sebelumnya mulai bermunculan akibat pertemuan berbagai teknologi komputer dan komunikasi. Bentuk bentuk ini telah ditempatkan di dalam media cyber.

Ketika jaringan jaringan komputer menjadi semakin cepat dan semakin kuat mereka semakin mampu untuk memasukan program program yang berfungsi sperti pengganti manusia dalam teknologi cyber dimasa depan kita mungkin tidak mengetahui atau bahkan tidak peduli, apakah pribadi pribadi yang sedang kita interaksi adalah entitas digital.

¯ Blog dan Komunikasi Kita

TIDAK jarang pertemanan dimulai dari aktivitas nge-blog. Lihatlah aktivitas para Blogger. Sebagai contoh paling dekat di Indonesia. Didasari perasaan dan aktivitas yang sama (nge-blog), mereka mendirikan Blogger Family, sebuah rumah maya tempat berkumpulnya para blogger di Indonesia

Saat ini penggunaan weblog sudah terdifusi luas ke seluruh dunia dan menyentuh semua kalangan pengguna internet. Bahkan hampir setiap orang yang biasa menggunakan internet sekarang mempunyai weblog mereka sendiri. Tidak lagi harus memiliki ketrampilan dibidang web untuk bisa memiliki weblog, karena di internet saat ini ada banyak sekali layanan hosting maupun download fasilitas-fasilitas weblog, baik secara gratis maupun yang harus membayar biaya langganannya. Hal tersebut semakin memberi kemudahan dan kepraktisan bagi semua orang untuk maintain weblognya sendiri.

Berbagai komunitas profesi juga secara perlahan mulai menggandrungi dunia blogosphere sebagai alternatif komunikasi mereka. Sebut saja Rumah Singgah Dokter Muda misalnya. Blog ini merupakan blog yang sengaja didesain untuk mewadahi aktivitas para dokter muda (baik yang memiliki blog atau belum), dilengkapi dengan berbagai link fungsional seperti tempat Curhat Koass, Berita Koass dan Jurnal Kedokteran

Tidak ketinggalan fenomena munculnya blog dari berbagai organisasi kemahasiswaan dan lainnya. Mereka membuat blog sebagai alternatif pengganti website mereka agar bisa mempublikasikan keputusan-keputusan dan berita seputar aktivitas keorganisasian mereka di dunia internet dan diakses oleh pihak eksternal lain.

Apa yang kita lihat atau kita alami bersama dalam dunia blogosphere saat ini, secara tidak langsung telah ikut merubah pola komunikasi massa yang selama ini kita praktekkan. Budaya menulis di blog sebagai sebuah alternatif mengkomunikasikan gagasan-gagasan dan opini tentang apa saja telah membuka cakrawala dunia komunikasi yang selama ini terbelenggu formalitas. Meski bukan bermaksud mengatakan bahwa nge-blog adalah berkomunikasi secara non-formal, karena pada saat yang sama aktivitas nge-blog juga bisa diformalkan.

Dalam perkembangannya, weblog tidak lagi hanya berupa catatan perjalanan blogger yang memuat daftar link. Weblog yang kemudian menjadi lebih banyak berisi essai, kritik terhadap pihak-pihak tertentu, laporan peristiwa yang terjadi, analisis terhadap kebijakan atau fenomena sosial, review film dan buku, puisi atau karya lainnya, bahkan tulisan tentang hal-hal keseharian yang dialami atau dirasakan blogger. Weblog kemudian juga menjadi diari online, yaitu tempat blogger menuliskan hal-hal yang sangat berkenaan dengan dirinya dan seringkali bersifat personal. Kebanyakan weblog yang ada di internet sekarang lebih berupa persilangan antara jurnal pribadi pemilik weblog dengan daftar links. Namun link-link yang ada pada weblog saat ini justru menghubungkan suatu weblog dengan weblog-weblog lainnya. Para blogger biasanya membuat link ke weblog yang sering mereka kunjungi atau weblog milik teman-teman mereka. Lalu apa yang didapatkan dari aktivitas nge-blog? Mungkin pertanyaan seperti ini mungkin muncul dari setiap pembaca. Seorang blogger, Rabecca Blood menulis bahwa setelah ia membuat Blog-nya ada dua efek samping yang terjadi yang tidak ia perkirakan sebelumnya. Pertama ia menemukan kembali minatnya semenjak ia mulai membuat Blog. Dan hal kedua yang lebih penting, ia mulai lebih menghargai cara pandangnya sendiri. Ketika setiap harinya ia mengupdate Blog-nya ia mulai mempertimbangkan opini dan ide-idenya dengan lebih hati-hati dan ia mulai merasakan bahwa perspektifnya adalah unik dan penting untuk disuarakan. Ketika seorang blogger menuliskan apa yang ada di pikirannya, maka ia akan sering berkonfrontasi dengan pikiran-pikiran dan opininya sendiri. Dari kutipan diatas dapat kita pahami bahwa apa yang kita dapatkan dari ngeblog mungkin berbeda-beda bagi setiap orang. Di pemaparan selanjutnya mungkin akan diperjelas mengenai apa yang akan didapat dari aktivitas nge-blog.

Ada sebuah fenomena menarik yang terjadi ketika seorang blogger benar-benar tidak dapat meninggalkan aktivitas nge-blognya sedikit pun meski dia dituntut oleh pekerjaannya. Ini disebut kecanduan nge-blog, istilah kerennya “blogaholic”!
Menjadi seorang blogaholic, pada beberapa kasus, ternyata memberi sebuah jalan baru kemerdekaan untuk lebih intens berkreasi dan selalu berinovasi dalam blognya. Meski masih kontroversi dengan resiko dampak negatifnya, aktivitas ng-blog pada beberapa tempat menjadi solusi positif untuk perkembangan kepribadian seseorang, terutama yang sedari awal mengidap mental yang introvert. Nge-blog, secara perlahan, dapat mereduksi mentalitas introvert menjadi lebih terbuka (pseudo-extrovert atau extrovert).

¯ Kontradiksi Media massa

Perdebatan tentang apakah Blog dapat menggantikan media-media massa mapan masih terus berlangsung, sedang di media mapan itu sendiri setiap minggu selalu ada artikel baru yang membahas tentang Blog dan perkembangannya.Dari bentuk awalnya, Blog telah berkembang sedemikan rupa. Di Internet sekarang kita dapat menemukan PhotoBlog (Blog yang isinya photo-photo saja), AudioBlog (Blog yang isinya rekaman suara), ada Blog tentang musik, film, buku, teknologi. Blog tentang media massa, televisi. Bahkan Blog tentang Blog.Dari seluruh penjuru dunia blogger berdatangan dan memahat jalan mayanya bersama-sama di Internet. Ada kumpulan Blog Asia (http://ricebowljournals.com/),blogger Irak (http://dearraed.blogspot.com), eropa, afrika.Dan dalam berbagai bahasa Inggris, Arab, Spanyol, Indonesia, Sunda,Jawa. Blogger.com mencatat lebih dari 1500 blogger baru mendaftar di layanannya setiap hari.

Blog adalah sebuah fenomena terbaru. Blog adalah bagaimana email di tahun 90-an.Dalam waktu tidak lama lagi, teman kamu tidak hanya akan bertanya, “Alamat email kamu apa?”, tapi dia akan juga menanyakan “Alamat Blog kamu apa?”.Memiliki Blog karenanya akan jadi identitas kamu yang kamu bagi di Internet. Jika saat ini Rene Descartes bangkit dari kubur, maka ia mungkin akan berkata: Saya ngeblog, karenanya saya ada. :)Jika email adalah kotak pos kamu di Internet, maka Blog adalah gabungan dari rumah, ruang publik, buku catatan, diary dan cermin dari diri kamu sendiri di Internet.

¯ Memahami Media Komunikasi Baru

PERKEMBANGAN teknologi media komunikasi dewasa ini terasa sedemikian pesat. Bukan hanya bentuk tampilan dan jenis media yang berubah, lebih dari itu, kualitas kemudahan, kenyamanan, kecepatan, dan seterusnya dalam berkomunikasi juga mengalami sentuhan inovasi. Namun, di balik segala kemajuan teknologi tersebut, tersimpan berbagai konsekuensi bagi kehidupan manusia. Teknologi media merupakan hasil konstruksi sosial sehingga keberadaannya tidak lepas dari pengaruh kepentingan ekonomis, politik, dan sosial. Proses mediamorfosis, seperti yang diperkenalkan Roger Fidler, dimengerti sebagai transformasi media komunikasi yang timbul akibat hubungan timbal balik yang rumit antara berbagai kebutuhan, tekanan persaingan dan politik, serta berbagai inovasi sosial dan teknologi. Melalui risetnya yang sedemikian komprehensif, Fidler menelusuri jauh ke belakang, ke awal pertumbuhan teknologi media komunikasi. Lalu mengkaji fenomena teknologi di masa sekarang dan akhirnya meneropong apa yang mungkin bakal terwujud di masa depan.

Fidler menyampaikan seluruh gagasannya dimulai dengan membahas prinsip- prinsip mediamorfosis, domain- domain media komunikasi, konteks kultural mediamorfosis, mediamorfosis dalam berbagai domain, sampai dengan tinjauan masa depan komunikasi massaEkspansi yang cepat dari pilihan pilihan media dimana pertukaran informasi berada pada tataran yang lebih tinggi jelas telah menjadikan semakin penting pemahaman tentang teknologi media baru. Tetapi meski tampak bahwa aturan aturan dan ciri cirri dominant media lama mungkin tidak bias diterapkan pada mediamorfosis di abad yang akan datang. Evolusi komunikasi manusia yang telah kita ikuti memberikan dukungan besar pada asas asas mediamorfosis dan kelanjutan intervensinya walaupun asas kealngsungan hidup mengisyaratkan bahwa semua bentuk media akan selalu menyesuaikan diri dan berevolusi sebagi tanggapan trhadap kondisi kondisi yang berubah sebagai contoh perubahan wblog yang menjadi msuatu media massa adalah oleh karena perubahan taknologi yang sangat pesat.

¯ Memperhitungkan Weblog sebagai Media Baru

Makin deras deru teknologi informasi (TI), makin membebaskan siapa saja membuat media. Blog, halaman website pribadi yang awalnya hanya dianggap sebagai diari, kini mulai dianggap sebagai media baru.

Media Baru[1]

Menurut Arif yang juga seorang pengembang web, kehadiran blog sempat membuat sejumlah media massa internasional gempar. Pada tahun 1999, berbagai media sempat menyebut blog sebagai era kebangkitan web media, yakni era media massa baru setelah datangnya internet. Ketika media massa luruh ke tangan individu, dan masing-masing individu menjadi medianya sendiri, inilah kebebasan informasi itu sesungguhnya.

Pengamat sosial politik Noam Chomsky, Lawrence Lessig, profesor hukum di Stanford University yang juga kolumnis tetap majalah Wired, sampai Budi Rahardjo, dosen Fakultas Elektro Institut Teknologi Bandung (ITB).

Tidak tanggung-tanggung, blogger bahkan ikut dianggap sebagai jurnalis oleh keputusan pengadilan tinggi Amerika Serikat. Mereka menggolongkan blogger, yakni orang yang walaupun hanya duduk berpakaian piama di depan komputer pribadinya sebagai penulis blog mempunyai hak perlindungan yang sama dengan penulis di media cetak periodik.

Menurut kolumnis San Fransisco Gate, Roger Yim, blog adalah persilangan antara catatan diari dengan daftar link di internet. Sedangkan Scott Rosenberg dalam kolomnya di majalah online Salon menyimpulkan bahwa blog berada pada batasan website yang lebih bernyawa daripada sekadar kumpulan link tapi kurang introspektif dari skadar diari yang tersimpan di dunia maya.

Perkembangan blog selanjutnya adalah saat blogger membuat weblognya khusus untuk dinikmati orang lain. Isinya tak hanya tulisan pribadi tapi juga kadang artikel, berita, atau bahkan foto-foto hasil bidikan sendiri yang memang dibuat agar orang lain bisa ikut menyimaknya. Inilah tahap di mana sebuah weblog mulai bisa diperhitungkan sebagai media baru di samping portal berita komersial.

Tentunya para blogger harus berterima kasih pada Marc Andersen, orang pertama yang berhasil membuat blog. Pada 1993 sebelum hadirnya browser Internet Explorer (IE), Andersen menggunakan Mosaic. Namun weblog pribadi baru dimulai oleh Justin Hall pada Januari 1994. Sejak itu mulai bermunculan weblog-weblog yang mengikuti langkahnya. Bisa dikatakan saat itu blogger masih terbilang ”manusia” baru di dunia maya.

Blogger.com saat ini telah memiliki sekitar 100.000 blogger yang memanfaatkan layanan mereka dengan pertumbuhan jumlah sekitar 20 persen per bulannya. Di luar Blogger.com, ada banyak layanan lain sejenis seperti Grouksoup, Veloxinews, Edith This Page,dan banyak lagi.

Komunitas blogger di Indonesia cukup membanggakan, mengingat pengguna internet masih cukup minim. Dilihat dari sisi angka memang masih teramat kecil, tapi setidaknya mereka mempunyai keinginan cukup kuat untuk selalu mengisi blognya secara periodik.

Idban Secandri, seorang blogger sekaligus juga praktisi TI yang sempat bekerja sebagai programer di sejumlah portal kenamaan, saat ini tengah membuat pemetaan blogger Indonesia. Menurut perhitungan Idban sendiri, data untuk Indonesia tersedia sebesar 14 MB dengan jumlah lokasi sebanyak 108.714 buah. Dari perhitungan ini apabila dibandingkan dengan jumlah pengguna internet Indonesia menurut Asosiasi Penyedia Jaringan Internet Indonesia (APJII) sebanyak 12 juta, maka berarti blogger adalah 0,04 persen dari pemakai internet

Webblog adalah sebuah media baru yang masih dipandang sebelah mata di Indonesia. Boleh jadi ini disebabkan karena kurangnya masyarakat Indonesia yang mengeksplorasi weblog itu sendiri. Yang tertangkap oleh media dan masyarakat konvensional bisa jadi weblog yang memuat catatan pribadi yang bersifat subyektif. Tetapi yang sebenarnya weblog adalah sebuah media. Sebagaimana essensi dari sebuah media, penggunaan weblog ini tergantung dari pemiliknya. Weblog bisa menjadi catatan pribadi kalau pemiliknya menghendaki demikian.

Dalam dunia politik, weblog masih menjadi sarana mempengaruhi massa untuk memilih ketua partai atau bahkan presiden. Kasus Ambalat misalnya, banyak dibicarakan oleh para weblogger-weblogger Indonesia. Weblogger Indonesia pun memasang logo “Ambalat belongs to Indonesia” ciptaan Bee, seorang weblogger Indonesia, sebagai simbol kepedulian masyarakat weblog terhadap kasus Ambalat. Dan harus diakaui hal ini membuat orang-orang yang tadinya tidak berpikir sama sekali terhadap kasus Ambalat menjadi ingin tahu dan kemudian menjadi tahu serta membicarakannya di weblog masing-masing. Dan hal ini menjadi mata rantai informasi yang bisa menimbulkan kepedulian seseorang terhadap suatu masalah. Oleh karenanya kehadiran weblog tidak bisa dianggap angin lalu saja karena dampaknya benar-benar bisa menggerakkan massa. Webblog bisa juga menjadi opini penulisnya yang bisa saja ilmiah dan bisa dipertanggung jawabkan secara akademis.

Eksistensi weblog sebagi media individual yang bebas dan independen mulai terasa pada awal tahun 2002, yaitu ketika terjadinya invasi Amerika ke Irak yang mengundang kontroversi bagi seluruh bangsa di dunia. Banyak sekali pengguna internet di seluruh dunia dengan berbagai latar belakang dan keahlian mulai memanfaatkan weblog untuk mengemukakan pandangannya. Mereka kemudian saling berusaha menciptakan opini publiknya masing-masing dengan mengemukakan berbagai fakta dari sudut pandang mereka sendiri. Beberapa weblog bahkan bersitegang satu sama lain karena perbedaan pendapat dalam memandang masalah tersebut, sedangkan beberapa weblog yang lain saling berhubungan secara lebih intensif karena merasa seide dan saling menyatakan persetujuan. Fenomena tersebut memberikan perpektif baru dalam penggunaan media massa. Setiap orang berkesempatan sama dan mempunyai kebebasan untuk mengemukakan opininya berdasarkan kepentingan dan sudut pandang mereka sendiri. Para blogger tidak mempunyai kekhawatiran untuk mengekspresikan pernyataan persetujuan atau pertentangan dengan pihak lain melalui weblognya. Kontroversi yang muncul sebagai akibat dari kebebasan tersebut merupakan salah satu bentuk dari demokratisasi pers.

Selama tahun 2003, keberadaan weblog semakin menjadi perhatian oleh banyak pihak. Semakin disadari bahwa weblog sangat berpengaruh dalam merusak, menciptakan, dan memutarbalikkan berita. Banyak sekali blogger yang tiba-tiba menjadi selebritis di internet karena weblognya menjadi satu satu website favorit yang paling sering dikunjungi oleh banyak orang di seluruh dunia berkenaan dengan informasi atau opini yang disampaikannya dalam weblog. Beberapa weblog bahkan menjadi sumber berita yang lebih terpercaya dibandingkan dengan media-media yang lain. Terlebih lagi trend bermunculannya weblog-weblog perang (war blogs) pun semakin menjamur sehubungan dengan invasi amerika ke irak yang masih berlanjut. Weblog-weblog yang mengumpulkan dan menyampaikan informasi dari irak menjadi weblog terfavorit karena memperoleh jumlah pengunjung yang besar dengan daftar komentar yang sangat panjang.

Pada tahun 2004, weblog sudah semakin dikenal oleh banyak orang. Banyak sekali artikel, review di berbagai media yang mengungkap dan menelusuri fenomena blogging tersebut. Eksistensi weblog semakin dirasa penting dan hampir sejajar dengan media mainstream lainnya. Hal tersebut terbukti dengan semakin banyaknya orang dari berbagai kalangan dan kepentingan yang saat ini memanfaatkan weblog, misalnya kandidat presiden, legislatif dan konsultan politik yang menggunakan weblog untuk mengembangkan dan membentuk formasi opini secara lebih familiar, dan sebagainya. Dalam perkembangannya, weblog bahkan tidak hanya dikelola dan dimanfaatkan untuk kepentingan individual. Banyak instutusi dan organisasi yang juga diuntungkan dengan penggunaan weblog tersebut. Weblog merupakan media yang fleksibel dengan berbagai karakteristik dan keunikan tersendiri dibandingkan media yang lain. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika saat ini semakin banyak pihak yang juga turut serta memanfaatkan weblog. Terlebih lagi, tehnologi terbaru yang terus dikembangkan saat ini memungkinkan pengguna internet untuk melakukan online secara mobile, baik dengan menggunakan telepon selular maupun laptop. Tentu saja hal tersebut semakin memberikan kemudahan bagi blogger untuk selalu berdekatan dengan weblognya sehingga bisa lebih mudah mempublikasikan setiap informasi yang dimilikinya dan menjaga nilai kebaruan informasi dalam weblog tersebut.

Perkembangan webblog memunculkan berbagai masalah diantaranya perseteruan antara sebuah media konvensional (koran) dengan beberapa masyarakat pemilik media modern (weblog) sedang marak. Media massa konvensional menganggap bahwa informasi-informasi yang ada di internet masih dipertanyakan kevalidannya karena banyaknya informasi sampah yang masih banyak menggunakan anonimitas. Sedangkan masyarakat pemilik media modern mengatakan tak semua informasi yang ada di internet itu tidak valid bahkan dalam berbagai hal, weblog bisa menjadi media untuk menguji kevalidan sebuah media berita dengan menelusuri link-link yang diberikan karena biasanya sebuah weblog yang memuat opini seseorang tentang suatu masalah biasanya akan menyediakan link-link sebagai bahan rujukannya.

Bahkan, beberapa kejadian advokasi rakyat yang menarik di dunia pun diantaranya ditengarai oleh ulah para blogger melalui provokasi di blog mereka. Memang, tak bisa dinafikkan lagi, kini blog telah beranjak “dewasa”, dalam pengertian telah mendiversifikasikan peran dan fungsinya dari sekadar media komunikasi yang sangat personal menjadi media massa dengan kekuatan sangat independen.

¯ KEGUNAAN DAN KEUNTUNGAN WEBLOG

Di negara-negara maju, para professor telah menggunakan weblog sebagai media untuk mengekspresikan pemikiran dan teori-teorinya dan mengharapkan pengunjung weblognya memberikan komentar terhadap teori-teorinya. Contohnya saja Law Professor Blogs di www.lawprofessorblogs.com yang menyediakan berita-berita , opini dan sumber informasi tentang hukum bagi para edukators, dari weblog-weblog itulah muncul networking terhadap bidang yang ditekuninya.

Para pelajar di negara-negara maju juga banyak yang memanfaatkan weblog sebagai pengganti dari tugas yang ditulis diatas kertas. Weblog para pelajar ini memungkinkan para pelajar untuk menelusuri perkembangan pemikirannya sendiri dan memungkinkan mereka untuk memekirkan kembali opini-opini yang dibuatnya berdasarkan komentar-komentar yang masuk dari teman-temannya maupun dari gurunya sehingga tidak perlu memfotokopi dan membagi-bagikan tulisanya kepada orang lain untuk mendapatkan feedback karena semuanya sudah tersedia lewat weblognya.

Dan para mahasiswa di Universitas di Inggris misalnya mengatakan bahwa dengan weblog thesis mereka menjadi lebih berkualitas karena mereka mendapatkan masukan dari beberapa kalangan yang mengunjungi weblog mereka. Dan ini yang di dalam dunia pendidikan disebut sebagai manfaat peer-discussion.

Menulis Blog, atau Blogging, setiap hari akan membuat Blogger menjadi penulis yang lebih percaya diri. Dengan terbiasa mengekspresikan pikirannya pada Blog-nya, seorang Blogger dapat dengan lebih baik mengartikulasikan opininya. Blog bahkan dapat menjadi semacam terapi jiwa. Tentu saja tidak semua orang adalah seorang Natural-Born Blogger dan dapat memproduksi Blog yang menarik. Aktivitas lain di dunia blogosphere adalah blogwalking, sebuah aktivitas dengan mengunjungi blog yang ter-link dengan blog kita dan meninggalkan pesan di blog yang kita tuju tersebut.

Mark (2004), seorang pengajar di Universitas Toledo, di weblognya mengatakan bahwa weblog juga bisa digunakan untuk mendiskusikan tugas-tugas pada setiap mata kuliah. Ketika waktu belajar pada tiap semester sudah selesai, weblog-weblog tersebut masih terpampang di internet dan bisa dinikmati oleh para mahasiswa yang mengambil mata kuliah yang sama pada tahun berikutnya. Dan jika mahasiswa-mahasiswa tahun berikutnya juga menggunakan weblog sebagai media diskusi, maka akan terlihatlah evolusi pemikiran mahasiswa dari tahun ke tahun dalam mata kuliah yang sama dan tentu saja memungkinkan masyarakat dunia untuk bisa mengaksesnya. Dengan demikianlah bahwa weblog di dalam dunia pendidikan mempunyai fungsi sebagai catatan sejarah.

Weblog bagi para guru juga sangat bermanfaat di dalam menyusun persiapan mengajar dan memungkinkan sebagian catatan weblognya dapat diakses oleh murid-muridnya setiap saat. Dan catatan dalam weblog gurun maupun siswa dapat digunakan oleh para pengagas kurikulum sebagai dasar-dasar kurikulum bahkan evaluasi terhadap sebuah kurikulum yang sadang diterapakan di dalam sekolah.

Bagi para peneliti, weblog merupakan sumber penelitian karena para peneliti dapat mengunjungi weblog-weblog yang sesuai dengan objek penelitianya dan menuliskannya dalam sebuah weblog. Dengan weblognya itu, para peneliti bisa mengumpulkan hasil penelitiannya kepada masyarakat seluruh dunia. Dan dari interaksi antara para pemilik weblog inilah network para peneliti dan para weblogger dan para weblogger bisa terbentuk sesuai dengan minat masing-masing.

Dalam dunia komunikasi weblog bisa berfungsi sebagai tambahan berita, bahkan kontrol terhadap media-media konvensional. Link-link yang ada di weblog tersebut bisa menuntun pembaca terhadap kebenaran sebuah berita yang disajikan oleh pemilik weblog, yang mungkin bisa saja bersikap kritis terhadap pemberitaan di berita-berita konvensional.

Ada satu cara termurah dan tercepat untuk mengungkapkan secara utuh kronologi suatu kejadian, pengalaman, dan pemikiran kepada publik yaitu melalui weblog. Sedikit informasi, weblog adalah situs pribadi dan pemiliknya disebut blogger. Weblog sarana untuk mengungkapkan sudut pandang blogger kepada orang lain untuk dilihat, dimengerti, dan ditanggapi. Siapa saja dapat memasuki weblog seseorang dan membaca apa yang telah ditulis, melihat foto yang dipasang, serta multimedia dengan browser internet. Pada masa lalu weblog memang terlihat sebagai media informal dan lebih kepada catatan harian. Tapi kini weblog telah berkembang pesat menjadi media yang serius dan dikelola profesional. Internasional Association of Online Communicators – IAOC menyatakan 85% dari webblog kini ditulis oleh profesional blogger.

Lihat saja banyak kaum profesional dan orang penting di dunia yang memiliki weblog. Dari petinggi perusahaan raksasa sampai raja. Malah blog Raja Kamboja Norodom Sihanouk disajikan dalam tiga bahasa.

Sisi lain fungsi nge-blog adalah untuk menghasilkan uang. Tidak percaya? Seorang Blogger pernah mengakui, bahkan hingga saat ini, dia telah menghasilkan sejumlah uang melalui blog yang dikelolanya sendiri. Berkembangnya sistem pemasaran (marketing) melalui internet membuat blog menjadi punya nilai tawar yang cukup tinggi untuk memerankan diri sebagai tempat memasang iklan (ads publisher). Ada banyak provider adsense yang dikenal dalam dunia periklanana, khususnya di dunia Blogosphere, diantaranya Google Adsense, Adbrite, ADster, Adengage, Bidvertiser, Clicksor, Blogvertise, Banner Boxer, Chitika eMinimalis, Etiology, dan yang terbaru adalah Pheedo. Faktor kemudahan tersebut juga yang menjadi pemicu merebaknya trend blogging di internet. Weblog memberikan kesenangan bagi blogger untuk mengemukakan pikirannya tanpa kekhawatiran terhadap respon dari orang lain. Sebagaimana yang dikatakan Blood dalam websitenya.

Secara singkat dapat disimpulkan keuntungan dari penggunaan Weblog, yaitu :

  1. Melalui weblog,kita dapat memperluas hubungan teman/ kenalan hingga dapat membentuk suatu komunitas yang besar.
  2. Weblog melebihi surat elektronik (Email), karena satu posting blog yang anda bahas, dapat dibaca oleh pengunjung blog yang tak terbatas. Beda dengan email yang hanya bisa dibaca oleh orang yang kita kirimkan. Selain itu, pengunjung blog juga dengan cepat dapat memberikan respon terhadap posting blog melalui komentar yang dapat langsung dituliskan di blog tersebut.
  3. Seiring perkembangan weblog dari waktu ke waktu, pengertian weblog juga akan berkembang seiring dengan ide – ide dan kemauan para Blogger.

¯ Faktor-Faktor Penghambat Webblog Menjadi Media Massa Komersil

Anonimitas memang salah satu kelemahan di dalam dunia internet, tetapi siapapun penulisnya kalau memang apa yang dikatakannya menuntut ke sebuah opini, tentu tidak bisa diabaikan begitu saja. Pengadilan bisa dibawa-bawa untuk menyelesaikan masalah ini. Tetapi biasanya weblog yang berisi informasi dapat dipertanggungjawabkan mencantumkan nama pemiliknya dengan jelas.

Dalam dunia komputer data adalah informasi. Informasi adalah ilmu dan ilmu adalah kekuatan. Mashala Mcluhan dalam bukunya yang berjudul “ The Medium is The Message” mengatakan bahwa keberadaan waktu telah berakhir, keberadaan ruang sudah musnah. Kita sekarang ini hidup di desa global yang berjalan cepat dimana sebuah informasi baru dapat digantikan oleh informasi yang lebih baru lagi dalam sekejap. Jadi jelaslah kita tidak bisa membendung datangnya informasi ke media apapun. Manusia dibekali kemampuan untuk berpikir dan menyeleksi mana berita yang termasuk noise (sampah) dan mana berita yang bersifat informatif. Weblog, mailinglist friendster dan bermacam media-media lainya adalah alat untuk mendapatkan informasi yang kita butuhkan sebagai mana koran, radio dan televisi. Bisa jadi berita yang bagi orang lain merupakan “noise”, bagi kita merupakan informasi berharga dan yang bagi orang lain berita merupakan bagi kita adalah sampah. Sebagai contoh seorang direktur perusahaan yang sudah matang tentu akan menganggap iklan lowongan kerja merupakan sampah tetapi bagi para sarjana yang baru saja lulus kuliah, lowongan kerja merupakan informasi yang sangat berguna.

Isi dari informasi itu sendiri adalah subjektif tergantung dari pengunaannya. Bahkan media konvensional seperti koran dan radio bisa ditunggangi kepentingan politik dan kepentingan lain dari pemiliknya demikian juga weblog. Kualitas sebuah weblog tergantung dari pemikiran pemiliknya. Informasi yang ada didalamnya boleh jadi tak butuhkan oleh seseorang tetapi boleh jadi dibutuhkan bagi orang lain. Sekali lagi, manusia adalah subjek dari segala media sehingga media adalah sebuah alat yang bisa digunakan untuk mencapai tujuan tertentu. Saling menyalahkan dan meremehkan media hanya akan mempersempit diri sendiri dalam mengeksplorasi informasi yang ada di dunia global. Cara yang terbaik adalah mengambil informasi yang kita butuhkan dan mengabaikan informasi yang tidak dibutuhkan dari media apapun. Dan menjadikan media-media yang ada baik yang konvensional maupun yang lama menjadi media yang saling melengkapi.

Penghambat yang lain adalah belum adanya undang-undang tertulis yang mengatur tentang penggunaan webblog ini. Sehingga sering terjadi konflik yang melibatkan para bloger. Bandingkan dengan Nila Tanzil yang pada akhirnya dibebastugaskan lantaran tekanan pemerintah Malaysia terhadap SCTV. Di sini terlihat ada konflik orientasi antara peblog yang terbuka (Nila Tanzil) dengan SCTV sebagai korporasi yang ingin memastikan bahwa pemasukannya dari klien berjalan tetap lancar di masa depan. Pada media massa konvensional bermodelkan korporasi, logika bisnis adalah ideologi utama, sedangkan Nila Tanzil sebagai pekerja berada di bawah tekanan itu. Kasus Nila ini disebabkan karena kritiknya terhadap pemerintah Malaysia. Di sisi lain, perkembangan blog yang mampu menerabas batasan-batasan struktur jurnalisme tradisional (modal, pendidikan, keahlian, kesempatan, peluang) memunculkan pertanyaan baru. Pertama, sampai sejauh mana para peblog mampu mempertanggungjawabkan fakta dan tafsiran fakta yang ia perlihatkan dalam blognya. Kedua, apakah seorang peblog yang menjalankan aktivitas jurnalisme warga, diperlakukan sama dengan seorang civic journalist yang melakukan kerja jurnalistik tradisional? Apakah aturan-aturan hukum (misalnya Undang-undang Pers) juga berlaku kepada dirinya?

Proses perkembangan webbog menjadi media massa komersi di Indonesia sudah tampak sejak beberapa tahun belakangan ini. Selain dari keterangan diatas, ada beberapa artikel yang dimuat oleh beberapa surat kabar. Diantaranya adalah sebagai berikut :

Trend Webblog[2]

SURABAYA – Tahun lalu, dari 12 juta pengguna internet, peminat weblog di Indonesia masih sangat minim, yakni hanya 0,04 persen. Hal ini diungkapkan Lendy Widayana, salah seorang pemateri dalam workshop Selling Self with Weblog yang dilaksanakan di Telkom Surabaya Barat, Jl Margoyoso kemarin.Memang, saat ini weblog menjadi salah satu tren. Dan, weblog ini menjadi alternatif baru bagi publikasi melalu internet. Bukan hanya untuk instansi, tapi juga untuk publikasi pribadi. Selain itu, weblog dapat dijadikan citizen journalist. Maksudnya, siapa saja bisa menjadi kontributor bagi media tertentu. “Mereka bisa mengirimkan berita apa saja, seolah-olah mereka menjadi kontributor sebuah media,” papar Lendy yang juga praktisi dan konsultan IT ini. Lokakarya itu diikuti sekitar 30 peserta. Mereka bukan hanya para mahasiswa, tapi juga siswa dan masyarakat umum. Ada juga peserta yang telah berusia 45 tahun, masih semangat mengikuti workshop itu. Dia adalah Widodo Basuki, wirausahawan di bidang properti. Tujuannya mengikuti lokakarya tidak lain untuk mengembangkan usahanya. “Dengan menggunakan weblog, kita tidak perlu lagi repot-repot membuat website. Weblog bisa menjadi alternatif,” ujar Widodo. Peserta lain adalah siswa SMA. Dia dari pondok pesantren Mahad Al Zaytun Indramayu, Jawa Barat, bernama Haikal Bahanan. Kegiatan tersebut tidak lain untuk mengisi kekosongan waktu menjelang ujian SPMB Juli mendatang Sebelumnya juga diadakan seminar dengan tema yang sama. Melalui kegiatan ini, peserta diberi pelajaran mengenai besarnya manfaat internet untuk peningkatan kualitas diri. “Dengan weblog yang punya nilai jual, generasi muda tidak akan selalu bergantung pada iklan lowongan pekerjaan,” kata Communication Manager Telkom Divre V Jatim Djadi Soegiarto. (rth)

Menjual Diri Lewat Weblog[3]

SURABAYA- Sementara itu, guna mendukung generasi muda menyiapkan diri memasuki dunia kerja, Telkom Divre V Jatim menggelar seminar dan workshop “Menjual Diri Lewat Weblog” di kantor Telkom Margoyoso Surabaya, Sabtu.Kegiatan yang dibuka Deputy Executive General Manager Telkom Divre V Jatim, Husni Thamrin itu, diikuti 90 peserta dan dibagi dalam dua sesi itu, menghadirkan pembicara Lendy Widayana, praktisi yang juga konsultan teknologi informasi (IT) dan mantan Direktur Ciputra Cyber Institute.

“Telkom Jatim sangat konsen dan peduli untuk meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia,” kata Husni Thamrin sebagaimana dikutip di Antara seusai membuka acara yang diselenggarakan pukul 08.00-12.00 WIB dan 13.30-17.30 WIB tersebut. Materi seminar dan workshop adalah masalah internet, khususnya dasar-dasar membuat weblog yang kini menjadi tren baru di dunia maya.Dengan mempunyai weblog yang mempunyai nilai jual, generasi muda tidak akan tergantung pada iklan lowongan kerja. Tapi dapat “menjual diri” melalui weblog. Weblog atau blog adalah istilah yang pertama kali digunakan oleh Jorn Barger pada 1997. Jorn Barger menggunakan istilah Weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diperbarui (update) secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang dianggap menarik disertai dengan komentar-komentar mereka sendiri. (Sadono)

Workshop Webblog[4]

SURABAYA- Workshop WeblogPersiapkan Generasi Muda Rambah Dunia Kerja Untuk mempersiapkan generasi muda yang siap mandiri dalam merambah dunia kerja, Telkom Jawa Timur menggelar seminar dan workshop “Menjual Diri Lewat Weblog.” Ini merupakan consern Telkom Jawa Timur dan kepeduliannya untuk meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia. Seminar dan workshop ini dilaksanakan di Kantor Telkom Surabaya Barat Jl. Margoyoso Surabaya. Karena banyaknya peserta yakni sekitar 90 orang maka kegiatan ini dibagi dalam 2 sesi. Sesi pertama dimulai pukul 08.00 dan berakhir pukul 12.00 WIB, sedangkan sesi kedua dimulai pukul 13.30 dan berakhir pukul 17.30 WIB. HUSNI TAMRIN Deputy Executive General Manager Telkom Divre V Jawa Timur kepada suarasurabaya.net disela-sela membuka workshop “Menjual Diri Lewat Weblog” ini mengatakan, weblog hanyalah salah satu manfaat yang bisa diambil dari internet.“Telkom sangat consern untuk mengedukasi generasi muda dan komunitas-komunitas dalam masyarakat untuk merasakan besarnya manfaat internet,” paparnya.Materi yang diberikan dalam workshop ini sedang dinantikan oleh kebanyakan generasi muda karena merupakan trend baru di internet.“Dengan mempunyai weblog yang mempunyai nilai jual, generasi muda tidak akan tergantung pada iklan lowongan pekerjaan,” tambahkan DJADI SOEGIARTO Communication Manager Telkom Divre V Jawa Timur.Workshop yang digelar Telkom Divre V Jatim dan didukung oleh Suara Surabaya Media ini menghadirkan pembicara LENDY WIDAYANA praktisi dan konsultan IT yang juga mantan Direktur Ciputra Cyber Institute. LENDY waktu ditemui suarasurabaya.net mengatakan, ilmu yang ia berikan pada peserta, masih dasar-dasarnya bagaimana membuat weblog dan pengisiannya. Belum sampai pada content-nya secara mendetil. “Paling tidak kalau sudah tahu cara membuat dan mengisi weblog, paling tidak mereka bisa mengekspos diri masing-masing supaya diperhitungkan orang,” ujarnya.

Webblog suatu kekuatan publikasi[5]

SURABAYA- Weblog jadi satu kekuatan baru untuk publikasi di internet, kata LENDY WIDAYANA Praktisi dan Konsultan Information Technology (IT). Disela-sela jadi pembicara workshop “Menjual Diri Lewat Weblog” yang digelar Telkom, Sabtu (10/06) LENDY pada suara surabaya.net mengatakan, awalnya weblog banyak dimanfaatkan sebagai diary, tapi dalam perkembangannya dijadikan sarana publikasi pribadi.Kata LENDY, data hingga Desember 2005 dari 12 juta pengguna internet di Indonesia, baru 0,04 persen yang memanfaatkan fasilitas weblog ini. “Tapi dalam perkembangannya dari bulan ke bulan terjadi peningkatan yang luar biasa mencapai 10 persen. Terutama para mahasiswa dan pelajar banyak yang membuat weblog pribadi,” paparnya.Ini terbukti dari pengakuan MAHFUD mahasiswa F-MIPA Unibraw Malang, satu diantara peserta workshop waktu ditemui suarasurabaya.net mengatakan, ia tertarik ikut workshop dengan tujuan ingin membuat weblog untuk mempublikasikan dirinya, tanpa harus susah-susah beriklan di media massa. Begitu juga pengakuan HAIKAL BAHANAN pelajar yang baru lulus SMA di Ponpes Mhar Al Zaytun Indramayu, Jawa Barat yang juga jadi peserta worshop weblog. Menurutnya mengetahui dasar-dasar pembuatan weblog sangat penting, karena ia sendiri akan memanfaatkan weblog untuk menjaring komunitas di bidang animasi. Tidak ketinggalan dengan WIDODO BASUKI, pria berusia 45 tahun yang profesinya sebagai konsultan bidang properti ini akan memanfaatkan weblog sebagai sarana publikasi usahanya. “Kalau buat website seperti company profile itu kan sulit dan mahal biayanya, saya mau coba pakai weblog yang lebih gampang dan murah ini,” ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, untuk mempersiapkan generasi muda yang siap mandiri dalam merambah dunia kerja, Telkom Jawa Timur menggelar seminar dan workshop “Menjual Diri Lewat Weblog.” Kegiatan ini diikuti 90 peserta dari berbagai kalangan, mulai pelajar, mahasiswa dan profesional. Acara dilaksanakan di kantor Telkom Surabaya Barat didukung Suara Surabaya Media.

BAB III

KESIMPULAN

Weblog Menjadi Media Massa

Ada suatu cara termurah dan tercepat untuk mengungkapkan secara utuh kronologi suatu kejadian, pengalaman, dan pemikiran kepada publik yaitu melalui Weblog. Weblog sarana untuk mengungkapkan sudut pandang blogger kepada orang lain untuk dilihat, dimengerti, dan ditanggapi. Siapa saja dapat memasuki weblog seseorang dan membaca apa yang telah ditulis, melihat foto yang dipasang, serta multimedia dengan browser internet.

Pada masa lalu weblog memang terlihat sebagai media informal dan lebih kepada catatan harian. Tapi kini weblog telah berkembang pesat menjadi media yang serius dan dikelola profesional. IAOC (International Association of Online Communicators) menyatakan 85% dari weblog kini ditulis oleh profesional blogger.

Budi Putra, Redaktur IT Majalah Tempo dan kolumnis Cnet Asia menilai blog menjadikan orang dari nobody menjadi somebody. Sedangkan Wimar Witoelar berpendapat adanya blog membuat setiap orang mempunyai panggung sendiri-sendiri. Dalam diskusi Internal InterMatrix dengan top blogger Indonesia Budi Putra yang juga Manajer Konten Tempo Interaktif bertutur sebelum ada blog orang agak susah memunculkan tulisannya di media massa. Misalanya, jika orang yang belum terkenal mengirim artikel ke koran maka belum tentu redaksinya sempat membaca atau kalaupun sempat, banyak pertimbangan, mengganggu pemasangan iklan dan sebagainya. Jadi ide-ide dan pemikiran cemerlang tidak muncul.

Adanya blog membuat kita bisa memasang tulisan kita tanpa harus mempunyai gelar PhD dahulu. Siapa saja yang bisa menulis dapat memuat ide dan pandangannya di blog tanpa dibatasi oleh mazhab apakah sosialis, komunis, atau liberal. Lewat blog kita juga dapat mendebat siapa saja termasuk Bill Gates.

Kalau kita prediksikan blog akan menjadi media utama pada masa depan. Karena orang akan jenuh dengan media cetak pada saat ini. Selain itu banyak berita dan foto yang tidak dimuat di koran atau majalah. Contohnya, sewaktu mantan Perdana Menteri Mahathir Muhammad disiram dengan air, berita terutama foto tersebut lebih dahulu ada di blog. Jadi keberadaan blog sangat membantu citizen journalism. Setiap orang dapat menyebarkan berita dengan cepat dan luas lewat blog. Apalagi dengan adanya metode RSS, kita bisa dengan mudah mengambil content blog orang lain juga.

Bisa dibilang saat ini posisi blog adalah “Kuda Hitam” bagi media mainsrtream. Karena orang akan bisa jenuh dengan kepentingan media yang sudah ada. Berbeda dengan blog, setiap orang bisa menulis. Sifatanya juga lebih human interest dibandingkan dengan berita-berita di media cetak pada umumnya. Penggunaan weblog telah memberikan perspektif baru dalam kegiatan jurnalisme media massa. Independensinya dari faktor eksternal, kesetaraan aksenya yang memungkinkan semua orang mendapatkan saluran penyampaian pikiran dan aspirasinya; kebebasan isinya yang bisa digunakan untuk mempublikasikan beragam informasi dengan berbagai motif dan kepentingan personal di baliknya; dan sentuhan personal yang diberikan blogger dalam setiap pemberitaan, membuat weblog menjadi media yang dapat merealisasikan konsep jurnalisme akar rumput (grassroot journalism) dan memfasilitasi terwujudnya desentralisasi informasi.

Pendek kata, boleh dibilang blog adalah bentuk baru media massa masa depan yang takterbendung. Di masa depan, menulis blog bakal menjadi kebiasaan sehari-hari setiap warga pada masyarakat demokratis. Ia pun akan menjadi ciri masyarakat madani yang mapan. Di masa depan pula, jurnalisme bakal menjadi pelajaran wajib bagi anak-anak sekolah dasar, sehingga membuat blog dengan kualitas jurnalisme bermutu menjadi standar yang umum.


[1] Harian Umum Sinar Harapan

[2] Jawa Pos, 11 Juni 2006

[3] Suara Karya, 12 Juni 2006

[4] SuaraSurabaya.Net, 10 Juni 2006

[5] SuaraSurabaya.net10 Juni 2006

September 24, 2007 Posted by | teknologi | Tinggalkan komentar

kelompok C part 3

BAB I

PENDAHULUAN

Telekomunikasi adalah sejenis komunikasi elektronika yang menggunakan perangkat – perangkat telekomunikasi untuk berlangsungnya komunikasi yang kita maksudkan. Telekomunikasi, terdiri dari dua suku kata, yaitu tele = jarak jauh, dan komunikasi = kegiatan untuk menyampaikan berita dari satu tempat ketempat lainnya (jarak jauh) yang menggunakan alat atau media elektronik. Berdasarkan pasal 1 UU No.36 tahun 1999 mengemukakan definisi telekomunikasi, bahwa telekomunikasi adalah setiap pemancaran, pengiriman dan atau penerimaan dari setiap informasi dalam bentuk tanda, isyarat tulisan, gambar, suara, dan bunyi melalui sistem kawat, optic, radio atau system elektromagnetik lainnya. Alat telekomunikasi adalah setiap alat perlengkapan yang digunakan dalam bertelekomunikasi.

Keseluruhan himpunan perangkat yang digunakan untuk mendukung terciptanya produk jasa telekomunikasi dapat disebut sebagai system telekomunikasi. Perangkat –perangkat itu bekerja bersama-sama sebagai suatu system dan saling mendukung untuk menghasilkan jasa telekomunikasi yang dijual kepada para pengguna (user). Dalam suatu system, kedudukan suatu sub system adalah sebagai pendukung dari adanya system itu. Dengan kata lain, suatu system merupakan himpunan dari beberapa sub system.

Hingga kini, pengembangan telekomunikasi di jaman globalisasi lebih pada kecenderungan kebutuhan gaya hidup dan tuntutan kemudahan. Tapi tidak dapat dipungkiri, melalui telekomunikasi manusia dapat disatukan tanpa batas jarak dan waktu. Sistem kompetisi dan swastanisasipun diterapkan untuk mengembangkan teknologi ini secara positif sesuai kebutuhan dan tuntutan masyarakat.

BAB II

PEMBAHASAN

SEJARAH TELEKOMUNIKASI DUNIA

Secara historis, penggunaan telekomunikasi modern lahir sejak didemonstrasikannya telegraf oleh Samuel Morse (1837). Mulai saat itu era penyampaian informasi melalui listrik dan magnet dimulai. Telegraf kemudian disusul dengan penemuan telepon oleh Alexander G Bell (1876). Secara teoretis adalah James C Maxwell (1878) yang berhasil merangkumkan persamaan matematika yang mengatur perilaku medan magnet dan medan listrik secara elegan. Maxwell berdiri di atas para ilmuwan besar seperti Coulomb, Gauss, Faraday, Ampere, Biot, dan Savart.

Berdasarkan persamaan Maxwell itu, Hertz kemudian Marconi (1895) mendemonstrasikan radio telekomunikasi, komunikasi tanpa kabel. Sejak itu para ilmuwan dan insinyur membuat kemajuan yang pasti dan menakjubkan untuk melakukan telekomunikasi tanpa kabel dengan menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai gelombang pembawa dengan frekuensi yang semakin tinggi. Semakin tinggi frekuensi gelombang pembawa akan semakin lebar pita frekuensi. Itu berarti, semakin banyak informasi yang bisa dimuat.

Perkembangan yang terjadi di dunia telekomunikasi adalah tuntutan tersedianya pita frekuensi untuk menyalurkan data yang semakin lebar. Pada masa awalnya, radio memiliki lebar pita 15 kHz, berikutnya TV membutuhkan lebar pita sekitar 6 MHz dengan frekuensi pembawa sekitar 100 MHz. Frekuensi yang dipakai ini masih dikenal sebagai daerah frekuensi gelombang radio. Kelahiran laser pada dekade 1960-an membuka peluang tersedianya pita yang sangat lebar untuk telekomunikasi di daerah frekuensi gelombang cahaya, yang semuanya merupakan bagian dari spektrum frekuensi gelombang elektromagnetik.

SEJARAH TELEKOMUNIKASI DI INDONESIA

Sejarah telekomunikasi di Indonesia bermula saat telegrap diperkenalkan tanggal 23 Oktober 1855 oleh pemerintah Hindia Belanda, yaitu berupa telegrap elektro magnit yang menghubungkan Batavia (Jakarta) dan Buitenzorg (Bogor). Dua tahun kemudian dibuka saluran Jakarra-Surabaya dengan cabang Semarang-Ambarawa. Sejak itu jasa telegrap dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Dua tahun kemudian panjang saluran telegrap berkembang terus sehingga mencapai 2.700 kilometer, dilayani oleh 28 kantor telegrap. Di sepanjang rel kereta api didirikan tiang-tiang telegrap. Sementara itu kabel laut telah terpasang antara Jakarta dan Singapura, selanjumya dari Jawa (Banyuwangi) ke Australia (Darwin).

Keberadaan telekomunikasi sangat berperan di Indonesia. Hal ini bisa direfleksikan ketika mengumumkan kemerdekaan Indonesia. Berbagai media komunikasi digunakan untuk menyebarkan kabar kemerdekaan mulai dari surat, telegram, berita di koran / buletin hingga telepon, dan yang terpenting adalah siaran lewat RRI.

Telekomunikasi menjadi bagian penting dalam sejarah Indonesia. Mulai dari zaman revolusi hingga kemerdekaan kemudian berkembang dizaman orde lama dan mengalami kemajuan pesat di zaman orde baru yang ditandai dengan peluncuran satelit Palapa 1 tahun 1976. Saat itu sempat terjadi pro-kontra tapi pada akhirnya harus diakui satelit Palapa banyak memberikan manfaat.

Hubungan telepon lokal digunakan pertama kali pada tanggal 16 Oktober 1882 dan diselenggarakan oleh perusahaan swasta. Jaringan telepon tersebut membentang antara Gambir dan Tanjung Priok di Batavia, disusul dua tahun kemudian hubungan telepon di Semarang dan Surabaya. Perusahaan swasta itu mendapat izin konsesi selama dua puluh lima tahun. Tampaknya pengusahaan alat komunikasi hasil penemuan Alexander Graham Bell pada tahun 1876 itu cepat berkembang sehingga dalam tahun 1905 jumlah perusahaan telepon di Hindia Belanda menjadi 38.

Khusus untuk hubungan telepon interlokal, perusahaan Intercommunaal Telefoon Maatschappij memperoleh konsesi selama dua puluh lima tahun untuk hubungan Batavia-Semarang, selanjutnya Batavia-Surabaya, disusul Batavia-Bogor dan kemudian Bandung-Sukabumi. Dalam pengembangan jaringan telepon ternyata perusahaan-perusahaan telepon itu hanya membuka hubungan telepon di kota-kota besar yang mendatangkan untung saja sehingga penyebaran jaringan telepon tidak merata. Akhirnya dalam tahun 1906 setelah jangka waktu konsesi berakhir, semua pengusahaan jaringan telepon diambil alih dan dikelola oleh Pemerintah Hindia Belanda melalui pembentukan Post, Telegraaf en Telefoon Dienst, kecuali jaringan telepon Perusahaan Kereta Api Deli (Deli Spoor Maatschappij, DSM). Sejak saat itulah pelayanan jasa telekomunikasi dikelola oleh pemerintah secara monopoli.

Jaringan telepon itu semula menggunakan sistem baterai lokal dan kawat tunggal yang terpasang di atas permukaan tanah sehingga sering mengalami gangguan. Pembaharuan dan modernisasi kemudian dilaksanakan, pemasangan kabel jarak jauh diterapkan di bawah permukaan tanah, kawat tunggal diganti dengan kawat sepasang dan menggunakan sistem baterai sentral. Pengembangan telekomunikasi di masa itu tentu saja memerlukan pegawai-pegawai yang berpendidikan, baik dari pihak pribumi maupun dari Belanda. Itulah sebabnya Dinas PTT menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan. misalnya kursus mengetok kawat morse di Jakarta dan kursus asisien di Surabaya. Pendidikan yang lebih tinggi lagi diadakan di Belanda. Banyak pribumi yang menjadi pegawai PTT walaupun gaji bagi pribumi, lebih rendah ketimbang pegawai Belanda. Memperoleh sebutan sebagai Den Ajung (adjunct inspector) atau Den Komis (commies) sangatlah membanggakan bagi pribumi karena gaji pegawai PTT lebih tinggi daripada pegawai dinas lain, meskipun gaji asisten pribumi dibandingkan dengan asisten Belanda jauh ketinggalan.

Menurut penuturan R. Samdjoen yang mulai memasuki dinas PTT tahun 1929 dan pernah menjadi Direktur Jenderal PTT, teknisi telekomunikasi didatangkan dari Belanda dan hanya terdapat seorang teknisi radio pribumi. yaitu Soedirdjo yang ikut membangun stasiun radio penerima Malabar tahun 1920, stasiun radio tertua di Indonesia dan terbesar di belahan bumi selatan. Prioritas pemakaian jasa telepon waktu itu diberikan kepada pejabai-pejabat pemerintah dan pengusaha. Para bupati dan wedana di Pulau Jawa memiliki pesawat telepon. pembiayaannya ditanggung pemerintah. Adapun pesawat telepon yang digunakan ialah jenis telepon baterai lokal, jarak jangkauannya terbatas. Berbicara dengan telepon engkol tersebut harus keras, bahkan boleh dikata harus beneriak. Bukan aneh kalau ada pelanggan yang memaki-maki operator. Ada juga operator yang didatangi pelanggan dan “dihajar” karena pelanggan itu merasa disepelekan. Hal itu disebabkan penyambungan telepon ditangani secara manual sehingga tidak dapat dilayani secara cepat.

Seiring dengan bangkitnya gerakan nasional dan melihat sistem penggajian yang tidak adil, lahirlah berbagai perhimpunan buruh di lingkungan PTT seperti Postbond, Midpost/Inspecteurs Bond dan Perkumpulan Pegawai PTT Rendahan (PTTR). Adapun Midpost dan PTTR memiliki warna nasionalisme yang tegas. Perkumpulan-perkumpulan ini didirikan karena kenyataan meskipun jumlah pegawai pribumi merupakan bagian terbesar dari pegawai PTT tetapi dianaktirikan oleh pimpinan. Di antara para pemimpin gerakan nasional yang mendorong pembentukan Midpost adalah R.P. Soeroso, anggota Volksraad. Setelah Pemerintah Hindia Belanda gulung tikar akibat serbuan balatentara Jepang di tahun 1942, Dinas PTT dibagi sesuai dengan daerah kekuasaan milker Jepang. Daerah Jawa dan Madura di bawah komando Angkatan Darat Jepang ke-16, daerah Sumatera di bawah komando Angkatan Darat Jepang ke-25 dan kepulauan Indonesia Timur di bawah komando Armada ke-3 Angkatan Laut Jepang.

Jawatan PTT alias Tsusinkyoku diberi tugas utama membantu kelancaran “Perang Asia Timur Raya” ala Jepang dan menjaga keamanan pemerintahan militer. Stasiun radio pemancar Dayeuhkolot yang terletak tujuh kilometer sebelah selatan Bandung dikelola oleh perusahaan telekomunikasi swasta Jepang Kokusai Denki Tsusinkyoku yang berpusat di Jepang. Stasiun radio ini waktu itu merupakan stasiun radio terbesar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Selama pendudukan Jepang hubungan ke luar negeri oleh stasiun radio Dayeuhkolot hanya terpancar ke Jepang dan Jerman. Baik stasiun radio pemancar di Dayeuhkolot dan stasiun radio penerima di Rancaekek di sebelah timur Bandung dipimpin oleh orang-orang Jepang, begitu pula kantor telegrap di Bandung. Berhubung beberapa pemancar digunakan khusus untuk keperluan militer, setiap pegawai Indonesia diawasi secara ketat. Sekalipun demikian, kedatangan Jepang di lingkungan PTT ini dapat dipandang menguntungkan juga. Orang-orang Belanda yang dulu menduduki kursi-kursi pimpinan telah tergusur. Banyak kursi pimpinan ditempati oleh pegawai Indonesia sehingga mcrcka memperoleh pengalaman untuk memimpin. Jawatan PTT di Sumatera semula dipusatkan di Shonanto (Singapura) karena Sumatera dan Semenanjung Malaya oleh Pemerintah Jepang dijadikan satu daerah komando.

Keadaan telekomunikasi kita di Jawa pada zaman pendudukan Jepang buruk sekali. Tenaga pimpinan dan teknisi Belanda dan Indo ditahan oleh Jepang sehingga PTT kekurangan tenaga. R. Samdjoen, ketika itu bekerja pada bagian laboratorium dan merasakan betapa kurangnya tenaga yang cakap, memberanikan diri mendidik pemuda-pemuda Indonesia menjadi teknisi telekomunikasi. Permintaan itu berhasil. Perbedaan fungsi utama Dinas PTT pada zaman Belanda dan Jepang memang ada. Dinas PTT Hindia Belanda tidak bertujuan komersial semata, juga diperuntukkan bagi pelayanan masyarakat, sedangkan pada zaman Jepang Jawatan PTT lebih digunakan untuk mendukung “Perang Asia Timur Raya.” Banyak pemancar, peralatan dan perlengkapan telekomunikasi diangkut ke medan perang. Namun ada juga untungnya karena angkatan laut Jepang memperkenalkan penggunaan radar kepada para teknisi Indonesia.

Di daerah lain, khususnya di Sumatera perkembangan telekomunikasi pada masa itu cukup bagus. Jaringan telegrap morse menghubungkan seluruh kota, bahkan dari Bukittinggi dapat dihubungi Bandung, Singapura dan Tokyo. Unit-unit telekomunikasi milik PTT terdiri dari terminal telegrap di Birugo dan stasiun penerima di Tarok, keduanya di Sumatera Barat. Pemancar radio di Bukitcangang – di daerah Bukittinggi – berada di bawah permukaan tanah dan pesawat carrier ditempatkan dalam sebuah bungker di Atas Ngarai, Bukittinggi. Hal ini dapat disimpulkan bahwa Jepang sudah memperkirakan kemungkinan terjadinya serangan udara Sekutu karena Bukittinggi menjadi pusat pemerintahan. Mereka pun menduga bahwa pemancar-pemancar radio akan menjadi serangan pemboman. Itulah sebabnya Jepang menyiapkan pemancar-pemancar cadangan dengan penempatan yang terpencar.

Pada stasiun-stasiun pemancar dan pusat-pusat telekomunikasi penting di Garegeh dan Tarok terdapat tenaga-tenaga terdidik yang didatangkan dari Bandung. Pemuda-pemuda Indonesia yang bekerja pada pusat-pusat telekomunikasi tersebut ternyata dapat pula menyumbangkan sesuatu bagi gerakan di bawah tanah. Pesawat radio di mana-mana disegel oleh Pemerintah Jepang agar bangsa Indonesia “tuli” terhadap kekalahan demi kekalahan pasukan Jepang. Namun demikian pemuda-pemuda kita itu dapat mendengarkan siaran radio luar negeri dengan menggunakan head-set agar suaranya tidak terdengar keluar. Tentu penyadapan berita semacam itu dianggap oleh Jepang sebagai pelanggaran berat. Seorang pegawai suku Ambon ketahuan mendengarkan siaran radio luar negeri. Militer Jepang menangkapnya, menuduhnya sebagai mata-mata musuh dan selanjutnya hilang tak tentu rimbanya.

Memudarnya kekuasaan Belanda yang telah bercokol selama tiga setengah abad di Indonesia dan makin merosotnya kekuatan balatentara Jepang di segenap garis pertempuran kawasan Asia dan Pasifik, semakin menebalkan keyakinan para pegawai Indonesia dalam tubuh PTT bahwa suatu saat pasti bangsa Indonesia akan mencapai kemerdekaan. Guna menyongsong saat bersejarah itu diperlukan persiapan, baik untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan maupun mempersiapkan segala macam pekerjaan dan pimpinan jawatan. Kegiatan persiapan itu – tentu saja tidak dapat dilakukan secara terbuka dan bebas – terutama di kalangan pegawai yang berkedudukan cukup tinggi dan para siswa sekolah PTT dan Controleurs Cursus dan Bedrijfsambtenaar Cursus di Jalan Banda, Bandung. Dalam pertemuan ramah-tamah, mereka seakan-akan tidak memikirkan gentingnya perang yang memperebutkan daerah subur Indonesia, terseliplah bisik-bisik tentang kemungkinan munculnya kesempatan memerdekakan bangsa. Salah seorang siswa bernama Soetoko yang menonjol peranannya dalam mempersatukan gagasan patriotik, pada awal tahun 1942 telah menemui Mas Soeharto yang waktu itu menjabat Kepala Biro berpangkat Controleur I. la adalah satu-satunya pegawai Indonesia yang paling tinggi pangkatnya di lingkungan PTT. Dibicarakanlah oleh keduanya kemungkinan pengambilalihan pimpinan PTT bila sewaktu-waktu Pemerintah Hindia Belanda jatuh. Tidak ada perbedaan pendapat antara Soetoko yang muda dan penuh keberanian dengan Mas Soeharto yang mengetahui seluk beluk Jawatan PTT Kalaupun ada perbedaan, hanyalah mengenai pelaksanaannya.

Gagasan Soetoko memang mewakili cita-cita dan watak kaum muda yang bersemangat, berani tapi mungkin juga kurang matang dalam pertimbangan. Mas Soeharto mewakili pendapat, bahwa pengambilalihan Kantor Pusat PTT tanpa disertai gerakan dan tindakan yang sejalan di kota-kota lain seluruh Indonesia, mungkin akan sia-sia dan dapat merugikan gerakan nasional. Melalui pembicaraan yang matang, gagasan para pemuda yang diwakili oleh Soetoko dapat dilunakkan. Gagasan itu urung karena penyerbuan Jepang ke Hindia Belanda hanya berlangsung sebentar dan Belanda cepat takluk. Jepang pun segera menguasai keadaan dan menyusun pemerintahan. Namun cita-cita para pemuda yang tumbuh sejak goyahnya kekuasaan Hindia Belanda, terus berkembang dalam penjajahan Jepang. Propaganda manis Jepang yang menjanjikan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia “di kelak kemudian hari” tidak mempan lagi karena ternyata pemerasan dan penindasan yang dilakukannya sangat kejam. Di mana-mana terjadi kelaparan karena beras Indonesia diangkut Jepang untuk memberi makan serdadu-serdadunya yang tersebar di kawasan Asia dan kepulauan Pasifik.

Dari segala pemaksaan dan penindasan itu muncul pula kesempatan yang amat berguna bagi penggemblengan semangat kemiliteran dan patriotisme. Konon dalam menghadapi serbuan Sekutu, Jepang mengadakan latihan keprajuritan bagi pemuda Indonesia. Di Kantor Pusat PTT setiap pagi diadakan latihan taisho (gerak badan), dilanjutkan dengan latihan baris-berbaris dan kemiliteran serta perang-perangan. Sebuah pasukan Seinendan (organisasi pemuda bentukan Jepang) diresmikan dan dikepalai oleh Abdoel Djabar. Sementara itu Soetoko mcmimpin seluruh barisan Seinendan PTT yang meliputi sekolah PTT, Radio, Laboratorium, Kantor Pos Besar dan Kantor Telepon. Kemudian dibentuk badan yang bernama Tsusintai atau Barisan Pusat PTT, dan dibentuk pula Tsusin Tokubetsutai (Pasukan Istimewa atau Barisan Pelopor PTT). Kader-kader bangsa ini mulai merintis jaringan komunikasi dalam gerakan bawah tanah dengan kota-kota lain. Mereka menyusun jaringan penyampaian informasi bawah tanah melalui telepon, telegram sandi, pos, kurir dan radio.

Pemancar gelap pun mereka persiapkan. Secara hati-hati mereka memonitor situasi perang dari berita-berita dan dokumen-dokumen Jepang. Pihak Jepang bukannya tidak memperhitungkan kemungkinan terjadinya bahaya yang mengancamnya dari masyarakat Indonesia setelah di mana-mana terjadi kelaparan tetapi tidak sempat bereaksi karena pasukan Jepang makin terpukul di berbagai medan pertempuran. Tiba-tiba saja orang-orang Jepang memerintahkan membuat tanggul pengaman di sekeliling gedung Kantor Pusat PTT. Kios telepon umum di Kantor Pusat PTT diubah menjadi tempat mikrofon yang dihubungkan dengan pengeras suara guna mengumumkan segala macam perintah kepada para pegawai. Pidato propaganda sewaktu-waktu disiarkan melalui pengeras suara itu.

Dalam pada itu Tsusin Tokubetsutai berhasil mendatangkan pelatih dari pihak militer Jepang agar memberi pelajaran menggunakan senjata. Siasat jitu ini memungkinkan pemuda-pemuda anggota Barisan Istimewa PTT mampu menggunakan senjata dan mengetahui cara pasukan bergerak dalam pertempuran, baik bertahan maupun menyerang. Kemampuan bela diri pun diajarkan. Guna memudahkan penerimaan instruksi, pemuda Soeardi Tasrif’ yang pandai berbahasa Jepang ditugaskan menjadi penerjemah. Kelak Soeardi Tasrif menjadi seorang pengacara terkenal di Jakarta.

Di antara para anggota Tsusin Tokubetsutai yang paling giat melakukan hubungan dengan pemuka-pemuka gerakan nasional ialah Ismojo. Itulah sebabnya kata sandi yang dipergunakan sebagai titik awal merebut Kantor Pusat PTT dari tangan Jepang ialah “IS”, suku kata pertama dari nama Ismojo. la memang lebih Ieluasa berhubungan dengan pemimpin-pemimpin di luar kalangan PTT karena sering melakukan dinas luar. Pada pertengahan tahun 1945 setelah pasukan Sekutu berhasil melakukan loncatan katak, yaitu serangan balik pasukan Jenderal MacArthur yang menduduki pulau demi pulau sehingga berhasil mendekati kepulauan Jepang, kekalahan Jepang sudah terbayang.

Setelah bom atom Sekutu memporakporandakan kota Hiroshima tanggal 6 Agustus 1945, ketahanan militer Jepang boleh dikata sudah ambruk sama sekali. Begitu bom atom kedua meluluhlantakkan kota Nagasaki tanggal 9 Agustus 1945, semangat Jepang sudah sirna. Esok harinya Kaisar Hirohito menyatakan kekalahan Jepang dan menyerah tanpa syarat. Jepang masih berusaha menutupi kekalahannya dengan memperlambat penyebaran berita itu ke wilayah Asia. Tetapi para operator telepon dan telegrap PTT dapat mengetahui berita penyerahan itu karena pesawat-pesawat penerima di Bandung tidak disegel. Telegram resmi dari Tokyo akhirnya diterima di Bandung pada tanggal 13 Agustus 1945.

Pada waktu itu segera dikirim telegram kepada pernuda-pemuda Jakarta agar mereka mendesak pemimpin-pemimpin bangsa untuk mengumumkan kemerdekaan Indonesia. Jika kemerdekaan tidak segera diumumkan, Indonesia akan kehilangan momentum yang mungkin tidak akan ada lagi. Berhubung jawaban tidak diterima, tanggal 15 Agustus 1945 dikirim lagi telegram ke Jakarta disertai desakan yang lebih keras, yaitu jika Jakarta tidak mau mengambil keputusan penting itu maka Bandung akan bertindak. Kemerdekaan Indonesia pun diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. Beritanya diteruskan melalui telepon. telegrap, radio dan pos ke semua kantor PTT secara beranting. Informasi dari Bandung yang diterima oleh kantor telegrap di Bukittinggi tanggal 16 Agustus menyatakan bahwa pada tanggal 17 Agustus 1945 akan terjadi peristiwa penting karena itu operator di Bukittinggi supaya siap pada pesawatnya. Benar juga, keesokan harinya kantor telegrap Bukittinggi menerima berita proklamasi kemerdekaan Indonesia dan segera pula secara hari-hati meneruskannya ke kanior-kantor lain di Sumatera. Berita proklamasi kemerdekaan yang pertama-tama disiarkan ke luar negeri berasal dari Stasiun Radio Pemancar PTT di Dayeuhkolot pada tanggal 17 Agustus 1945 itu juga.

Betapa pentingnya alat komunikasi yang dapat menjangkau area yang luas terbukti ketika Presiden Soekarno hendak memerintahkan penghentian tembak menembak. Ketika itu perintah Presiden Soekarno yang sedang hijrah ke suatu tempat di sekitar Madiun dengan peralatan sebuah pesawat pemancar radio mobil PTT dapat dipancarkan dan diterima pesawat penerima di rumah kediaman Mas Soeharto di Yogyakarta dann juga direlay oleh semua studio RRI yang masih ada. Debngan peralatan yang terbatas namun dobalut oleh tekad semangat yang besar, Dinas Jawatan PTT dapat turut mem-back up perjuangan di berbagai front perjuangan, termasuk dalam menyebarluaskan rangkaian pidato yang sangat patriotik Bung Tomo dalam peristiwa 10 November 1945 yang disiarkan berulang-ulang oleh RRI. Di sini terbukti betapa pentingnya peranan telekomunikasi sebagai salah satu alat komunikasi yang dapat mengudara dan meniadakan batas maupun hambatan apapun. Dengan telekomunikasi, persatuan nasional Indonesia dapat terjaga di saat kondisi negara yang sedang tercerai berai.

Berikut akan diterakan beberapa sejarah alat telekomunikasi.

·

September 24, 2007 Posted by | teknologi | Tinggalkan komentar

Microsoft Dukung Silverlight di Linux

Microsoft Dukung Silverlight di Linux

Microsoft dan Linux terlibat dalam sebuah kerjasama yang disebut-sebut bersejarah. Microsoft memberi dukungan resmi Silverlight berjalan di Linux.

Dukungan itu lahir dari kerjasama Microsoft dengan Novell. Kedua perusahaan akan mengadopsi proyek Moonlight yang tadinya merupakan proyek tidak resmi untuk menghadirkan Silverlight di Linux.

Moonlight awalnya dikembangkan oleh anggota Proyek Mono setelah Microsoft melansir kode awal Silverlight pada Mei 2007. Kini, setelah diadopsi oleh Novell, Silverlight versi 1.0 dan 1.1 juga akan dihadirkan di Linux. Bahkan Novell berjanji Silverlight akan bisa digunakan pada desktop Linux distribusi utama, bukan hanya Linux-nya Novell.

Di sisi lain, Microsoft berjanji akan memberikan akses pada piranti pengujian, spesifikasi, dan codecs video serta audio yang digunakan dalam pengembangan Silverlight.

Sebelumnya, Microsoft hanya memberikan dukungan untuk Silverlight pada Macintosh dan Windows. Itu pun terbatas pada browser Safari, Firefox, dan Internet Explorer.

Miguel de Icaza, pendiri Mono sekaligus Vice President Developer Platform di Novell, menyebut kerjasama ini sebagai sesuatu yang bersejarah dalam hal hubungan proyek Open Source dengan Microsoft. “Mereka (Microsoft-red) sudah pernah berkolaborasi di area server contohnya di Xen dan PHP, tapi ini pertama kalinya ada kontribusi ke desktop Open Source,” tutur Miguel.

Menurut Miguel Microsoft diuntungkan dengan meraih pengguna Linux dan BSD. “Sedangkan kita (komunitas Open Source-red) diuntungkan dengan menjamin pengguna sistem operasi Open Source juga bisa membuka situs yang menggunakan Silverlight,” ujarnya.

Silverlight disebut sebagai pesaing teknologi Flash yang dikembangkan oleh Macromedia. Silverlight memungkinkan hadirnya aplikasi interaktif berbasis .NET dan juga konten multimedia lewat situs web. detikinet dan http://www.hi-technews.net

September 17, 2007 Posted by | news | 1 Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.