Petekaramerame’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Kelompok I part 3

Kelompok I
Tambahan Untuk Pembahasan……

HP jenis terbaru memiliki fungsi yang beraneka ragam. Mulai dari kalkulator, notepad (untuk membuat tulisan), membuat presentasi, melakukan transaksi perbankan, menggantikan peran komputer biasa untuk menjelajah internet, mengirim dan menerima e-mail, menerima dan mengirim berita, bahkan menerima siaran televisi.
Tercatat sudah lebih dari 120 operator ponsel seluruh dunia yang meluncurkan layanan TV bergerak, di mana lebih dari 90 persen mempergunakan jaringan seluler dua arah yang ada. Dari jaringan seluler ini ada lebih dari 2,5 miliar pengguna dengan teknologi unicast dan broadcast MBMS (multimedia broadcast multicast service).
Artinya, dalam waktu yang tak lama lagi, ketika kita bicara soal audience media televisi, audience itu sebetulnya tidak lagi terbatas pada pemilik pesawat televisi konvensional (yang rating-nya secara rutin dicatat oleh lembaga AGB Nielsen Media Research). Tetapi juga mencakup pemilik HP (3G) dan pengguna komputer (yang juga bisa di-set untuk menerima siaran televisi).
Kehadiran generasi ketiga (3G) makin membuka jalan bagi era baru teknologi komunikasi masa depan. Hal ini dibuktikan dengan semakin variatifnya layanan komunikasi pada ponsel. Dikatakan demikian, karena layanan suara, data, dan gambar kian disempurnakan di dalam ponsel kita. Beberapa keunggulannya misalnya digenggamnya fitur video phone, video streaming, internet browsing, mobile tv, VoIP (Voice over Internet Protocol), dan fitur canggih lainnya.
Bayangkan, lewat teknologi ini jarak sejauh apapun bukan lagi penghalang untuk bertemu apalagi sekedar bertukar kata. Sambil menelepon kita bisa melihat wajah lawan bicara kita, begitu pun sebaliknya. Bosan ngobrol lewat video call, kita bisa menonton televisi dari ponsel. Rasanya dunia dalam genggaman.
Kemajuan teknologi selular melesat maju dalam kurun waktu yang relatif cepat. Belum lama mengenal 3G dan 3,5G sekarang 4G sudah mulai dirintis dan dikembangkan. Malah beberapa negara Asia, seperti Jepang, China, dan India mulai giat mempersiapkan teknologi ini.
Gembar-gembor teknologi 3G yang sudah didengungkan sejak beberapa tahun lalu, menawarkan keunggulan untuk dapat mengolah dan mengirimkan data multimedia secara real time pada sebuah perangkat mobile yang kita miliki, dengan teknologi ini nantinya kita tidak hanya dapat mengakses data secara cepat, namun melihat acara televisi siaran langsung dan bertatapan wajah dengan lawan bicara kita sambil bertelepon secara real time seperti halnya pada film-film futuristik, hal tersebut dapat dilakukan dengan ponsel yang memiliki fasilitas 3G ini.
Jepang adalah negara yang sukses menerapkan teknologi ini, NTT DoCoMo, sebagai salah satu operator seluler di negeri Matahari terbit itu telah menuai sukses besar dari layanan produk yang ditawarkan kepada konsumennya dengan layanan yang diberi nama i-Mode, para pengguna i-Mode dapat menikmati acara televisi, berkirim e-mail dan mengakses Internet langsung dari telepon genggam atau PDA-Phone nya.
Mungkin Jepang adalah satu-satunya negara yang pertama kali mengadopsi teknologi ini, bukan hanya di kawasan Asia namun juga di dunia. Hal ini terbukti bahwa di negara-negara Eropa dan bahkan di Amerika, layanan ini tidak begitu laris dan bahkan masih sepi peminat, bagaimana dengan Indonesia?.
Saat ini tiga operator seluler yang telah mendapatkan lisensi untuk menjalankan 3G di Indonesia adalah Telkomsel, Excelcomindo dan Indosat, seperti kita ketahui bahwa tiga pemain lama itu telah menguasai pangsa pasar GSM sebelumnya, rencananya tiga operator lama ini akan mulai memasarkan produk 3G-nya pada kuartal kedua tahun ini.
Namun selain tiga operator itu masih ada dua operator baru yang akan ikut meramaikan pasar 3G yakni Maxis melalui PT Natrindo Telepon Seluler (NTS) dan Hutchinson melalui Cyber Acces Communication (CAC). Keberadaan dua operator baru ini dipandang sebagai kekuatan baru untuk membuat struktur industri telekomunikasi di Tanah Air lebih kompetitif. Namun, kedua pemain baru ini akan sangat sulit mensejajarkan diri dengan tiga operator lama tadi di segmen pasar di mana tiga operator lama tadi sudah sangat mapan karena telah menguasai lebih dari 90% pangsa pasar di Indonesia.
Sekjen Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) Rudiantara, mengatakan model bisnis yang tepat untuk 3G di Indonesia belum ada. Namun, konten diperkirakan akan menjadi layanan utama. Menurut dia, jika layanan hanya fokus pada data maka 3G akan mubazir. Gambaran yang ada untuk Indonesia adalah operator akan mencari model bisnis baru atau mengimplementasikan model yang sudah diterapkan di negara lain. “Dan yang pasti berkembang adalah konten,” papar Rudi.
Beberapa pengamat telekomunikasi memprediksi bahwa Mobile TV mungkin akan menjadi aplikasi utama atau killer application, dimana akan menggunakan modifikasi atau penyesuaian yang berbeda dengan program TV konvensional biasa, dengan model ini pendapatan akan lebih banyak diarahkan ke server atau carrier dan bukan ke terminalnya. Meskipun saat ini masih belum bisa diprediksi secara cermat pemanfaatan teknologi 3G di masa depan, namun kita meyakini bahwa masyarakat dan industri memang harus masuk tahap perkembangan teknologi yang lebih maju. Dengan akan bergesernya pola pemanfaatan frekuensi dari layanan telekomunikasi generasi pertama (1G) ke 2G lalu ke 3G, maka tentu saja kita berharap memperoleh manfaat yang jauh lebih besar dan dapat memberikan nilai tambah kepada penggunanya.
Jika memang Mobile TV merupakan fasilitas yang akan banyak kita gunakan, hendaknya kita memilih handset yang memiliki kemampuan ini, saat ini begitu banyak produsen ponsel yang telah menjejalkan fasilitas ini dalam produknya. Sebut saja Nokia, perusahaan dari Finlandia ini telah mengeluarkan beberapa produknya dengan kemampuan ini, seperti N92 misalnya.
Fasilitas yang ada dalam fasilitas 3G adalah memungkinkan kita untuk bertatapan wajah dengan lawan bicara kita melalui layar ponsel atau istilah kerennya adalah video telephony, hal ini tentu menuntut handset yang memiliki kamera di bagian depan ponselnya. Sony Ericsson, Nokia, Samsung dan beberapa produsen lain seakan berlomba mengeluarkan ponsel yang memiliki kemampuan ini.
Permanfaatan dari fasilitas video telephony ini tentu akan lebih optimal jika digunakan oleh wartawan televisi, dimana kejadian dan peristiwa bisa diliput secara live tanpa harus membawa peralatan studio mini, kabel speaker dan kamera. Pihak studio cukup membekali wartawannya dengan sebuah handset yang memiliki kemampuan ini dan acarapun bisa dikirim secara langsung.
Beberapa fasilitas lain yang mungkin akan dijejalkan kedalam handset 3G ini adalah kemampuan dari fungsi GPS (Global Positioning System) yang juga dilengkapi dengan informasi peta dan data dari tempat-tempat penting seperti hotel, rumah sakit, pasar swalayan, ATM dan pom bensin, fungsi ini akan lebih bermanfaat bagi mereka yang sering melakukan perjalanan ke luar kota atau menjelajah hutan.

Jenis-Jenis Ponsel Terkini dan Masa Depan

Ponsel bagi lansia
Institut Riset Elektronik dan Telekomunikasi (Electronics dan Telecommunications Research Institute) di Inggris telah mengembangkan sistem telepon selular yang ditujukan bagi orang lanjut usia (lansia). Sistem ini bisa mendeteksi jika lansia yang memakai telepon selular ini jatuh dan secara otomatis mengirimkan informasi kepada keluarga dan Rumah Sakit.
Sistim ini bekerja dengan mendeteksi gravitasi, seperti yang sudah diterapkan pada beberapa kamera digital. Ketika sensor yang ada di sabuk mendeteksi gerakan tiba-tiba seperti terjatuh, telepon selular akan mengirimkan sinyal ke komputer Rumah Sakit. Setelah itu pihak Rumah Sakit akan menelpon lansia tadi untuk mengecek apakah lansia tadi cidera atau tidak. Jika orang itu membutuhkan bantuan, komputer akan menyambungkan ke bagian emergency center dan keluarga orang itu.
Telepon ini dilengkapi dengan teknologi GPS (Global Positioning System) agar dapat mengecek dimana peristiwa terjadi. Bulan lalu ETRI sudah menawarkan teknologi ini ke perusahaan komunikasi dan diharapkan tahun depan sudah bisa dipublikasikan.
Sebuah teknologi yang cukup berguna, khususnya bagi lansia. Kita tunggu perkembangan lebih lanjutnya.

Nokia 888
Nokia 888 merepresentasikan konsep selular masa depan yang di buat oleh Tamer Nakisci pemenang Nokia Benelux Design Awards. Seperti yang dilihat dari gambar diatas selular bentuknya sangat flexible yang tebalnya sekitar 0,5 cm saja. Selular ini bisa berbentuk seperti rol dan anda bisa memakai seperti perhiasan gelang. Konsep Nokia 888 ini bisa dapat menginformasi jadwal anda dan telepon masuk dengan mengganti gambar yang bisa bergerak.
Handset ini nanti akan menggunakan baterai cair dan anda bisa melakukan touch screen pada layarnya dan perintah suara. Konsep nokia 888 ini sebenarnya bagus tetapi akankah handset seperti model ini dapat di implementasikan dalam waktu dekat? Mungkin sementara ini hanya konsep tetapi dengan kemajaun teknolgi hal itu mungkin saja tercapai.

LG P-7200
JIKA ponsel LG tipe S-5200 didesain dengan konsep desain sliding yang elegan dan eksklusif, tipe P-7200 menawarkan konsep perpaduan antara kecanggihan desain dan teknologi. Desain dari P-7200 sangat kental dengan sentuhan futuristik. P-7200 hadir dengan dua tampilan berbeda, yakni dapat tampil sebagai telepon selular dan juga sebagai digital camera, dengan dual LCD, di bagian dalam dan di bagian depan.Untuk layar LCD bagian dalam berkapasitas 262 ribu warna dan layar LCD untuk bagian depan berkapasitas 65 ribu warna. Keunggulan dari P-7200 terdapat pada desain yang tipis dengan layar LCD yang dapat diputar.
Dengan layar LCD yang dapat diputar, tampilan P-7200 berubah menyerupai digital camera. Fitur yang ditawarkan sarat dengan inovasi teknologi terkini, salah satunya, fitur Digital Camera 2 megapixel yang mampu menghasilkan kualitas gambar lebih tajam di telepon selular. Dilengkapi juga dengan MP3 Player dan Video Recording.
Di LCD bagian depan terdapat tombol yang memudahkan pengguna untuk mengakses langsung file MP3 dan memainkannya tanpa harus membuka folder terlebih dahulu. Untuk mendukung fitur MP3, P-7200 dilengkapi dual speaker, sehingga mampu menghasilkan suara musik stereo.
Tidak hanya itu. P-7200 mempunyai 2 buah memory, yaitu internal sebesar 64 MB dan eksternal memory (External Trans Flash Memory) 128 MB. P-7200 lebih ditargetkan untuk membangun image LG Mobile di masyarakat, bukan target kuantitas yang menjadi target utamanya. P-7200 dijual dengan harga berkisar Rp4 juta.

September 17, 2007 - Ditulis oleh petekaramerame | teknologi | | No Comments Yet

Belum ada komentar.

Tinggalkan komentar