Petekaramerame’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

kelompok E part 3

KEKUATAN – KEKUATAN EKONOMI

 

Dalam relitasnya setiap media harus bersaing untuk memperebutkan waktu, perhatian dan dukungan bila menginginkan keberhasilan finansial. Setiap media/bentuk-bentuk komunikasi harus beradaptasi dan berevolusi satu sama lain untuk tetap “hidup”.

Misalnya, industri koran yang terpaksa harus beadaptasi dengan radio siaran akibat berebut pasar dan iklan komersial agar tetap eksis. Para penerbit sebelumnya sudah melakukan berbagai cara seperti menyiarkan berita dan menarik periklanan, sampai akhirnya harus beradaptasi. Lalu pada tahun 1950-an, stasiun radio, koran, majalah yang menjadi harus beradaptasi dengan televisi.

Sebenarnya tujuan utama semua media adalah mendapat perhatian dari khalayak sebanyak mungkin yang akhirnya akan menghasilkan banyak iklan juga. Dan iklan adalah sumber penghasilan dan menghidupi mereka.

Bila disimpulkan bahwa kemunculan bentuk-bentuk baru media utama adalah telah memperbesar ketegangan persaingan dalam perusahaan media massa. Karena perusahaan media yang ada, naik turunnya keberuntungan mereka terkait dengan keadaanperekonomian dan jumlah pesaing mereka. Ketika perekonomian secara menyeluruh mengalami pertumbuhan, kekayaan mereka biasanya juga bertambah, tetapi ketika sebuah pesaing muncul, kekayaan mereka biasanya terancam, apalagi saat kemunduran ekonomi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PERSIAPAN MENYAMBUT 4G

 

1G, 2G, 2.5G, 3G dan yang terakhir 4G merupakan generasi teknologi yang digunakan pada infrastruktur selular. Perangkat teknologi komunikasi mobile yang sedang trend saat ini adalah teknologi 3G. Namun yang tidak kita sadari, bahwa teknologi ini sebentar lagi harus berkompetisi dengan teknologi 4G. Salah satu khas teknologi ini adalah seluruh jaringan sudah akan berbasis IP. Teknologi yang dipakai adalah teknologi internet telepon menggunakan Session Initiation Protokol (SIP). Sebelum membahas teknologi 4G, ada baiknya kita pahami perkembangan ponsel terlebih dahulu.

 

  • Perkembangan Teknologi Ponsel

Generasi pertama (1G)

Teknologi telepon selular generasi pertama ini menggunakan signal analog, secara sederhana dapat diidentikkan teknologi 1G adalah telepon analog / PTSN yang menggunakan selular. Pertama kali secara komersial di Amerika Serikat pada tahun 1978, implementasi teknologi 1G adalah AMPS (Advanced Mobile Phone Service), TACKS (Total Access Communication System) dan NMT (Nordic Mobile Telephone).

 

Generasi kedua (2G)

Teknologi telepon selular generasi kedua sudah menggunakan signal digital. Implementasi teknologi ini adalah GSM (Global System For Mobile Communication) yang saat ini digunakan oleh hampir sepertiga dari total populasi dunia (GSM Assosiation). Teknologi generasi kedua dirasa masih belum cukup karena adanya kebutuhan untuk akses data. Oleh karena itu, dikembangkan teknologi GPRS (General Packet Radio Service) yang menambahkan packet Switching ke dalam jaringan GSM yang circuit switching.

 

Generasi ketiga (3G)

Teknologi telepon selular generasi ketiga mengandalkan fitur high-speed data access sehingga memungkinkan proses terjadinya layanan – layanan data yang lebih menarik. Teknologi ini memungkinkan proses komunikasi yang sebelumnya hanya dengan suara, kini dapat melalui video sehingga proses komunikasi dapat menjadi lebih baik. Selain itu dengan kecepatan data yang tinggi, maka teknologi ini juga dapat menawarkan layanan – layanan hiburan yang dapat dinikmati oleh pengguna melalui ponselnya.

Teknologi mobile 3G memungkinkan layanan video on demand atau mobile video sehingga pengguna dapat menampilkan straming video klip dalam layar ponsel mereka. Contoh dari layanan ini adalah dunia 3G telkomsel yang menyediakan video klip Liga Inggris, Liputan 6 SCTV, Headline News Metro TV, Fashion TV, BBC Worlds, Mobile ESPN dam beragam movie trailer, sports vidio clips, educational clips, religius clips dan lainnya. Layanan ini dapat diakses melalui situs wap.telkomsel.com

Selain video on demand atau mobile video, teknologi 3G juga menyediakan layanan mobile TV sehingga pengguna dapat menonton TV dari layar ponselnya. Sungguh ini dunia 3G telkomsel telah menyediakan beberapa siaran TV yang dapat diakses melalui mobile 3G, yaitu Metro TV dengan kode akses video Call 8801, SCTV dengan kode akses video call 8806, dan Ochannel dengan kode akses video call 8811. Kini dengan hadirnya teknologi mobile 3G di Indonesia, kita dapat menikmati hiburan di ponsel kita.

 

Generasi keempat (4G)

4G adalah singkatan dari istilah dalam bahasa Inggris : fourth-generation technology. Istilah ini umumya digunakan mengacu pada pengembangan teknologi telepon selular. 4G merupakan pengembangan dari teknologi 3G. Nama resmi dari teknologi 4G ini menurut IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) adalah “3G and beyond”

Pada hari ini, Indonesia baru memasuki tahapan telnologi 3G. Servis suara di 3G pada dasarnya sama dengan servis suara di ISDN. Handset digital selular pada dasarnya sebuah handset ISDN. Akan tetapi, ISDN pada kenyataannya tidak berhasil dengan baik untuk mendeploy servis suara yang baru maupun integrasi data / suara. Kita cukup beruntung dengan adanya 3G ternyata membuka kesempatan untuk uji coba teknologi internet seperti Session Initiation Protokol (SIP) maupun menggunakan IP V6. uji coba untuk integrasi SIP dan IP V6 ke dalam 3G dilakukan dalam inisiatif 3GPP. Desakan komersial memaksa 3G segera distandarkan dan implementasikan sebelum bisa disenadakan dengan prinsip-prinsip 3G, yang sempat disebut sebagai NGMN. Prinsip-prinsip ini kemudian akan di tuju dalam evolusi antara 3G dan 4G.

Pada teknologi 4G, setiap handset 4G akan langsung mempunyai nomor IP V6 di lengkapi dengan kemampuan untuk berinteraksi internet telephony yang berbasis Session Initiation Protokol (SIP). Semua jenis radio transmisi GSM, TDMA, EDGE, CDMA 2G, 2.5G akan dapat digunakan dan dapat berintergrasi dengan mudah dengan radio yang dioperasikan tanpa lisensi seperti IEEE 802.11 di frekuensi 2.4 GHz dan 5-5.8 Ghz, Bluetooth dan selular. Integrasi voice dan data dalam channel yang sama. Integrasi voice dan data aplikasi SIP-enebled.

Dengan teknologi SIP yang berada dibelakang 4G, nomor telepon misalnya +62 21 123 5678 hanyalah subset, bagian kecil daripada pengenalan / identifikasi telepon. Sebagian besar identifikasi / penomoran telepon akan menggunakan URL seperti SIP:onno@indo.net.id … dengan bertumpu pada URL, dunia menjadi lebih menarik karena kita tidak perlu lagi tergantung pada nomor telepon yang dikuasai oleh pemerintah.

Dengan teknologi 4G, praktis teknologi Intelligent Network (IN) yang pernah menjadi primadona infrastruktur telekominikasi yang digunakan Telkom, Indosat, Satelindo dan lain-lain menjadi kadaluarsa (obsolete). Bukan mustahil, tidak lama lagi (5-10 tahun lagi) habis sudah kejayaan infrastruktur telekomunikasi Telkom, Indosat yang bertumpu pada teknologi yang berbasis pada berbagai standar ITU karena bersaing ketat dengan gerakan arus bawah yang menggunakan teknologi bawah tanah seperti SIP, MGCP, Megaco, RTP dan lain-lain yang semuaterbuka dan dapat di download secara garis di internet pada hari ini.

Teknologi SIP ini dikembangkan oleh internet Engineering Task Force (IETF). SIP menjadi standar yang ‘open’ sehingga semua SDM diseluruh dunia mengambil “source code” dan mengimplementasikannya secara langsung dan gratis. Contoh yang nyata dari implementasi sentral telepon 4G ini adalah VoIP Rakyat.

Bila teknologi ini telah diimplementasikan, maka bukan ponsel-ponsel berbasis GSM dengan fitur 3G yang akan populer. Namun penggunaan laptop-laptop yang telah dilengkap wi-fi dan softphone (skype, x-lite dan sjphone) akan lebih optimal. Bagi pengguna PDA yang sudah dilengkapi wi-fi, PDA dapat digunakan sebagai pre-4G phone. Softphone yang bisa digunakan untuk pada jenis ini adalah phone untuk PPC. IPAQ versi 69 sudah dapat digunakan untuk keperluan pre-4G ini.

Perangkat – perangkat mobile lain yang mengdukung Push To Talk dan SIP dapat juga digunakan untuk keperluan berkomunikasi dengan teknologi pre-4G ini. Selain berbasi IP, teknologi 4G ini memiliki ciri khas bahwa ponsel ini masih dapat berfungsi dengan baik bila penggunaannya berkomunikasi dengan menggunakan piranti 4G di dalam kendaraan dengan kecepatan 150 km/jam dengan kecepatan transfer mencapai 54 Mbps.

Wimax (IEEE802.16e) adalah teknologi wireless yang akan sangat menunjang penggunaan teknologi 4G. Dengan cakupannya yang luas, wimax memungkinkan perangkat dibawa dalam keadaan bergerak dengan kecepatan 150-200 km/jam sambil melakukan data dengan kecepatan 54 Mbps.

Wimax sendiri merupakan implementasi suite standar 802.16 dari IEEE tidak pernah menyebut 802.16 sebagai 4G. Tahun 2000 atau 2001, waktu 802.16 masih pre- standar dan wimax masih wiman, IEEE memaparkan beberapa alternatif penerus 3G yang akan layak dinamai 4G. MBS salah satunya dan beberapa alternatif lainnya.

Dengan bebasnya frekuensi 2.4 GHz yang juga merupakan cakupan operasi wimax, aktivitas operasionak wimax akan menjadi sangat murah. Sdengan perangkat tersebut, teknologi 3G akan tertinggal, sehingga kita tidak perlu lagi tergiurkan 3G, yang pasti, hal yang perlu kita lakukan adalah mengkonsentrasikan diri pada teknologi 4G yang jelas-jelas open source. Sehingga bangsa kita terlepas dari jajahan.

4G, merupakan teknologi berikutnya setelah 3G. Kemajuan dengan berkembangnya teknologi informasi dan internet, beberapa tahun belakangan ini, bukan saja berdampak terhadap banyak sisi kehidupan umat manusia dan cara mereka berbisnis, melainkan juga mengubah peta dan bisnis telekomunikasi dunia, termasuk Indonesia. Tantangannya ke depan, tampaknya semakin akan sangat kompetitif, karena ditutup pintu monopoli dan munculnya sejumlah operator baru yang bermain di industri telekomunikasi nasional.

Kalau dulu data numpang di voice, tetapi sekarang ini sebaliknya voice yang justru numpang di data. Dengan infrastruktur berbasis IP (Internet Protokol), sekarang ini bukan voice over data tetapi voice over IP (VoIP). Kedepan IP akan menjadi penentu atau menjadi platform utama.

Mobile VoIP akan menjadi ancaman terhadap bisnis telekomunikasi yang ada sekarang ini. Yang akan terancam nantinya bisnisnya para operator. Pertama, ia akan meloncati yang akan bersifat wireline, kabel mengkabel itu akan tergantikan. Nantinya yang sekarang dipengang oleh incunbent itu tidak perlu lagi. Kedua, ia akan menjadi pesaing teknologi data di GSM, yaitu 3G maupun 4G. Sedang 3G sendiri tampakya akan mati prematur, belum hidup sudah mati.

Untuk wimax, di Indonesia, infrastrukturnya jelek. Salah satu masalah yang sangat krusial adalah masalah frekuensi. Tetapi begitu pemerintah memberikan dana kepada operator dia bisa mulai mengembangkan bisnis, dan biasanya bisnisnya banyak. Kalau yang point to point itu dibutuhkan oleh kalangan ISP atau operator untuk membawa bandwidth besar menjadi backbone, menggantikan backbone kabel yang selama ini digunakan.

Karena sekarang ini saja belum keluar, mereka sudah mengatakan bahwa 3G bakal mati prematur. Di Indonesia ia belum lahir tapi sudah mati. Kalau fungsi telekomunikasinya sama saja antara 3G dengan GSM. Wimax ini akan membawa telekomunikasi ke masa depan karena munculnya teknologi baru yang akan mengubah peta telekomunikasi baik peta bisnis internet maupun bisnis telepon. Karena teknologinya akan sangat maju. Begitu juga kompresinya makin bagus dan kebutuhan bandwith-nya rendah, sehingga delay-nya semakin kecil. Sehingga nanti pengguna cukup menggunakan satu jenis ponsel tetapi bisa berpindah dari jaringan GSM ke CDMA, ataupun sebaliknya.

September 17, 2007 - Ditulis oleh petekaramerame | teknologi | | 1 Komentar

1 Komentar »

  1. thx a lot bwt artikelnya, sy sgt terbantu dlm mnyelesaikan tgs.. see Ya!!

    Komentar oleh putrie | September 27, 2007


Tinggalkan komentar