Petekaramerame’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

Kelompok D part 3

BAB II
PEMBAHASAN

Sejarah Komunikasi Interaktif

Komunikasi sebagai salah satu kebutuhan dasar manusia yang tidak bisa dipungkiri. Karena, bagaimanapun juga komunikasi merupakan hal yang mendasari setiap aktivitas manusia, oleh sebab itu manusia tentu tidak dapat lepas dari proses komunikasi. Berdasarkan teori dasar biologi, manusia ingin mampu berkomunikasi karena adanya dua kebutuhan, yakni kebutuhan untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dan kebutuhan akan penyesuaian diri terhadap lingkungan. Lalu timbul pertanyaan, kapan manusia mampu berkomunikasi dengan manusia lainnya? Dapat diperkirakan, walaupun belum ada data otentik yang dapat menerangkan tentang hal itu, bahwa kemampuan manusia untuk berkomunikasi dengan orang lain secara lisan adalah peristiwa yang berlangsung secara mendadak. Menurut Everett M. Rogers (1980), peristiwa inilah yang dinilai sebagai generasi pertama kecakapan manusia dalam berkomunikasi sebelum mampu mengutarakan pikirannya secara tertulis. Kecakapan manusia berkomunikasi secara lisan menurut perkiraan berlangsung sekitar lima puluh juta tahun yang lalu, kemudian memasuki generasi kedua dimana manusia mulai memiliki kemampuan berkomunikasi melalui tulisan.
Tahapan perjalanan komunikasi manusia mengalami perkembangan dari waktu ke waktu, karena satu-satunya hal yang tidak pernah berubah dalam teknologi dan industri komunikasi adalah perubahan dan perkembangan dari teknologii komunikasi tersebut.
Roger kemudian meneliti pada teknologi-teknologi informasi yang baru muncul dan pengaruh potensialnya terhadap Koran, yang kemudian disadari Roger bahwa cakupan mediamorfosis lebih besar lagi. Mediamorfosis diartikan Roger Fidler sebagai transformasi media komunikasi, yang biasanya muncul sebagai akibat dari interplay (hubungan timbal balik) yang rumit antara berbagai kebutuhan yang dirasakan, tekanan persaingan politik, serta berbagai inovasi sosial dan teknologi. Mediamorfosis, masih menurut Roger, dibagi ke dalam tiga tahapan proses, yaitu :
1) Komunikasi / bahasa lisan dan mediamorfosis besar pertama.
2) Komunikasi / bahasa tulisan dan mediamorfosis besar kedua.
3) Komunikasi / bahasa digital dan mediamorfosis besar ketiga.
Namun ada pula yang membaginya menjadi empat bagian, yakni pada tahapan ketiga yaitu masa telekomunikasi dan tahapan keempat yaitu masa komunikasi interaktif. Telah dijelaskan secara singkat mengenai mediamorfosis besar pertama dan kedua, jadi yang akan dibahas secara mendalam di sini adalah Sejarah Komunikasi Interaktif.
Pada masa awal kehadirannya, komunikasi interaktif disebut sebagai phonetic stage. Tahap ini ditandai dengan semakin sempurnanya alat bantu yang dipakai manusia dalam berkomunikasi. Karena, pada tahap inilah manusia dapat menyusun abjad huruf seperti apa yang kita kenal saat ini. Abjad yang tersusun secara teratur saat ini berasal dari tulisan yang tidak berabjad secara teratur, yang diketemukan di situs Pulau Kreta, pusat kebudayaan Minea Kuno. Seorang sarjana arkeologi Inggris, Sir Arthur Evons, menemukan peninggalan tulisan berbentuk baris dari tahun 1770 – 1550 SM. Tulisan tadi dibagi dalam bentuk A dan B. Dari bentuk Alpha dan Betha tadi maka seiring dengan kemajuan peradaban dan kebudayaan manusia muncullah apa yang kita kenal dengan istilah “Alphabet”, yaitu susunan simbol / tanda yang enggambarkan unsur – unsur suara pribadi seorang manusia. Penggunaan abjad ini disempurnakan lagi pada masa kejayaan Yunani.
Disamping penemuan alphabet, pada tahap ini manusia juga telah menemukan media sebagai cikal bakal media massa dalam proses komunikasi manusia. Media itu bernama Acta Diurna, yang diperkenalkan oleh Julius Caesar pada 100 – 44 SM. Acta Diurna bentuknya adalah berupa papan tempel yang di dalamnya ditempelkan informasi – informasi actual yang perlu diketahui oleh masyarakat. Acta Diurna ditempatkan di Forum Romanum (alun – alun kota Roma) dengan maksud agar imformasi tadi dapat dibaca oleh seluruh penduduk Roma. Media Acta Diurna, yang artinya catatan harian, dianggap sebagai cikal bakal surat kabar modern. Disebutkan bahwa unsur – unsur yang ada pada Acta Diurna sama seperti unsur – unsur yang terdapat pada surat kabar modern.

Perkembangan Teknologi Komunikasi Massa Transisi (1100 – 1750)
Masa ini adalah adalah masa antara runtuhnya kekaisaran Romawi hingga ditemukannya mesin uap pada tahun 1750 (revolusi industri). Pada masa tersebut Eropa dikuasai bangsa Barbar, sehingga tidak ada catatan tentang perkembangan teknologi komunikasi. Hanya saja, di Cina pada tahun 1190 telah ditemukan tulisan – tulisan dalam bentuk buku, misalnya kaligrafi tujuh puisi yang ditulis dalam buku (1190). Setelah mengalami kemandegan akibat dijajah maka pada abad ke 14 muncul beberapa pabrik kertas di Eropa yang mengacu pada teknologi yang dimiliki bangsa Cina. Kemunculan pabrik kertas disertai pula dengan kehadiran suat kabar yang ditulis dengan tulisan tangan, seperti Strange News di Inggris, Gazetta di Itali, dan Nova di Perancis.
Pada tahun 1440, seorang kebangsaan Jerman yang bernama Johannes Gutenberg menemukan mesin cetak yang menjadi tonggak berlakunya komunikasi menggunakan simbol – simbol tercetak. Pada tahun 1452 Gutenberg telah menggunakan plat metal untuk sistem mesin cetaknya yang terdiri dari 42 baris.

Perkembangan Teknologi Komunikasi Massa Pasca Revolusi Industri (1750 – 1900)
Pada masa ini tonggak sejarah perkembangan teknologi komunikasi didahului dengan ditemukannya mesin uap oleh James Watt. Penggunaannya pada tahun 1785 dalam industri menimbulkan massifikasi produksi yang memaksa pencarian raw material secara ekspansi ke luar Eropa. Melalui ekspansi ke luar Eropa tersebut menimbulkan kesadaran akan teknologi yang mampu mengatasi jarak, ruang, dan waktu.
Kecakapan manusia berkomunikasi dengan alat cetak mencetak berlangsung sekitar 500 tahun, kemudian manusia terampil berkomunikasi melalui getaran – getaran elektronik. Keterampilan ini secara berturut – turut dimilai dengan penemuan fotografi di atas besi plat (1872), telegraf oleh Samuel Morse (1844), telegraf cetak oleh David Hughes (1955), Cable Trans Tlantik (1866), telepon oleh Alexander Graham Bell (1876), radio telegraf oleh Guglielmo Marconi (1895), kamera film oleh Auguste dan Lois Lumiere (1895), serta keberhasilan Amerika mendemonstrasika pesawat tv hiam putih pada tahun 1927.
Lima puluh tahun sesudah Amerika berhasil mendemonstrasikan pesawat tv, kecakapan manusia berkomunikasi memasuki generasi keempat melalui teknologi komunikasi yang lebih canggih. Rogers menyebutnya sebagai generasi media interaktif. Dalam kurun waktu yang relatif singkat berbagai macam teknologi komunikasi berhasil ditemukan. Secara beturut – turut dapat dicatat computer pertama ditemukan ditemukan di Amerika Serikat dalam tahun 1942, menyusul mesin foto kopi Xerox oleh Chester Carson (1946), transisitor oleh Laboratorium Elektronik Bell (1947), dan televisi berwarna pada tahun 1951. enam tahun kemudian Rusia berhasil meluncurkan satelit Sputnik ke luar angkasa (1957), disusul Amerika Serikat dengan satelit Telstar (1962). Penemuan video perekam (1968), fiber optic signal (1975), tv computer game (1976), facsimile dan cetak jarak jauh (1980), teleconference, telephoto, telephone, video – magazine, computer modern (1985), dan terakhir telepon seluler dan jaringan internet (1990). Begitu cepatnya kemajuan teknologi komunikasi berlangsung dari waktu ke waktu, telah memberi pengaruh terhadap cara – cara manusia berkomunikasi.

Perkembangan Teknologi Komunikasi Jaman Modern (1940 – Sekarang)
Jaman modern merupakan jaman ketika berkomunikasi sudah mulai menyatukan manusia di berbagai belahan dunia tanpa terhalangi oleh jarak, ruang, dan waktu. Era ini mulai muncul ketika tahun 1942 ditemukan computer mainframe pertama di Philadelphia, Amerika Serikat yang disebut sebagi ENIAC (Electronic Numerical Integrator and Calculator).
Saat ini komunikasi manusia tergantikan dengan penggunaan medium yang lebih maju. Penggunaan internet, computer, teleon seluler, serta satelit memungkinkan manusia berkomunikasi dengan lebih mudah. Masa komunikasi interaktif juga ditandai dengan penetrasi teknologi digital ke dalam media komunikasi, sehingga menurut Roger Fidler inilah yang disebut komunikasi digital. Komunikasi digital diartikan sebagai sebuah bahasa yang menggunakan angka – angka untuk mengkodekan dan memproses informasi, yang dikembangkan untuk memudahkan komunikasi antara mesin dengan komponennya. Komunikasi telah memperpendek jarak, menghemat biaya, serta menembus ruang dan waktu. Komunikasi berusaha menjembatani antara pikiran, perasaan, dan kebutuhan seseorang dengan dunia luarnya.
Penggunaan listrik menjadi satu titik tolak perubahan / transformasi media, dan mendorong terjadinya evolusi dan perluasan komunikasi manusia hingga mengalami peningkatan yang amat cepat. Kemunculan listriklah yang sebenarnya memiliki pengaruh paling awal dan paling langsung terhadap domain media interpersonal.
Seperti kita lihat sekarang ini, bagaimana orang tidak bisa lepas dari teknologi informasi dan komunikasi. Dan selanjutnya masing – masing teknologi komunikasi interaktif akan dibahas pada subbab – subbab selanjutnya.

September 17, 2007 - Ditulis oleh petekaramerame | teknologi | | No Comments Yet

Belum ada komentar.

Tinggalkan komentar